Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Tertunduk menyesal


__ADS_3

Gavino pun mengajak wanita baru, untuk makan malam.


Hari itu Gavino pun tampak mencoba mencari wanita yang mungkin saja bisa mengganti Tanisa. Ia sengaja mencari wanita yang ingin ia ajak berkencan.


Namun selama itu juga Gavino merasa dirinya masih tetap merasa sepi dan kosong. Ia masih saja tetap merindukan Tanisa.


Kenapa hati Gavino bisa keliru. Kenapa hatinya tak bisa membedakan mana itu cinta dan mana yang bukan. Mengapa semua terasa berbeda. Ya semua wanita sama namun kali ini Gavino merasa berbeda.


Gavino pun tampak melamun, baru kal ini ia merasakan sesuatu hal berbeda pada dirinya. Ya, yang mungkin ini cinta. Mungkin ini cinta. Mungkin ini cinta. Batin Gavino terus meronta membutuhkan wanita wanita. Sangat membutuhkannya.


Tapi yang ia butuhkan saat ini bukan sebagai pelampiasan hasrat nya. Akan tetapi pelukan dan cinta Tanisa. Baru kali ini Gavino merasakan butuh wanita tapi bukan dari nafssunya. Akan tetapi perasaanya kini yang butuh ketenangan. Batin Gavino meronta begitu pula dengan hatinya. Yang merasakan kepiluan dan merasakan hal yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.


Lalu keesokan harinya Gavino tampak datang kesebuah tempat dimana Tanisa tinggal sebagai wanita bayaran. Gavino seperti orang pecundang. Yang menelan ludah sendiri yang sudah ia buang. Marisa adalah wanita yang ia gunakan dan ia buang. Namun kini Gavino pulalah yang datang untuk menjemput Tanisa.


Gavino pun melangkah kan kakinya untuk menjemput kembali sang pujaan hatinya.


Sesampainya disana...


Perasaan berdebar Gavino seolah memainkan perannya. Dadanya berdegup begitu kencang.


Namun saat bertemu dengan seorang disana. Bukan Tanisa yang ia temukan. Namun sebuah berita buruk yang Gavino dapatkan. Bahwa Tanisa sudah tak ada lagi disana. Tanisa sudah pergi bersama seseorang.


Deg..


Gavino pun seolah hancur dengan berita yang saat ini ia dengar.


Gavino pun tampak bertanya siapa orang yang sudah membawa Tanisa pergi. Dari mereka pun tak ada yang menjawab. Sampai Gavino pun menemui Mamy ceri, namun ia pun sama tak mengatakan. Karena orang itu meminta untuk dirahasiakan identitasnya.


"Sudahlah, kamu masih bisa cari wanita lain selain Tanisa. Kamu bisa pilih salah satu disini" ungkap Cery.


"Tidak.. tidak mungkin, tidak bisa" jawab Gery dengan rasa hancur dan putus asa.


"Kamu tinggalkan dia. Cari lah yang laim masih banyak. Biarkan dia hidup bersama orang pilihannya itu"


"Pilihannya?"


"Iya, seperti nya mereka saling mencintai. Buktinya pria itu bisa membayar lebih. Dua kali lipat"


"Aku akan membayar mu bahkan tiga kali lipat"


"Carilah wanita lain saja" ungkap Cery lagi


"Tidak mau aku maunya Tanisa" keukeh Gavino terhadap pilihan hatinya.


"Aku tidak bisa bantu. Dia sudah lepas dari genggaman saya. Mau berapa pun kamu membayar. Tetap tidak bisa. Karena dia sudah lepas dari saya" jelas Cery.


Seketika Gavino pun terdiam dan tetunduk menyesal.


"Kenapa? Apa kamu mencintainya?" Tanya Cery.


Gavino masih terdiam.


Mamy Cery pun pergi karena merasa sudah cukup dirinya bicara.


Gavino pun berjalan pergi dengan langkah kaki yang perlahan. Begitu menyesakan dadanya.

__ADS_1


Mengapa cintanya harus datang disaat seperti ini.


Tanisa????


.


.


.


.


Sementara itu terlihat Tanisa yang duduk termenung sambil menonton tv. Dia meskipun menonton tapi pikiriannya tampak kemana-mana. Tidak fokus. Hingga tayangan itu beralih ke dalam mode semut semua, Tanisa hanya tampak melamun.


"Tanisa?" Ucap Deon yang muncul dihapannya kini.


"Kamu ingat janji kamu kan" ucap Deon lagi.


Tanisa pun tampak terdiam. Meski sudah ada Deon disana Lalu Deon menarik tangan Tanisa dan mencium punggung tangan Tanisa itu. "Aku bicara padamu. Mengapa kau diam saja apa tak mendengar ku"


Tanisa pun tersadar. "Maaf" ucap Tanisa.


"Tanisa kamu ingat janji mu kan?" Tanya Deon.


"Janji? Janji yang mana?" Ucap Tanisa yang tampak lupa dia pernah berjanji.


"Janji bahwa kamu akan mencintai ku. Kamu ingat kan saat aku membawa mu kesini saat dimobil" jelas Deon.


Seketika Tanisa pun teringat. "Ii-ya"


"Mulai hari ini aku mau, kamu panggil aku dengan panggilan sayang"


Tanisa pun mengangguk.


"I-iya sayang"


"Nah bagus. Aku mau.. berjanjilah lah sekali lagi BAHWA KAMU AKAN SELALU MENCINTAIKU. Dan selama dengan ku. Aku tidak mau kamu berselingkuh dari ku" ucap Deon penuh penekanan memandang Tanisa tajam. Deon tak mau Tanisa pergi dalam kehidupannya.


Tanisa pun mengangguk namun Tanisa juga bimbang.


"Bagaimana jika aku mencintai orang lain" tanya Tanisa.


"SIAPA?" Tanya Deon tegas dan marah.


Tania pun tampak terdiam tak melanjutkan kata-katanya disaat mata Deon menatapnya seperti marah. Lalu Deon pun langsung menarik wajah Tanisa dan mencengkeramnya.


"Aku tidak mau mendengar!!! Kamu mencintai orang lain lagi!! Termasuk orang itu atau siapapun. Ingat Tanisa kamu milik ku selamanya!!!" Ucap Deon mengingatkan Tanisa.


"Tapi aku tidak mencintaimu"


" Kamu harus sadar diri kamu itu siapa? Mulai untuk mencintai ku" ucap Deon.


Tanisa pun mengangguk. Tanisa tampak takut melihat wajah Deon.


"I-iya aku mencintai mu" ucap Tanisa takut.

__ADS_1


"Sebulan lagi aku akan mengurus perceraian ku dengan istriku.. setelah itu kita akan menikah. Jadi kamu harus siap"


"Bukannya kamu yang bilang bahwa kamu tak mau menikah dengan ku"


"Lain sekarang lain kemarin. aku tidak mau kamu pergi dariku selamanya" Deon pun menarik tangan Tanisa dan memberikan sebuah cincin pada Tanisa. Dan memakaikan kepada jari Tanisa.


"Ini bentuk cinta ku. Jangan pernah kamu lepaskan cincin ini" ucap Deon.


"Ini adalah tanda cinta ku padamu. Aku peringatkan jika kamu masih saja membantah dan membahas lagi soal cinta mu pada orang lain. Aku tak segan mengembalikan mu pada Cery"


Seketika Tanisa pun tampak takut saat nama Cery disebut. Tanisa tak mau jika dirinya dibawa kesana lagi.


"Baik aku ikuti apa maumu Asalkan kamu jangan bawa aku kesana" ucap Tanisa takut mendengar nama Cery.


"Bagus" jawab Deon.


Lalu Deon pun memegang tangan Tanisa dan menciumnya.


"Kamu miliku sayang aku ingin merasakan semuanya lagi. Kamu adalah surga dunia ku"


Lalu Deon pun memberikan kecupan lembut pada bagian yang lain. Yaitu bibirnya. Dengan sigap Deon pun mencium bibir Tanisa.


Deon pun mencium bibir itu sampai kedalam-dalamnya. Hingga Deon pun meminta lebih yaitu permainan.


Deon pun tampak ingin melakukan permainan di sofa pada Tanisa.


Kali ini Deon ingin melakukan aksinya diatas sofa bersama Tanisa.


Namun alangkah kagetnya saat benda pusaka ingin memasuki gawang itu mendapatkan hal pahit. Ternyata Tanisa sedang haid. Namun Hasrat yang sudah diubun-ubun itu pun lantas tak membuat Tanisa lepas meskipun ia datang bulan. Tanisa pun diperintahkan untuk menyudahi permainan yang kepending itu dengan mulutnya. Ia dipaksa menuntaskan hasrat pria itu dengan memasukan itu kedalam bagian mulutnya.


Meskipun Tanisa pemain cinta yang handal namun ia tampak tidak bisa dia biasa melakukan itu.


"Lakukan yang aku perintahkan" bentak Deon dengan keras dan kasar menggebrak sebuah meja.


"Cepat!!!!"


"Aku tidak bisa"


Langsung tamparan keras itu pun dilayangkan kepada Tanisa.


Plaaak


"Percuma aku membayar mu mahal jika begini saja kamu tak bisa!!" Tampak tangan Deon yang mencoba menampar Tanisa sekali lagi. Namun Tanisa menyerah dengan ucap Deon.


"Baik, aku melakukan nya untuk mu" kata Tanisa.


Ya Tanisa tak mau tamparan itu kembali terulang di pipi nya.


Tanisa tampak sedih mengapa Deon yang katanya mencintai Tanisa, tapi berani menampar pipinya.


Lalu Deon pun tampak mendesah basah saat senjata itu masuk kedalam mulut Tanisa.


Erangannya pun terdengar. Deon menikmati.


Sangat menikmati

__ADS_1


Deon memang tidak mau jika Tanisa membantah. Apalagi urusan hasrtanya. Tanisa harus siap dengan perintah Deon setiap Deon menginginkan Tanisa.


Tanisa kamu tak boleh lepas dari aku. Kamu tak boleh lepas dari ku. Ungkap Deon dalam hatinya.


__ADS_2