
Lalu setelah itu tampak David yang merasa dirinya sudah membantu Lusi dalam rencana itu. Lalu ia merasa jika ia harus menghubungi Lusi untuk memberitahukan bahwasanya dirinya telah berhasil membuat Gery pergi untuk sementara waktu. Dengan alasan bisnis padahal lebih tepatnya menghindari dari Juna dan Marisa.
Lalu tampak David yang berusaha untuk mencari tahu nomer handphone Lusi. Ya untuk sekedar say Hay. Atau memberitahu soal Gery yang akan pergi ke luar negri.
Lalu David meminta nomer tersebut pada Marisa.
"Marisa?" Ucap sang papa.
"Ya pah" jawab Marisa.
"Kamu kenal Lusi dan kamu punya nomer handphonenya kan" ucap David.
"Ada, buat apa?"tanya Marisa.
"Urusan yang kemarin. Papa lupa minta nomer telepon karena ada urusan bisnis"
"Oh nanti aku kirimin nomernya ya pa"
Lalu Marisa pun mengirimkan lewat pesan wa nomernya Lusi. Tanpa menaruh curiga.
Lalu saat itu, David langsung menghubungi Lusi diam-diam agar tidak ada yang tahu. Terlihat tampak David yang menelponnya.
"Hallo Lusi" ucap David ditelepon.
"Iya hallo? ini siapa?" Tanya Lusi ditelepon.
"Baru kemarin kita ketemu masa lupa" ucap David.
"Oh siapa ya, terlalu banyak orang yang saya temui sampe lupa. Terakhir saya ketemu, baru kemarin banget sih. Kalau gak salah tukang siomay deket rumah saya" ucap Lusi yang memang punya Abang langganan siomay.
"Masa tukang siomay sih, saya pria tampan"
"Tampan ya, haduh yang lagi viral itu bukan. Yang pria tampan sebojong gede, kalau disingkat bonge" jelas Lusi canda.
"Haduh kamu ini jangan bercanda. Yang ituloh yang kamu datang kekantor saya pakai gaun seksi, masa lupa sih" terang David ditelepon.
Lusi pun langsung peka saat bicara soal gaun seksi itu.
"Ya ampun bapak, langsung aja bilang pak David. Gak usah main tebak-tebakan dulu" ujar Lusi ditelepon.
"Nah itu tahu"
__ADS_1
"Iya pak kalau yang ini saya tahu ada apa pak telepon saya"tanya Lusi.
"Oia kamu jangan manggil saya bapak dong" terang David.
"Terus panggil apa?"
"Mas aja mas yah"
"Ya Allah bapak, masalah panggilan aja dipermasalahin. Yang masalah itu kalau bapak dipanggil yang maha kuasa" ucap Lusi sambil menahan tawa.
"Hus sembarangan kamu..saya mati dong"
"Canda pak piss pak. Piss"
"Jangan piss dong tapi kiss gitu kiss" goda David.
"Ah bapak jangan becanda terus pak saya lagi serius"
"Kamu duluan ajak saya becanda. Oh ya, kamu mau tahu gak. Kalau saya udah berhasil buat Gery pindah keluar negri"
"Wah makasih sudah bantu saya"
"Hadiah apa ya pak. Saya bingung mau kasih hadiah apa kalau buat orang kaya. Duit punya, mobil punya, semua sudah punya"
"Hanya satu yang saya belum punya"
"Apa pak, cucu ya pak"
"Itu salah satunya, tapi lebih tepatnya istri kedua"
"Ya ampun jangan ngarang pak. Mau nih saya aduin ke istri bapak"
"Eh jangan kamu malah mengancam saya. Kalau gitu saya yang akan kirim kamu hadiah aja, kamu mau apa?"
"Lah kok malah saya yang dapat hadiah"
"Anggap aja saya kasih give away" ucap David.
"Hahaha bapak bisa aja. Gak usah repot-repot pak. Saya sudah punya semua. Emang mau kasih apa" terang Lusi.
"Surprise lah pokoknya, kamu gak usah tau. Kamu mau apa"
__ADS_1
"Hemz, haduh saya bingung pak"
"Yaudah kalau kamu gak mau jawab saya tetap akan kirim kamu tunggu saja dirumah kamu"
Lusi pun tampak menghela napas berat nya meladeni pria paruh baya itu dengan segenap jiwa mudanya.
Lalu tak lama berselang itu, Gery pun tampak datang dan melihat papanya yang tadinya tesenyum sambil mengangkat telepon tiba-tiba langsung menutup teleponnya. Seolah seperti ada yang ditutupi. Namun Gery tampak biasa saja dan diam seolah tidak mau tahu.
Sebenarnya dalam lubuk hati Gery. Gery penasaran dengan sosok siapa yang ditutupi oleh ayahnya itu.
"Papa telepon siapa" tanya Gery.
"Bukan siapa-siapa" jawab David pergi.
.
.
.
.
Lalu keesokan harinya, pagi harinya, mengikuti papanya yang akan pergi kantor. Gery pun langsung mengikuti papanya dari belakang. Tanpa David ketahui.
Dan dari kejauhan Gery tampak mengkuti papanya. Terlihat David menyuruh seorang tukang ojek untuk mengantar sebuah paket yang berisi bunga.
Gery masih tampak penasaran saat itu.
Lalu Gery pun mengikut tukang ojek yang membawa paket itu. sampai paket itu tiba disebuah rumah besar milik Lusi dan Rian.
"Sial wanita itu, bisa-bisanya dia meloby papa" jelas Gery sambil memandang dari kejauhan.
Lalu tak lama berselang, saat papanya tidak dikantor. Diam-diam Gery mengecek cctv juga.
Dan benar apa yang diperkirakan. Bahwa Lusi tampak menemui David dikantor. Wajah Lusi terlihat jelas dicctv. Dan Gery tahu itu adalah cara Lusi untuk memuluskan rencana Gery untuk tidak mencampuri urusannya dengan Marisa.
"Hebat kamu Lusi, kamu tidak tahu. Bahwa semua yang terjadi, kamu juga yang akan menanggung resikonya"
Ya Lusi sebenernya hanya ingin menyatukan hubungan Marisa dan Juna. Itu saja...
Dalam hati Lusi sebenarnya takut menghadapi Gery. Tapi Lusi hanya berusaha agar Marisa dan Juna bisa bahagia dan bersatu.
__ADS_1