Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Wawancara kerja


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana Lusi akan interview di sebuah perusaahan yang lumayan besar dikota yang Lusi tempati, Lusi pun melamar bekerja sebagai staf admin disana.


Lusi terlihat antusias dan bersemangat berharap karier nya di perusahaan yang akan ia datangi untuk interview bisa pas dengan dirinya dan berharap dirinya bisa diterima.


Lusi pun memilih pakaian yang bagus dan sopan untuk melamar kerja. Dan Lusi masih beruntung setelah melahirkan, berat badan Lusi kembali normal jadi Lusi bisa memakai baju yang lama. Tanpa harus membeli yang baru.


Karena masih banyak baju Lusi yang punya saat dulu dirinya bekerja dikantor milik Rian.


Dan itu masih bagus maklum saja selama Lusi menjadi istri Rian dan bekerja disana. Rian sedang jaya-jayanya dan bisa memberikan pakaian yang bagus. Jadi juga Lusi tak membuang atau menjual pakaian lama yang masih bagus itu.


Lusi yang punya berat badan 55 kg, dan tinggi 168 cm itu terlihat anggun dengan pakaian kerja yang ia kenakan. Sebenernya kalau dilihat cukup sederhana namun terlihat elegan, Lusi tampil cantik dengan balutan pakaian yang ia kenakan. Serta make up yang natural namun begitu melekat diwajah milik Lusi.


Kulit yang cukup putih untuk ukuran orang indoesia itu dapat membuat siapa saja terpana saat melihat Lusi.


Mata yang kecoklatan, bibirnya yang tidak tebal juga tidak tipis namun terlihat merah merona meski tanpa lipstik, mata yang terlihat teduh, dan rambut yang selalu ia tata rapi mampu menampilkan sisi elegan dari seorang Lusi.


Bahkan untuk ukuran wanita yang sudah memiliki anak dua Lusi lebih pantas dibilang seorang gadis. Tidak ada yang mengira jika Lusi ini telah memiliki dua orang anak.


Sebelum berangkat melamar kerja Lusi pun memberikan asi dulu pada putri kecilnya yang bernama Jasmin. Lusi khawatir jika Jasmin akan kehausan .


Dan Lusi sebenernya meraksan beratnya meninggalkan seorang anak yang masih kecil untuk ditinggal bekerja, Walau belum kerja dan baru interview tapi tetap Lusi merasa berat tapi Lusi harus tetap berangkat dan berjuang.


Lusi pun mencium pipi dan kening Fabio dan Jasmin secara bergantian. Setelah mereka tidur siang bersama Lusi pun ijin untuk berangkat dan menitipkan dua anaknya pada sang ibu.


Lusi juga sudah memompa asi selama Lusi tinggal agar baby Jasmin tidak menangis saat ditinggal nanti.


Selama diperjalanan Lusi berdoa agar dirinya bisa lolos interview kali ini.


Selama perjalanan...


Lusi tampak termenung, dan tanpa di duga ditengah jalan tiba-tiba hujan turun begitu derasnya. Lusi yang berangkat dengan naik ojek itu pun mau tidak mau meneduh dulu disebuah warung. Karena hujan cukup deras dan tukang ojek itu tidak membawa jas ujan. Lusi pun hanya bisa sabar paling tidak sampai hujan mulai reda.


"Neng mau berangkat kerja atau apa ya?" Tanya Abang ojek.


"Saya mau interview bang, belum kerja"


"Waduh hujan jadi telat dong"


"Harusnya jangan sampai telat, tapi kalau menerobos hujan juga baju saya basah gak bisa lanjut interview. Gak apa-apa bang" ucap Lusi yang merasa panik sebenernya tapi Lusi berusaha untuk tetap tenang.


"Maaf ya saya lupa bawa jas ujan" kata Abang ojek.


"Gak apa-apa bang" jawab Lusi yang sedikit tersenyum untuk menenangkan diri dan si Abang ojek yang merasa bersalah.


Sebenernya kalau saja Lusi punya uang untuk naik taksi, Lusi akan naik taksi. Tapi Lusi tidak punya uang. Hanya cukup ongkos dengan naik ojek.


Jelang 30 menit kemudian bersukur hujan berhenti Lusi pun kembali melanjutkan perjalanannya.


Karena habis berteduh Lusi pun telat hampir satu jam, Lusi sampai pukul 14.00. Dan kebetulan jalan juga macet.


Sesampainya disana, benar saja pak Pandu selaku orang yang akan menginterview, langsung mencoret nama Lusi dalam daftar saat itu. Pak Pandu langsung menyoret karena ia merasa banyak yang lebih baik jauh daripada Lusi buat apa memaksakan dirinya. Kalau Lusi saja telat datang di hari penting yaitu wawancara kerja.


Lusi pun berlari menemui Pak Pandu saat itu.


"Pak, permisi saya Lusi maaf pak saya telat"


"Jam berapa ini" ucap Pak Pandu./ Ketus


"Jam 2 pak" jawab Lusi. " Maaf saya terlambat karena hujan jadi saya berteduh dulu sebentar"


"Saya sudah mencoret mu dari daftar, banyak yang yang mau daftar kerja disini bukan hanya kamu saja" tegas pak pandu.


"Pak saya mohon pak, saya mohon. Saya mohon ya pak" kata Lusi berulang kali yang seraya minat maaf dan meminta tolong.

__ADS_1


Pandu pun membuang wajahnya.


"Pak saya mohon, bapak harus tetap interview sebagai bentuk penghargaan diri saya yang sudah jauh-jauh datang kesini. Soal bapak mau terima atau tidak saya bekerja disini, itu terserah bapak. Tapi satu hal yang saya pinta tolong beri saya kesempatan untuk interview kali ini" ucap Lusi mengatupkan kedua tangan seraya memohon.


"Baiklah masuk ruangan" kata Pandu tegas.


Lusi pun masuk mengikuti Pandu kedalam ruangan. Lusi pun dipersilahkan duduk pada sebuah kursi yang sudah disediakan. Lusi pun duduk sambil menatap Pandu dihadapannya kini. Pria berumur 45 tahun itu mulai menginterview wanita berumur 28 tahun itu.


"Baiklah, nama kamu siapa?" Tanya Pandu.


"Saya Lusi Amelia" kata Lusi.


"Anak ke berapa dari berapa saudara" tanya Pandu.


"Saya anak pertama dari dua saudara"


"Sudah menikah atau belum?"


"Sudah pak tapi?"


"Tapi apa?"


"Saya single parent"


"Ouh... Sama kalau gitu"


"Sama seperti siapa?"


"Lupakan, kamu pernah kerja dimana?" Tanya Pandu lagi.


"Renata group"


"Yang udah bangkrut itu kan"


"Mmm"


"Hemm... Baiklah. Terus kamu mau gaji berapa?"


"Sesuai ketentuan perusahaan yang bapak pimpin" jawab Lusi.


"Apakah kamu siap ditempatkan dimana saja"


"Siap"


"Seberapa butuh kamu perkejaan ini"


"Saya sangat butuh pak, karena saya saat ini butuh untuk biayai hidup saya dan keluarga saya"


"Bisa mengoperasikan komputer"


"Bisa pak"


"Selamat kamu diterima diperusahaan ini. Kalau dilihat dari kesungguhan kamu, sepertinya kamu adalah orang yang pekerja keras. Dari surat lamaran kamu juga kamu punya prestasi yang baik, untuk saat ini saya terima kamu tapi tetap ada masa training selama tiga bulan jika kerja kamu bagus kamu bisa diperpanjang, tapi kalau tidak ya hanya sebatas waktu itu tiga bulan saja" kata pak pandu.


"Terimakasih pak, bapak terima saya. Saya akan bekerja dengan baik dan tidak menyiakan kesempatan ini


Terimakasih banyak pak" jawab Lusi tersenyum bahagia.


"Ya, kamu bisa pulang" Kata Pandu.


"Baik pak"


"Ya, kamu besok sudah bisa mulai bekerja"

__ADS_1


"Baik pak terimakasih"


Lusi pun tersenyum bahagia saat itu, Lusi pun bergegas pulang.


Tapi sayang saat ia ingin pulang tiba-tiba hujan turun kembali dengan deras. Lusi pun berteduh sejenak didepan kantor besar itu sambil menunggu guyuran hujan berhenti.


Lalu tanpa disangka dan di duga seorang wanita yang Lusi tidak tahu siapa, mengklakson mobilnya.


Lusi tidak tahu dia siapa, tapi sepertinya dia memang mengisyaratkan bahwa klakson itu sinyal untuk Lusi.


Lusi pun mengabaikan dan tidak peduli dengan bunyi klakson itu. Karena Lusi merasa suara klakson itu biasanya adalah dari pria yang memang genit apalagi hujan begini tidak baik menerima tumpangan.


Namun ternyata yang keluar dari mobil itu seorang wanita yang Lusi tak kenali.


Tampak seorang wanita memakai pakaian modis keluar dari mobilnya.


"Hallo"


"Ya..."


"Kerja disini " tanyanya.


"Baru besok mulai kerja karena habis selesai interview dan sekarang mau pulang" jawab Lusi.


"Kemana?"


"Jalan manggis"


"Oh bagaiaman kalau pulang bareng saya, kebetulan saya juga lewat jalan yang sama"


"Serius?" Tanya Lusi.


"Iya"


"Baiklah terimakasih" jawab Lusi.


Lusi akhirnya menerima tumpangan dari seorang wanita yang baru saja ia kenal. Karena kondisi hujan jadi tidak salahnya untuk naik mobil yang siap mengantar ia pulang.


Selama perjalanan Lusi pun bingung kenapa ada orang yang datang dengan jahat, tapi ada pula yang begitu baik seperti malaikat.


Lusi pun tampak tersenyum dengan kebaikan yang diberikan oleh seorang wanita itu.


"Oia nama kamu siapa?" Tanyanya.


"Nama saya Lusi"


"Oh kenalin nama saya Sarah" kata wanita muda dan cantik itu sambil tersenyum


"Salam kenal" ucap Lusi dengan senyuma.


"Terimakasih ya, kamu sudah mau antar saya. karena saya memang sangat butuh tumpangan agar cepat sampai rumah. Saya kepikiran terus kepada anak saya yang masih kecil" ungkap Lusi.


"Oh usia berapa?"


"Tiga bulan"


"Masih kecil banget, pantes saja" ucap Sarah fokus pada Lusi.


"Punya kamu basah" ucap Sarah yang cukup mengagetkan.


Lusi pun membulat mata saat melihat bagian dadanya yang basah bukan karena hujan melainkan karena ASI-nya merembes.


"Ya ampun sejak kapan ini terjadi" kata Lusi kaget sekaligus malu.

__ADS_1


"Ya ampun. Apa tadi pas wawancara kerja aku udah kebasahan seperti ini ya" kata Lusi yang mengerutkan keningnya tak percaya.


Sarah pun hanya tampak tersenyum dan memberikan tak memberikan komentar apapun. Akhirnya tak lama Lusi pun sampai di depan rumahnya.


__ADS_2