Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Bak kertas terbakar lalu hancur


__ADS_3

Tubuh Marisa masih tampak lemah. Diwajah dan tubuhnya masih banyak meninggalkan luka. Berikut juga dengan hatinya yang saat ini sedang terluka dan juga rapuh serapuh-rapuhnya. Bak kertas yang terbakar dan hancur berkeping-keping lalu tertiup angin.. Dan semua semakin terasa pahit disaat Marisa harus dihadapkan dengan kondisi dimana, kaki Marisa harus di amputasi akibat kecelakaan itu. Kaki Marisa harus diamputasi pada bagian kanan. Karena kaki Marisa mengalami luka parah dan tidak ada pilihan lain selain diangkat atau amputasi. Kalau tidak di amputasi juga akan berakibat fatal. Karena bagian kaki kanan yang sudah remuk dan jaringannya sudah rusak. Jadi Marisa harus kehilangan kaki kanannya, dari bagian bawah dengkul sampai bawah.


Dokter pun juga sudah berjuang keras untuk nyawanya. Nyawa nya memang bisa diselamatkan. Namun tidak untuk kakinya. Ya Marisa harus siap dengan kenyataan ini.


Tampak papa dan mama yang tampak gelisah dan sedih menunggu dokter yang sedang menangani Marisa. Lalu tampak dokter yang keluar dari ruangan.


"Bagaimana keadaan putri saya dokter?" ucap Papa pada seorang dokter berjenis kelamin laki-laki yang baru saja keluar menangani Marisa.


"Putri anda saat ini masih belum sadar. Bersyukur masih bisa diselamatkan. Hanya saja?"


"Kenapa dokter?" Tanya papa kepada dokter.


"kaki kanannya memang harus diamputasi karena tidak ada pilihan lain" ucap Sang dokter.


Papa pun tampak menghela napasnya. Sambil merasakan sedih yang sangat mendalam.


Papa pun tampak menangis sambil menutup wajahnya. Meskipun ia berusaha untuk menahannya.


Sementara mama, sudah dipastikan menangis histeris ketika mendengar penuturan dari dokter tersebut.


Lalu tak lama, seorang pria datang dengan perasaan bersalah akan kondisi Marisa terkini. Ia pun tidak menyangka semua akan terjadi. Meskipun semua terasa sulit semua ia harus lakukan untuk bertemu kedua orang tua Marisa.


"Saya meminta maaf atas kejadian ini" ucapnya meminta maaf


"Gara-gara kamu anak saya jadi seperti ini" ucap David sambil menarik kerah baju pria tersebut. "Tidak puas kamu menyebabkan kecelakaan waktu dulu. Dan sekarang kini kamu lagi yang melakukan nya"


Ya...


Entah takdir atau bagaimana? Pelaku yang menabrak Marisa itu adalah Rian. Rian kehilangan kendali saat membawa mobil kala itu. Ia membawa mobil dengan kecepatan penuh. Karena ia mendapati kabar bahwa putranya masuk rumah sakit. Dengan cepat ia pun menyusul ke rumah sakit. Pada saat itu Rian sedang mengadakan pertemuan dengan rekan bisinis nya disebuah restaurant. Dan langsung pergi saat mendengar kabar tersebut.


Namun na'as baru beberapa meter dari restaurant tempat ia meeting. Di tengah jalan terjadilah kecelakaan yang menimpa. Entah mengapa, mobil yang dikendarai Rian remnya blong. Dan kehilangan kendali sehingga menabrak Marisa.


Saat dirumah sakit.


"Maaf kan saya, saya akan bertanggung jawab atas semuanya" ucapnya Rian. "Berapa pun biaya yang dikeluarkan saya yang akan membiayainya. Saya yang akan membiayai semuanya"

__ADS_1


Dengan cepat pak David pun memukul Rian.


Buuuugggg....


"Kamu pikir dengan uang bisa mengubah segalanya, asal kamu tahu!. Saya tidak butuh uang kamu. Dan saya mau ini diselesaikan dengan proses hukum. Saya tidak mau menerima sepeser pun uang dari kamu"


Rian pun tampak ingin menangis, ia tidak menyangka dirinya akan menghadapi hal serumit ini. Satu sisi ia memikirkan anaknya yang sedang berada dirumah sakit. Namun satu sisi lagi, ia tidak bisa meninggalkan kasus tabrakan yang ia lakukan.


"Sebaiknya jangan kamu pernah coba kabur. Karena saya yang akan menghabisi mu"


Rian pun tampak gundah. Ia pun juga seolah kehilangan arah pada saat itu. Berharap semua akan baik-baik saja. Meskipun suasana masih tampak genting ketika itu.


Tak lama tampak Rian pun memutuskan untuk solat di masjid yang berada di dekat rumah sakit. Karena waktu sudah memasuki isya saat itu.


Rian dulu yang sebelumnya males-malesan dalam solat. Dan sudah mulai rajin karena Lusi yang sering mengingatkan Rian untuk solat. Dan perlahan ia pun mulai terbiasa akan hal itu.


Rian langkah kan kakinya. Rian pun solat isya, dan selesai solat. Ia memohon ampun. Serta meminta agar di beri kemudahan dengan apa yang menimpanya kali ini.


Dan tak sengaja ia bertemu dengan mama dari Marisa di depan masjid.


"Bu..." Ucap Rian menyapa . Mama marisa bernama Selly. Selly pun awalnya sinis melihat Rian. Namun tampak wajah Rian yang sangat sedih yang membuat Selly akhirnya sedikit membuka hatinya.


"Bu, saya pergi sebentar boleh. Karena anak saya pun sedang berada dirumah sakit saat ini. Nanti setelah saya sudah selesai menemuinya, saja janji akan kesini lagi"


"Anak kamu sakit?"


"Iya Bu"


"Tapi kamu harus pertanggung jawabkan kesalahan kamu"


"Pasti, saya akan kembali lagi"


Lalu dengan berat hati sebenernya, Selly pun membolehkan Rian pergi untuk urusannya.


.

__ADS_1


.


.


Rian ke rumah sakit untuk menemui anaknya dengan taksi. Karena mobil yang menabrak itu sudah pasti ditahan. Berikut dengan KTP dan STNK juga. Dalam hatinya terus saja ia merasa gunda gulana. Tidak tahu harus bicara bagaimana pada istrinya.


Sesampainya dirumah sakit. Tampak Lusi terlihat cemas karena suaminya yang sulit dihubungi dan tidak sampai-sampai itu.


"Bagaimana dengan Fabio?" Tanya Rian pada Lusi. Fabio adalah nama anak mereka


"Tadi ia kejang-kejang, badannya panas. Dan aku panik. Itu sebabnya aku menelpon mu. Namun kondisinya sudah lebih baik, karena sudah ditangani oleh doker" ucap Lusi sambil memandang Rian.


"Oh syukurlah" ucap Rian sambil meraup wajahnya. terlihat lega tapi belum sepenuhnya lega.


Dan Lusi seolah melihat wajah Rian yang sangat berbeda. Terlihat pucat dan tegang. Berbeda seperti biasanya. seperti ada masalah besar yang menggantung di pundaknya.


"Kamu seperti pucat? Ada masalah?" Ucap Lusi.


Namun Rian berusaha untuk menutupi kasusnya.. ia tidak mau jika Lusi ikut panik.


"Aku gak apa-apa kok"


"Yakin?"


"Yakin..."


******


hai..


hai..


hai..


nulis itu capek juga ya. Krn harus mikir... tp sesuatu yang sudah ditulis memang harus di selesaikan. mau bagus atau jelek ya tetap harus diselesaikan.

__ADS_1


__ADS_2