Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Tak sengaja bertemu


__ADS_3

Lalu setelah itu tampak terlihat Marisa dan Juna yang akan siap untuk pergi berbulan madu. Ia tampak mempersiapkan bajunya. Jika Marisa tampak repot beda dengan Juna yang santai saja dengan baju seadanya.


"Marisa bawa lah seperlunya yang kamu ingin pakai. Tidak usah yang sekiranya tidak perlu" kata Juna.


"Aku sengaja membawa baju kan biar keren pas kita poto-poto nanti" jelas Marisa.


"Marisa, bukan baju yang tapi penting kebersamaan. Dan satu lagi honeymoon kita berjalan lancar. Apakah kamu siap?" Tanya Juna.


"Oia tiket bulan madunya, apa perlu kita ajak Lusi" kata Marisa.


"Hehhe, ngapain kamu ajak dia. Kita kan mau bulan madu bukan studi tour. Dia pun gak akan mau ikut. Aku juga takut kalau ajak dia" kata Juna.


"Justru aku seharusnya yang takut. Takut kalau kamu salah kamar"ujar Marisa.


"Ya gak mungkin lah, masa aku gak bisa bedain mana istri sendiri mana bukan. Lagian kamu kan masih gadis beda sama Lusi yang udah gak perawan, gak mungkin level" jelas Juna.


"Halah, kemarin kejar kejar nangis nangis cinta sama Lusi. Kutunggu janda mu, siap menerima janda"


"Marisa yang cantik nya sampai ke ubun-ubun. Lusi itu emang cantik. Tapi lebih cantik istri sendiri, bohay istri sendiri dan hot istri sendiri"


"Heh, anak kecil gak boleh nakal ya"


"Umur boleh lebih kecil. Asal punya nya aku gede"


"Ih kesel ngeres pikirannya"


"Ya maaf ya, cuma bercanda aja. Lagi juga biar kamu gak kaku kaya kanebo kering"


"Eh itu ngomong-ngomong kumis dan jenggot udah panjang gak mau dicukur"


"Sengaja"


"Kenapa?" Tanya Marisa merasa heran.

__ADS_1


"Buat nanti malam pertama biar kamu ngerasain ada geli gelinya gitu"


"Ngeres"


"Gak apa-apa lagi kalau sama istri sendiri. Dah yuk siap-siap"


Lalu setelah mereka mengobrol kesana kemari. Mereka pun berangkat naik pesawat bersama sudah siap untuk pergi ke Bali. Untuk sesi malam pertama yang mengesankan.


Ya mereka memang sudah dapat tiket pesawat dan hotel gratis. Jadi Marisa dan Juna enak tinggal datang dan terima bersih saja.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan mereka pun sampai.


Setelah cek out dibandara mereka pun langsung mencari taksi untuk mereka taiki.


Selama diperjalan...


Juna tampak merangkul tubuh Marisa. Juna tampak begitu menjaga Marisa tidak ingin Marisa Marisa sampai kenapa-kenapa.


Sesampainya dihotel mereka pun cek in. Mereka pun masuk kedalam kamar hotel yang begitu mewah dan bagus. Begitu mewah dan serta memanjakan mata.


"Kita keluar dulu yuk Jun kita cari makan dibawah" pinta Marisa memegang tubuh Juna, untuk menahannya.


"Iya udah yuk ayo" jawab Juna pasrah. " Tapi abis makan kita main yah"


"Iyaa...."


Lalu setelah itu mereka pun keluar kamar hotel dan tanpa sengaja mereka bertemu Tanisa dibawah.


"Eh itu kan Tanisa" kata Marisa.


"Hey" ujar Marisa dan menghampiri Tanisa.


Tanisa pun tersenyum dan menghampiri mereka.

__ADS_1


"Kamu disini juga" tanya Marisa


"Iya sama siapa?"


Tiba-tiba seorang pria menghampiri berumur 45 tahun itu menghampir Tanisa. Dan itu adalah Deon.


"Mereka siapa Tanisa?" Tanya Deon.


"Kenalin om nama saya Marisa"


"Ini teman kamu"tanya Deon.


"Iya mas"jawab Tanisa.


Kata mas itu pun sontak saja membuat Marisa kaget.


"Bentar ini papa kamu kan"tanya Marisa yang teramat polos itu.


"Bukan" jawab Tanisa.


"Terus siapa?"


"Kami pasangan. Memang terpaut umur yang berbeda jauh. Tapi kita saling cinta"kata Deon menjelaskan.


Lalu Deon pun merangkul Tanisa sangat mesra.


Maris pun tampak heran melihat Tanisa. Juna juga ada disitu tapi ia enggan untuk berkomentar.


Setelah mereka pergi Juna dan Marisa pun tampak mengbrol.


"Hem Tanisa selera nya om-om. Aku bingung kenapa dia mau ya sama om-om"kata Marisa


"Entahlah" kata Juna. "Mungkin dia cewek simpanan. Kalau dari tampilannya emang seperti dia itu wanita simpanan"

__ADS_1


"Ah masa iya dia simpenan"


"Iya keliatan sih, semua juga akan memandang begitu. Kalau dari segi tampilan Tanisa yang pakai baju seksi. Dan om-om itu pasti punya uang banyak. Yaudah yuk gak usah urusin orang. Kita makan dulu ajah" pinta Juna.


__ADS_2