Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Pertemuan


__ADS_3

Tampak Marisa yang sudah sangat siap menuju Jogja untuk menemui sang pujaan hati. Semua urusannya ia tinggalkan dijakarta. Dalam hatinya hanya satu nama yang ia tuju yaitu Rian. Cukup empat huruf itu yang mampu ia bertahan lama dan betah jomblo hingga 10 tahun. Mengejar cinta itu bukan kewajiban. Tapi memperjuangkan cinta bagi Marisa itu keharusan. Tidak peduli dengan awal dan akhirnya akan seperti apa. Yang penting ia mampu bertemu Rian


Marisa tampak sampai di Jogja suasana Jogja terasa begitu khas. Marisa menempuh jalur udara hingga sampailah ia di Jogja.


Suasanan Jogja begitu terasa, sesuai suasana hatinya yang bahagia seperti mimpi indah yang bagi Marisa begitu terasa nyata.


Marisa pun dengan langkah kaki yang cepat berjalan. Seperti orang mau ngambil gaji..


Rasanya ia ingin sekali berteriak dan mengatakan yeeeeessss!!!!!! Aku berhasil..


Seperti habis wisuda ajh sih kamu mar!!!


Hemp ya perasannya seperti itulah. Yang Marisa rasakan.


Marisa pun memberanikan diri untuk hadir di sebuah acara reunian nanti sore di sebuah Restaurant yang ada di Jogja. Beruntung Marisa membawa surat undangan dari kak Angga jadi masuk tanpa perlu dicurigai,


Sore.. hari...


Banyak mobil yang sudah terparkir banyak yang sudah pada datang. Yapp Marisa datang telat. Tapi...


Semua bukan akhir dari segalanya...


Semua orang yang hadir saat reuni tersebut Marisa pandangi satu persatu. Mencari sang pujaan hati.. berharap wajah Rian tidak berubah jadi Hulk atau power ranger. Agar semua mudah saja bagi Marisa mencari pria yang bernama Rian itu.


Sampai acara sudah hampir habis.. tetap saja Marisa tak mampu menemukan batang hidung sang pujaan hati. Apakah ia tidak datang?? Ataukah ia sudah pulang??


Pertanyaan itu seolah terus menderu dalam hati Marisa yang masih saja tak mampu menemukan Rian di dalam kerumunan orang-orang di diacara reunion itu.

__ADS_1


Marisa pun tampak celingak celinguk seperti anak ayam kehilangan induknya. Mencari Rian ternyata tak semudah itu...


Lalu tiba-tiba Marisa tidak sengaja Marisa menabrak seorang pria dengan pakaian kemeja rapi berikut dengan jas. Marisa pun terjatuh hingga terduduk di lantai..


Tangan seorang pria itu pun diulurkan untuk membantu Marisa berdiri saat Marisa terjatuh. saat Marisa lihat. Itu adalah Rian.


"Riaann" ucap Marisa dengan mata berbinar penuh keharuan. Ingin rasanya Marisa menjambak Serta mencubit dirinya untuk membuat yakin bahwa orang yang berada dihadapannya itu benar adalah Rian.


Peluk rasanya ingin peluk, setelah 10 tahun tak melihatnya. Tapi tidak mungkin Marisa tak mungkin asal peluk bak Teletubbies. Harus sedikit jaim. Ya harus jaim sebagai perempuan.. benak Marisa.


"Kamu?? Gak apa-apa" ucap Rian sambil melihat ke arah Marisa.


"A..aku.. gak apa-apa" ucap Marisa menarik napas dalam sambil memandang Rian tanpa berkedip.


"Kaya kenal?" Ucap Rian.


"Aku juga kaya kenal kamu tapi siapa ya??" Ucap Marisa berpura-pura.


Namun Rian hanya tampak terdiam. Akhirnya Marisa yang bersuara duluan dan berpura-pura ingat kembali dengan Rian.


"Ini Rian kan" ucap Marisa.


"Kok lu tahu gue. Jangan bilang lu itu...." Ucap Rian berfikir dan akhirnya mengatakan " Marisa kan" ucap Rian.


"Thats right" Marisa tampak tersenyum. Memang kata itu yang Marisa tunggu.


"Tadi gue udah feeling bahwa lu Marisa..tapi gue takut salah karena setahu gue lu dijakarta"

__ADS_1


"Iya. Gue kebetulan lewat"


"Tapi bisa kebetulan gitu ya"


"Takdir"


"Takdir??


"Ia takdir"


"Bagaimana kabar? Sehat?" tanya Rian


"Alhamdulillah"


Rian pun hanya tersenyum.


Marisa pun langsung tampak memandang Rian.


Rian masih saja terlihat tampan, senyuman yang begitu menawan. Tak berubah sama sekali. Bahkan ia kini semakin terlihat dewasa dan wibawa. Rasanya tidak bisa bohong. Rasa itu masih ada seperti dulu. Saat Marisa mengenal Rian.


"Oh ya .. gue gak bisa lama-lama. Karena kebetulan gue lagi ada keperluan" ucap Rian tampak buru-buru.


"Hey tar dulu"


"Apa??"


"Gue minta nomer lu" pinta Marisa.

__ADS_1


Lalu tampak Rian. Memberikan kartu nama dirinya.


Marisa pun tampak tersenyum sambil melihat kartu nama yang kini di hadapannya. padahal Marisa ingin sekali mengbrol dengan Rian lama. namun sepertinya Rian sibuk. ya, paling tidak Marisa memiliki nomer telpon Rian. Dan saat Marisa melihat kartu nama Rian. Marisa sangat kaget ternyata Rian bekerja di Jakarta. oh itu artinya selama ini ia tidak jauh.


__ADS_2