Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Pilihannya Hanya Dua


__ADS_3

Keseokan harinya, Lusi pun tampak mendapatkan sebuah pesan singkat dari Gery. Bahwa Lusi diminta untuk segera menemui dirinya disebuah mall besar yang ada di Jakarta. Untuk membeli segala persiapan pernikahan untuk Gery. Lusi pun iya iya saja, karena memang itu adalah keinginannya untuk membantu mulai hal kecil dan hal besar dalam pernikahan milik Gery nanti. Lusi pun mau asal syaratnya satu, yaitu bukan malam hari.


Sesampainya disebuah mall terlihat Gery dengan tampilan parlente nya wangi dan tampan. Ah tampan itu bukan berati baik ya bestie. Lusi pun hanya menatap sesekali sekalipun dia sudah seperti ingin malam mingguan.


"Mana Liana?" Tanya Lusi yang melihat Gery hanya tampak sendirian.


"Aku ingin membeli beberapa item untuk pernikahan ku nanti" ucap Gery.


"Sebenernya pernikahan itu tidak ada yang ribet dan sulit. Hanya saja diri kita yang membuat semua terasa ribet dan sulit" ucap Lusi agar Gery tidak usah membuat dirinya semakin ribet.


"Kamu menikah sama Rian mas kawinnya apa?" Tanya Gery.


"Berlian"


"Aku bisa beliin kamu berlian" ucap Gery menatap Lusi sambil tersenyum.


"Aku gak minta apa-apa dari Rian. Cuma cinta dan keluarga bahagia. Itu saja, jadi berlian yang dia berikan bukanlah suatu hal yang aku pinta dari dia" ungkap Lusi.


"Kamu tahu Lusi?"


"Apa?"


"Aku selalu menyukai hal yang sama, seperti apa yang Rian sukai"


"Terus?"tanya Lusi.


"Termasuk kamu, aku menyukai apa yang sukai Rian dan termasuk kamu"


"Hemzz terimakasih. Aku sedang tidak mau membahas itu semua. Yang aku hanya ingin bahas adalah soal pernikahan kamu. Dan semua selesai tugas aku. Jika kamu sudah menikah" terang Lusi.


"Lusi? Sebenernya aku tidak akan mau menikah jika Marisa tidak menikah lebih dulu"


"Kenapa gitu?"


"Aku hanya ingin memastikan jika adiku bener telah bahagia. Setelah dia bahagia aku baru mau akan menikah"


"Bagus. Jadi intinya"


"Kalau kamu tanya kapan aku mau menikah itu sudah pasti setelah menunggu Marisa menikah"


"Ya terserah kamu saja"


Lalu Gery pun tampak berkeliling mall. Entah apa yang ia beli. Lusi pun hanya mengikuti saja dari belakang.


Namun tiba-tiba saja ada sesosok wanita yang Lusi tampak kenali..

__ADS_1


Lusi pun tampak terdiam saat melihat seorang wanita dihadapannya. Dan ternyata itu adalah Marisa. Marisa tampak sendiri disebuah mall sambil melihat-lihat. Lusi yang mengenal Marisa itu pun lantas memanggilnya dari jarak beberapa meter.


"Marisa"panggil Lusi dari kejauhan.


Marisa pun tak nampak menoleh sedikit pun.


"Marisa" panggil Lusi lagi.


Namun masih tak menegok. Malah tampak menghindar. Lalu pergi.


"Sepertinya dia marah sama kamu" ungkap Gery yang tahu Lusi diabaikan oleh Marisa. Meski saat itu Marisa tahu akan keberadaan Lusi.


Lusi pun tampak terdiam sejenak dan berfikir.


"Apa iya?" Tanya Lusi heran..


Dia tak pernah begitu sebelumnya, apakah karena gaun kemarin yang tak sengaja terbuang itu. Batin Lusi.


"Kamu gak lagi berantem kan"tanya Gery.


"Gak kok" jawab Lusi.


"Yaudah jadi kita sampai mana?" Ucap Gery.


"Sampai sini" terang Lusi


"Kan kamu bilang sendiri, kalau kamu gak akan menikah kalau Marisa belom menikah. Itu otomatis aku sebagai WO kamu gak guna membahas yang belum pasti. Daritadi kita muter-muter, bolak balik tapi gak jelas mau apa dan beli apa. Gery, aku udah capek ya sama kamu. Lebih baik, aku pulang dan gak mau bahas ini semua dulu" ungkap Lusi yang merasa lelah .


"Oke sekarang kamu boleh pulang. Sebenarnya aku hanya ingin jalan sama kamu aja berdua dan gak lebih. Aku sengaja lakukan itu sebelum aku menikah dengan wanita yang tidak aku cintai" ungkap Gery


"Gery pernikahan kamu bukan kematian buat kamu. Buat apa kamu dramatisir segala. Dan kamu bersyukur harusnya, masih ada wanita yang mau sama kamu. Kamu itu gak sadar kamu siapa? Dan asal kamu tahu masalah kita sebenarnya belum beres. Kalau pernikahan kamu dan Liana selesai. Aku akan tetap tuntut kamu atas kegugurannya kandungan aku" ucap Lusi tampak tegas.


Lalu dengan cepat Gery pun menarik badan Lusi dan mendorongnya dengan kuat.


"Maksud kamu apa? Bicara seperti itu. Kamu mengancam aku" jelas Gery dan langsung mendorong Lusi dengan kuat ke tembok dan menatap tajam Lusi


Brugghhhh...


"Beraninya kamu mengancam aku. Aku bukan pria sembarangan yang bisa kamu ancam. Walaupun aku cinta sama kamu. Tapi bukan berati aku tidak bisa bermain kasar sama kamu. Bersikaplah yang manis. Jika semua jalan hidup kamu ingin baik-baik saja" ucap Gery terlihat tampak memegang tangan Lusi dengan kasar.


"Aku juga bukan wanita yang pantas kamu jadikan tumbal untuk kamu sakiti. Kamu pikir aku ini apa? Sekarang kenapa kamu begitu tega sama aku. Aku salah apa sama kamu" ancam Lusi balik.


"Aku akan lepaskan kamu dan gak ganggu kamu lagi, tapi ada syaratnya. Dan aku juga janji tak akan menyakiti kamu lagi"


"Apa?"

__ADS_1


"Apakah kamu bisa jadikan Marisa untuk menikah dengan ku"


Deg..


Lusi pun tampak kaget saat mendengar nama Marisa yang Gery sebut.


"Kamu sudah gila. Dia adik mu" ucap Lusi kesal.


"Kalau begitu bagaimana caranya aku mendapatkannya?" Tanya Gery menatap Lusi.


"Aku tidak tahu, aku bukan tuhan"


"Itu sebabnya "


"Lalu jika kamu menyukai Marisa untuk apa kamu mengejar aku" ucap Lusi tak habis pikir.


"Karena kamu cantik"


"Selain itu?" tanya Lusi menatap tajam.


"Kamu adalah orang yang bisa membuat ku lupa pada Marisa. Namun ternyata kamu juga susah untuk dimiliki seperti halnya Marisa" jawab Gery.


Lusi pun tampak terdiam.


"Mama ku pernah berpesan. Kalau aku tidak boleh menikahi Marisa. Dan aku boleh menikahi siapa saja. Wanita mana saja. Itu sebabnya aku memilih kamu. Sekalipun kamu istri Rian, aku tidak peduli. Kamu satu-satunya wanita yang bisa membuat aku lupa pada Marisa" jelas Gerym


Lusi pun tampak terdiam dan bingung harus bicara apa.


"Jadi bagaimana? Mau kamu apa? Pilihannya hanya dua. yaitu kamu cerai dan menikah dengan aku. Atau aku menikah dengan Marisa dan tanpa peduli dia adalah adik kandung ku"


"Aku tidak tahu. Yang aku tahu kamu harus nikahi Liana. Tidak dengan ku, ataupun Marisa" ucap Lusi menjelaskan.


"Aku bilang hanya dua bodoh. Apakah kamu mau, meninggalkan Rian. Dan menikah dengan ku" ujar Gery.


Lusi pun tampak menggeleng.


"Aku tidak mau, yang aku tahu kamu harus menikahi Liana" ucap Lusi penuh penekanan.


"Kamu masih tidak mau juga. Baiklah, Jika kamu masih tidak mau mengorbankan dirimu untukku. Dengan terpaksa, aku akan menikahi Marisa. Bagaimana pun caranya dan bagaimana pun jalannya. Meski aku tak peduli dengan cara yang salah" ucap Gery melepaskan Lusi dan tampak meninggalkan.


"Gery" panggil Lusi tampak menarik tangan Gery.


Namun Lusi malah didorong hingga terjatuh.


Dan Gery pun menatap Lusi tajam.

__ADS_1


"Jangan pernah ceritakan kepada siapapun, kalau aku menyukai Marisa. Awas kalau kamu sampai berani bilang kepada orang-orang" ancam Gery pergi.


Lalu Gery pun tampak pergi meninggalkan Lusi tanpa peduli Lusi yang jatuh ia dorong.


__ADS_2