Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Aku tahu kamu mencintai ku, hanya saja...


__ADS_3

Dengan rasa kesal dan amarah yang begitu memburu Rian pun kesal dengan apa yang baru saja disampaikan oleh istrinya.


Dengan cepat Rian pun bangkit dari duduknya dan beranjak pergi untuk menemui Gery lalu menghajarnya.


"Ini tidak bisa dibiarkan" ucap Rian langsung bangun dan berdiri.


"Kamu mau kemana?" Tanya Lusi.


"Aku akan mendatangi pria kurang ajar"


"Rian, aku mohon jangan sekarang aku takut malah kamu yang kenapa-kenapa" ucap Lusi takut.


"Aku tidak bisa diam begini, aku akan menghajar habis dirinya" ucap Rian pergi dengan langkah kaki yang kasar. Rian pun keluar rumah dan naik ojek untuk menemui Gery dikantornya.


"Rian..." Teriak Lusi yang mengejar Rian namun Rian secepat itu pergi.


Lusi pun tampak tak bisa mengejarnya karena Rian sudah jalan lebih dulu.


"Kenapa dia?" tanya Renata yang tampak bingung didepan rumah melihat Rian yang marah.


Lusi pun tampak pergi dan mengejar Rian. Karena Lusi tahu kalau Rian pasti akan kalah bila melawan Gery.


....


Rian pun pergi ke tempat dimana Gery berada, Gery saat ini dikantornya. Rian tahu akan hal itu karena sebelum pulang Rian menemui secara tak sebelum sampai rumah.


Dengan langkah kaki yang cepat dan kasar akhirnya Rian pun sampai dikantor Gery.


Rian pun tampak mengetok pintu dengan kasar.


Brukkk.. brukkk... Rian tampak menggebrak nya bukan mengetuknya.


Tanpa menunggu pintu itu terbuka Rian pun langsung membukanya terlihat Gery yang sedang melihat foto-fotonya dengan Lusi yang sedang memakai baju pengantin bersamanya, dan Gery tampak senyum senyum sendiri saat itu.


"Brngsk" teriak Rian pada Gery.


Gery pun membulatkan matanya saat melihat Rian yang berada di ruangannya. Lalu dengan cepat Rian pun menarik kerah baju Gery dan langsung melayangkan pukulan kepada wajah Gery.


"Apa-apaan ini" ucap Gery kaget.


"Berisik beraninya kamu mencium istriku" ucap Rian menarik Gery sekali lagi dan memukulnya.

__ADS_1


Gery pun tampak terjatuh dan terluka pada bagian bibirnya yang kini berdarah, Gery pun lantas mengusap darah dibawah bibirnya sambil senyum menyeringai.


"Beraninya kamu memukul ku, hah!!! Beraninya kamu" ucap Gery kesal. Dengan cepat Rian pun langsung memukul balik Rian.


Saat Rian terjatuh, Gery pun langsung memanggil orang suruhan untuk memukuli Rian hingga babak belur. Rian pun lantas luka-luka dengan pukulan yang berulang itu yang dilakukan tiga orang suruhan dari Gery.


"Aku tidak akan memukul mu, kalau kamu tidak memukul ku" seru Gery kesal.


Tak lama Lusi pun menyusul ketempat Gery dan Rian bertemu.


Alangkah kagetnya Lusi saat melihat suaminya dipukuli oleh orang suruhan Gery.


"Hentikan......!!!! Aku mohon hentikan!" Seru Lusi kaget melihat suaminya yang dipukuli.


Gery pun juga kaget saat Lusi datang menyusul suaminya.


"Stop!!?? Stop. Jangan pukuli lagi" pinta Lusi yang kaget melihat suaminya dipukuli


"Hentikan bro!!!!" Perintah Gery.


"Aku kira kamu gak akan datang, ternyata kamu datang juga untuk menjemput suami mu ini. Kalau bukan karena kamu yang memintanya aku takan biarkan Rian lepas dari tangan ku Lusi, aku pastikan ia akan habis malam ini" ucap Gery.


Lusi pun langsung memeluk suaminya yang tampak terluka itu.


"Lusi sayang, aku tidak akan memukulinya kalau bukan dia yang datang duluan untuk memukuli aku. Aku juga tidak akan menghajar nya kalau bukan dia yang menghajar ku duluan. Jadi sebelum kamu marah atau menuduh ku, tanya kan dulu pada suami mu ini" ucap Gery tersenyum miringnya.


Lalu Gery pun tampak melihat Lusi dari atas kebawah sembari senyum dan lalu berjongkok untuk melihat Lusi dari dekat.


"Mana gaun yang tadi kenapa kamu melepaskan nya" ucap Gery tersenyum.


Lusi pun masih tampak memeluk suaminya yang masih terluka itu.


" Oia satu lagi Lusi, aku pikir setelah aku memberikan banyak makanan dan uang kepada kamu, kamu tidak akan mengadu apa-apa dengan apa kita lakukan siang tadi. Ternyata kamu masih saja mengadu padahal jelas kita lakukan atas dasar suka sama suka" ucap Gery kepada Lusi sambil membelai lembut pipi Lusi.


Tiba-tiba...


Dengan cepat Lusi pun menampar Gery.


Plaaaakkkkk.......


"Aku tidak pernah meminta nya, jangan pernah memfitnah ku!!!" Ucap Lusi kesal.

__ADS_1


"Hmm.. siapa yang memfitnah. Kamu menyukai ku kan. Hanya saja kamu yang memutar balikan fakta agar nama kamu baik didepan orang dan nama aku yang jelek" ucap Gery.


"Jangan bicara sembarangan!!!" lalu dengan cepat Lusi pun tampak memukuli Gery Lusi tampak kesal.


Gery pun hanya tampak tersenyum sendiri melihat Lusi yang marah, karena pukulan Lusi bagi Gery tak ada artinya sama sekali. Tak ada rasa sakit yang berati bagi Gery.


Bukannya kesakitan...


Justru ..


Tangan Lusi malah dipegang oleh Gery dengan sangat kuat dan Gery malah tampak semakin nafsu melihat Lusi yang dihadapannya dan kini Gery malah tampak semakin berada dekat dengan Gery, Gery pun berbicara diwajah Lusi.


"Apakah kamu ingin membunuh ku?" Tanya Gery sambil memandang Lusi sambil menjilat bibir atasnya, menandakan bahwa dirinya memang nafsu pada Lusi.


"Aku bukan hanya membunuh mu, tapi membawa mu ke neraka!" Teriak Lusi.


"Kamu mau membunuh ku, bunuh lah aku!!! Aku akan biarkan dirimu membunuh, aku kasih kamu cutter ini. Tusuk aku , tusuk!!!!" ucap Gery memberikan ke tangan Lusi.


"Cepat tusuk aku jika dirimu memang akan merasa puas, Lusi" kata Gery lagi.


Lusi pun langsung terdiam dengan apa yang dilakukan oleh Gery. Lusi kenal hukum ia takan mungkin membunuh seseorang sekalipun ia sangat membencinya.


"Kenapa diam, hah!!! gak berani, gak berani kamu bunuh aku. Gak ayo Lusi bunuh aku. Aku ingin tahu sejauh apa kamu berani melukai ku!!!!" ucap Gery memandang Lusi tajam.


"Gery!!! Kamu benar-benar gila, kamu benar gila kamu!!!!!" Ucap Lusi yang semakin kesal.


"Aku tidak mungkin membunuh siapapun, sekalipun aku membenci orang. jangan pernah paksa aku untuk membunuh" kata Lusi kesal.


"Hah, aku semakin yakin jika kamu memang mencintai ku kan" kata Gery.


"Cinta??? hanya orang gila yang bilang cinta pada orang seperti mu"


Gery pun tampak tertawa melihat Lusi yang kesal. "hahahaha"


"Aku tidak ada waktu untuk bicara orang tidak waras seperti mu!!!"


Lusi pun langsung pergi memapah suaminya untuk pergi dari tempat itu. Suaminya tampak berjalan sedikit tergopoh-gopoh, dan Lusi tampak membawa nya sambil menjatuhkan air matanya. Lusi tidak menyangka didalam kehidupan sesulit ini, mengapa ada orang yang begitu tega membuat hidupnya semakin menderita.


Lusi serasa ingin menjerit dan menangis menumpahkan semuanya saat ini juga. Namun ia hanya lakukan didalam hatinya. karena Lusi tidak mau semakin diremehkan oleh Gery karena Lusi yang terlihat lemah.


Saat Lusi pergi, Gery pun tampak memandang Lusi tajam yang memapah suaminya yang terluka itu. Dalam batin Gery pun tampak berbicara pada dirinya sendiri sambil tersenyum menyeringai.

__ADS_1


"Lusi.. aku tahu kamu takan bisa melukai ku apalagi membunuh ku, aku tahu kamu tidak bisa lakukan itu karena kamu memang mencintai ku. Ya aku yakin kamu memang mencintai ku. Dari dalam lubuk hatimu kamu sangat lah mencintaiku, hanya saja mungkin saat ini kamu belum bisa mengungkapkan perasaan mu itu "batin Gery sambil melihat kepergian Lusi.


__ADS_2