Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Lusi dibawa pergi


__ADS_3

Keesokan harinya Gery pun datang ke rumah Lusi, dengan maksud dan tujuan untuk menikahi Lusi karena Gery sudah mendapatkan jalan menuju apa yang ia inginkan yaitu menikahi Lusi.


Sebenernya Gery yakin tidak yakin Lusi akan mau bila dinikahi oleh dirinya tapi tidak ada salahnya dicoba demi apa yang ia cita-citakan untuk mendapatkan orang yang ia cintai terwujud. Dan Gery pun akan memberikan semua yang Lusi pinta untuk menjadi mahar pernikahan asalkan ia dapat mencintai Lusi Wanita yang ia idam-idamkan itu.


Lalu dengan penuh keyakinan Gery pun melangkah untuk datang ke rumah Lusi yang saat ini ia memang tinggal bersama orang tuanya.


"Permisi" ucap Gery yang berdiri sambil mengetuk pintu.


Tiba-tiba ibu dari ibunya terlihat panik sambil menggendong Fabio.


"Ada apa Bu?" Tanya Gery saat itu kaget melihat ibu nya Lusi yang terlihat terburu-buru.


Gery pun juga melihat Fabio yang sedang menangis dan terlihat kejang yang digendong oleh ibunya Lusi dan membuat Gery sangat penasaran


"Ada apa Bu dengan Fabio?" Tanya Gery menanyakan keadaan Fabio yang sedang tidak baik-baik saja.


"Fabio sakit badannya panas sekali" ucap ibu nya Lusi.


"Ayoo Bu kita bawa kerumah sakit" ucap Gery yang membantu ibu dari Lusi untuk membawa Fabio ke rumah sakit, dengan mobilnya.


Selama perjalanan Gery memang tidak melihat Lusi sama sekali.


Saat itu Fabio masih didekap dalam dekapan ibunya.


Karena Gery bingung yang tak melihat Lusi akhirnya Gery pun bertanya.


"Bu Lusi kemana?" Tanya Gery sambil menyetir.

__ADS_1


"Lusi dibawa pergi oleh orang lain" kata ibu yang sedih juga mengingat putri nya yang tak disampingnya.


"Dibawa pergi!!!!" Ucap Gery kaget.


"Iya, karena dia terlilit hutang ia dibawa pergi" ucap sang ibu yang membuat Gery smekin tak percaya.


Ucapan sang ibu membuat Gery semakin penasaran dengan kondisi Lusi saat ini.


Namun Gery harus membawa Fabio kerumah sakit dan Fabio harus lansung ditangani oleh dokter. Gery tidak banyak menanyakan lagi perihal tentang Lusi karena saat itu Gery pun juga sangat khawatir dengan putranya Lusi yang badannya sangat panas.


Hingga akhirnya sampai dirumah sakit, Fabio pun langsung ditangani oleh dokter. Dokter pun mengatakan bahwa Fabio saat ini terkena DBD dan perlu perawatan intensif dirumah sakit.


Fabio pun diinfus pada bagian tangannya.


Beberapa saat kemudian.


Yang sebelumnya Fabio terlihat menangis dan kejang karena panas tinggi. Kini ia tertidur dan lebih baik.


"Mana Lusi pak, apa benar dia dibawa pergi" kata Gery menayakan hal tersebut.


"Dia di bawa pergi oleh pria yang tak ia kenali. Bapak tidak tahu siapa?"


"Tapi bapak ingat namanya?" Tanya Gery.


"Bapak tidak ingat jelas, tapi bapak tahu siapa nama assitennya saat itu" ucap Ayah.


"Pak kenapa bapak tak cegah agar Lusi tidak dibawa, bagaimana keadaan dia nanti disana pak.. pasti dia kasihan sekali ketakutan" ucap Gery yang tak percaya dengan smua yang lusi alami saat ini.

__ADS_1


"Justru itu, bapak pun juga tidak mau namun mereka semua berbadan besar. Bapak tidak banyak berkutik saat itu mereka juga memukul bapak" jelas dari ayah Lusi.


"Kenapa bapak gak bilang sama saya akan hal ini" ucap Gery yang sedih mendengar berita itu.


"Saya bingung harus bicara pada siapa" ucap Ayah Lusi yang sejujurnya ia sangatlah merasa bersalah.


"Baik katakan siapa nama asisten dari orang yang membawa Lusi"


"Namanya Edy. Bapak tidak ingat jelas tapi.. bapak ingat dia seperti memakai logo di kemeja nya. Dan bertuliskan DSW" jelas Ayah Lusi.


Dsw memang adalah perusahaan yang saat ini keluarga Demian pegang. Saat itu Gery pun mulai tahu dan berusaha mencari dan menemukan Lusi.


Sementara itu Lusi dibawa tempat dan itu masih disebuah rumah besar yang Lusi tidak tahu kini ia berada dimana. Rumah itu terlihat sunyi dan sepi Lusi pun tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ini dalam hidupnya. Lusi hanya mampu menangis dan ketakutan melihat banyak pria yang ia tidak kenal berada dihadapannya. Dalam keadaan hamil itu pun Lusi sedih karena tidak ada yang menyanyangi dirinya secara tulus.


"Hiks hiks hiks, aku mohon lepaskan aku dari sini" ucap Lusi sambil menangis.


Lusi pun dibawa sebuah ruangan yang seperti gudang.


Lusi pun didudukan disebuah kursi dengan tangan terikat kebelakang. Dan saat itu hanya terlihat Deni yang memandang Lusi dengan tatapan kesal dan benci.


Lusi pun tertunduk sambil menangis. Karena ia memang tidak menginginkan berada dalam posisi yang serba salah dan sulit ini.


Lusi tak berani menatap pria yang sudah berumur 57 tahun itu namun terlihat sangar. Badannya yang kejar membuat Lusi takut pada pria yang sudah tua itu.


Dan tiba-tiba pria itu, ya pria yang bernama Deni itu membanting sebuah pot bunga yang ada dimeja dan membuat pot bunga itu pecah.


Prrrrraaanggggg....

__ADS_1


Apa yang dilakukan Deni sungguh membuat jantung Lusi nayris mau copot.


"Jadi kamu!!! Kamu wanita yang Karina bilang. Bahwa Demian mencintai wanita lain!!! Dan itu orang nya kamu , iya!!! katakan siapa kamu!!" Ucap Deni mencengkram wajah Lusi kasar sambil menatap Lusi tajam dan sinis.


__ADS_2