
Lalu setelah itu tampak Juna dan Marisa yang setelah makan malam mereka pun naik keatas untuk persiapan malam pertama.
Juna dan Marisa pun tampak mempersiapkan diri. Marisa berkali-kali menarik napasnya dan mengeluarkannya.
Dihotel yang tampak mewah itu Marisa berusaha untuk tetap tenang walau hatinya tidak lah cukup tenang.
Marisa pun tampak memakai lingerie yang dibawa itu. Supaya Juna terkesan dengan malam pertama yang nanti ia akan lakukan.
Saat Marisa memakai lingerie dia pun melihat Marisa begitu kaget. Pasalnya Marisa begitu cantik dan seksi.
Juna pun tampak terkesima melihat Marisa saat itu.
Juna pun langsung mendekati Tanisa dengan cepat. Lalu dengan cepat Juna pun membelainya mesra dan. Langsung menggendong tubuh Tanisa ke atas ranjang untuk segera menikmati malam pertama itu.
Lalu Juna pun mencium setiap lekuk tubuh Marisa yang terlihat putih dan bersih.
"Marisa kita ciuman dulu ya"
Lalu Juna pun tampak mencium bibir Marisa dengan lembut.
"Buka mulutnya ya. Biar lidah aku bisa sampai ke dalam sana" kata Juna.
Marisa pun tampak membuka mulutnya lebar. Mereka pun tampak berciuman.
Tangan Juna pun sontak saja bermain perannya dengan kesana kemari. Hingga ia juga melepaskan baju Marisa.
Kini saat sudah Marisa tanpa menggunakan sehelai benang pun. Juna memasukan benda pusaka itu.
Namun tampak susah karena ia masih perawan.
Dan Juna tampak sekali lagi.
Hingga beberapa kali Juna melakukan. Barulah Juna tampak menjebol keperawanan milk Marisa.
Marisa pun tampak berteriak kesakitan. Namun Juna tampak tak peduli karena ia sudah tak tahan.
Dan Juna pun berhasil menggoyangkan pinggangnya keatas dan kebawah.
Setelah selesai Juna pun memeluk badan Tanisa. Yang pada akhirnya ia bisa kuasai.
Lalu sementara itu...
Gavino tampak mencari tahu dimana Tanisa tinggal kini. Ya dia tahu bersama Deon. Tapi ia tidak tahu Deon tinggal dimana. Setelah itu ia pun ke rumah Deon yang ada di Jakarta yang Tanisa dan Deon tempati.
Tapi sayang sesampainya dirumah itu Tanisa sudah tak ada. Rumah itu tampak kosong dan sepi. Bahkan ada tulisan bahwa rumah itu dijual. Gavino pun tampak merasa kesal. Dengan semua itu.
Tanisa kamu dimana sekarang. Apakah kamu sudah tidak mencintai ku sehingga kamu pergi. Bahkan kau tak mau mengenal ku sama sekali lagi. Tanisa aku mohon jangan tinggalkan aku. Tanisa...
__ADS_1
Ya, sampai hingga saat ini Gavino belum bertemu dengan Deon. Semenjak pertemuan Gavino dan Deon waktu itu. Memang Deon tiba-tiba saja memutus hubungan kerja sama secara tiba-tiba. Dan Gavino belum bertemu sama sekali dengan Deon saat itu hingga kini. Sehingga ia tidak tahu Deon ataupun Tanisa kini.
Lalu Gavino pun pulang dengan kaki yang begitu berat dan langkah yang berat. Karena ia tak mampu menemukan Tanisa sekali lagi.
Sesampainya dirumah.
Gavino malah mendapat berita yang tidak ia duga. Gavino mendapati berita bahwa dia akan dijodohkan oleh seorang wanita. Dan hal yang paling ia kaget adalah itu adalah anak Deon.
"Siapa dia?" Tanya Gavino kaget.
"Dia Dea" ucap mamanya Gavino. "Kami akan berencena menjodohkan mu dengan putri pertama Pak Deon"
"Apa? dijodohkan dengan dia. Aku tidak mau" ucap Gavino keras. Tampak tak mau melihat wanita itu sama sekali.
"Gavino kamu harus mau. Dia dari keluarga baik-baik terpandang. Bahkan dia setara dengan keluarga kita. Mamanya Dea sudah sangat setuju dia baik dan cantik"jelas sang mama.
Lalu Gavino pun tampak terlihat kesal. Ia tak menyangka akan hal itu. Hal diluar dugaan nya itu.
"Asal mama tahu, dan untuk kamu Dea kamu pun harus tahu. Papa kamu selingkuh dan dia sudah membawa pacarku entah kemana? Aku tidak mencintai siapa-siapa apalagi kamu Dea. Cuma Tanisa, cuma Tanisa dalam hatiku. Tanisa Dalam hatiku" jelas Gavino.
"Kamu mau menikah dengan siapa? Siapa itu Tanisa. Apa dia wanita baik-baik. Apa dia terpandang. Apakah dia dari keluarga yang setara dengan kita?" Ucap Mama tak percaya dengan apa yang dikatakan Gavino.
"Cukup ma??? Cukup Gavino tak mau menikah dengan siapa-siapa selain Tanisa. Gavino tidak peduli dengan wanita yang baik atau buruk. Terpandang atau tidak. Bagaimana pun keadaanya Gavino hanya menginginkan Tanisa seorang" ucap Gavino sambil menjatuhkan air matanya.
Lalu Gavino pun berjalan dengan langkah kaki yang begitu kasar.
BRAAAAAAAAGGGGGG....
Gavino pun tampak menangis didalam kamar. Bahwasanya yang ia ingin temui dan ia mau nikahi hanya Tanisa. Ya, hanya Tanisa.
.
.
.
Lalu sementara itu terlihat Tanisa yang masih hidup bersama Deon.
Tanisa tampak berkali-kali menjatuhkan air matanya bila tak bersama Deon. Tanisa sering menjatuhkan air matanya. Ia sakit sesakit nya perasaannya saat ini. Dalam hati nya hanya Gavino pria yang ia sangat cinta. Sekalipun Deon yang sudah membebaskan dirinya dari belenggu hitam yaitu lepas tempat prostitusi itu. Namun hati Tanisa terasa sakit dan sakit.
Ditempat itu disebuah hotel mewah itu. Tanisa hanyalah menjadi budak pemuas nafsu untuk seornah pria bernama Deon. Hidupnya dalam genggaman tangan orang lain.
Dalam kesendirian Tanisa tampak menangis. Jika bisa ia tidak dilahirkan Tanisa sebetulnya lebih ingin tidak dilahirkan didunia ini. Tidak mau merasakan semua kegetiran hati ini. Hati Tanisa merasa sakit mana kali ia berulang kali melayani pria yang tak ia cintai itu. Berulang kali Tanisa melakukannya, berulang kali juga hatinya sakit.
Dan saat itu juga. Ya saat itu juga berita mengejutkan Tanisa dapatkan dan itu membuat hati Tanisa sakit dan perih.
"Tanisa aku menikahi mu nanti ya, setelah anakku menikah dulu" ucap Deon.
__ADS_1
"Dan memang itu mau ku kita jangan menikah dulu" kata Tanisa senang karena akhirnya Deon mengundurkan acaranya.
"Iya tapi setelah itu kita akan menikah ya"
Tanisa pun terdiam.
"Kamu tahu Tanisa. Anak pertama saya, Dea.Aku akan menikahkan dia dulu. Tadi mamanya telepon bahwa ia akan segera menikah dia dijodohkan dengan pria yang bermana Gavino"
Deg..
Hati Tanisa tampak kaget mendengar kata Gavino.
"Siapa kamu bilang?"
"Gavino"
Seketika hati Tanisa tampak perih. Tanisa kehilangan kata-kata lagi. Dengan apa yang dikatakan oleh Deon.
Tanisa seolah kehilangan arah lagi. Tanpa ia sadari air matanya terjatuh. Tanisa pun berlari ke kamar mandi.
Tanisa menangis. Ia tak pernah menyangka bahwa perasaannya akan sesakit ini.
Gavino .. Gavino.. aku sangat mencintaimu.. aku sangatlah mencintaimu...
Tiba-tiba Deon masuk kedalam kamar mandi. Tanpa mengetuk atau apapun itu. Dan melihat Tanisa yang sedang menangis.
"Kamu menangis. Kamu menangisi pria itu, hah!!!" Kata Deon pada Tanisa. Melihat Tanisa yang menjatuhkan air matanya.
"Kamu sakit, kamu cinta sama dia!!!" kata Deon dengan kata yang terdengar keras itu.
Tanisa pun tampak mengakui dan mengangguk.
"Iya aku mencintainya. Aku sangat mencintainya" Tanisa pun langsung menangis.
Lalu Deon pun langsung menampar wajah Tanisa.
Plaaaaaakkkkk...
"Aku tidak mau mendengar kata-kata itu" Deon kesal.
Lalu Deon pun langsung menarik wajah Tanisa dan mencium bibir Tanisa.
Hati Tanisa begitu sakit mana kala Deon melakukan itu.
Tanisa pun tampak bersedih rasanya ia tak sanggup.
Deon pun keluar dari kamar mandi. Dan Tanisa pun tampak masih menangis. Hatinya sungguh hancur dan sangatlah hancur.
__ADS_1
Batinnya terus memanggil nama Gavino.