
Keesokan harinya, tepat hari ini. Hari dimana Demian pergi meninggalkan Lusi dengan sebuah tugas yang diberikan oleh papanya.
Lusi memang tidak cukup tahu tentang Demian secara pribadi. Bagi Lusi itu tidaklah penting dan tak ada gunanya. Untuk apa? Nyatanya Lusi hanya wanita yang bukan temanya, bukan kekasih dan bukan siapa-siapa, untuk apa harus mempedulikan soal latar belakang kehidupannya.
Lusi pun berniat ingin membuka lemari, karena Lusi sadar saat dibawa pergi ke tempat dimana ia tempati itu. Lusi tidak membawa sehelai baju pun jadi mau tidak mau Lusi harus ada yang ia pakai kali ini. Dan sebelum Lusi membuka lemari itu, terlihat sebuah tulisan yang bertuliskan 'pakailah baju didalam lemari ini sesuka mu' tulis tangan Demian yang ternyata sudah mampu membuat Lusi memahami Demian sudah menginjinkannya.
Lalu Lusi pun memilah baju yang ternyata memang bagus semua, dan terlihat elegan dan anggun itu. Lusi pun memakainya dan cari yang pas dengan kondisi perutnya yang tengah mengandung tujuh bulan saat ini. Semua baju tampak indah dan bagus didalam lemari pakaian. Dan memang sepertinya itu adalah baju milik adiknya.
Lusi pun selesai memakai baju ada seorang pria yang mengetuk pintu.
Lusi pun membukanya, saat Lusi membuka ternyata itu adalah bodyguard dari Demian yang membawakan sarapan pagi.
"Nona ini sarapannya. Makanlah dikamar, tuan Demian melarang nona keluar. Jadi nona saya harapkan tidak lari kemana mana" ungkap pria itu dengan badan yang tegap dan berisi.
Lusi pun melihat ada sandwich dan segelas susu.
"Sarapan pagi nya lalu siangnya aku makan apa?" Tanya Lusi.
"Steik daging dan sate ayam" jawab Beni.
"Boleh saya request"
"Apa?" Tanya Beni
"Gado-gado pakai lontong aja"
"Lalu makanan itu yang sudah dipesan mau dikemana kan?"
"Untuk kamu saja, yang tadi aku request bisa kan membelikannya" tanya Lusi.
"Bisa"
Lalu tak lama suara panggilan telepon masuk dan saat di cek oleh Beni orang suruhan Demian ternyata itu dari bossnya.
"Nona, ini ada telepon dari tuan Demian bisa nona bicara langsung" kata Beni.
"Hallo" ucap Demian.
"Ya" jawab Lusi singkat ditelepon.
"Bagaimana hari mu? Apakah baik?"
"Mau komplen" kata Lusi ketus.
"Kenapa?"
"Kamu ya? Aku lagi hamil masa dikasih sate. Bisa gak sih jangan sate, itu gak bagus untuk ibu hamil" protes Lusi pada Demian ditelepon.
__ADS_1
"Oh sorry aku hanya memesan makanan yang biasa aku pesan dan aku sudah pesan untuk tujuh hari kedepan" jelas Demian.
"Apa saja yang biasa kamu makan, dan apa saja yang sudah kamu pesan untukku"
"Seingat ku makan malam nanti, kamu akan makan sushie dan sashimi" jawab Demian.
"Kenapa kamu suka sekali makanan Jepang?"
"Karena aku suka aja"
"Tapi hampir semua makanan yang kamu hidangkan itu mentah, yang aku tahu wanita hamil tidak boleh makan itu" ujar Lusi ditelepon.
"Oh begitu yaudah aku nanti aku kasih tahu Beni untuk mengganti menunya. Atau kalau kamu mau ya tinggal request aja bilang mau apa sama Beny, tapi tetap aku pesanin deh takut lupa kalau gak dipesanin takut kamu kelaparan. Intinya Indonesia food kan. Aku takut kalau kamu kelaparan bagaimana kalau kamu pingsan, nanti gak ada aku kasihan kan kamu" ucap Demian bicara panjang lebar pada Lusi .
"aku pasti makan, kamu selalu perhatian ya sama orang yang kamu culik"
"Semenjak hari ini aku perhatian, aku tidak pernah perhatian apalagi sama orang yang punya hutang padaku, dan aku rasa hanya padamu. selama ini aku selalu cuek sama wanita tapi karena kamu istimewa dihati ku jadi aku kasih perhatian khusus" kata Demian.
"Lusi, Kalau aja bukan tugas dari papa aku gak mau tinggalin kamu sendiri"
Lusi pun tidak menjawab apapun.
"Btw aku lagi dijepang kamu mau oleh-oleh apa?" Tanya Demian.
"Gak usah"
"Aku gak mau. Lagi juga buat apa" tolak Lusi.
"Buat senengin aku" kata Demian.
"Ogah!!!!" Kata Lusi ketus.
"Kamu tau gak?" Ucap Demian.
"Apa?"
"Cewek Jepang disini cantik-cantik loh, dari tadi aku perhatiin mereka " kata Demian.
"Terus?"
"Kamu gak cemburu?"
"Nggak"
"Yahh kok nggak sih"
"Ya nggak lah, kan pacar bukan suami bukan masa cemburu"
__ADS_1
"Ya kalau gitu kita pacaran biar kamu cemburu"
"Nggak lah untuk saat ini aku belum bisa move on"
"Dari?"
"Suami aku"
"Hidup kamu masih panjang masih ada aku yang bisa memberikan kamu cinta dan kasih sayang. Sudah saat nya kamu membuka hati dan menerima ku" kata Demian.
"hidup ini rumit aku tidak mau karena cinta, hidup ku malah semakin sulit" kata Lusi.
"Kamu kok bilang gitu, apakah kamu pernah trauma dalam cinta" tanya Demian.
"Trauma tidak hanya saja aku lelah dengan kesedihan yang ada"
"Aku datang untuk masa depan mu, aku akan membuat mu bahagia "
"Hidup ini mengikuti apa kata hati bukan katamu atau pun kata yang lain. Kalau hati ku belum mantap untuk menerima orang baru untuk apa dipaksakan" jelas Lusi.
"Lusi kamu tahu, 35 tahun aku menjomblo. 35 tahun juga aku mesih betah sendiri. Cuma sampai saat ini ya sampai saat ini aku belum menikah karena aku tidak siap untuk berkomitmen aku tidak suka hidupku diatur oleh wanita. Namun baru kali ini aku merasakan aku tidak peduli sekalipun hidup ku diatur oleh mu karena aku cinta dan ingin menikah degan mu" kata Demian.
"Pria memang begitu selalu bilang cinta untuk meluluhkan hati wanita, setelah mendapatkan lupa akan kata itu. Aku akan bisa terima kamu tapi syaratnya kamu lepasin aku saat ini juga aku gak mau dikurung seperti ini" kata Lusi.
"Tapi untuk itu aku tidak semudah itu, bersabarlah dulu. Kemungkinan aku akan membawa mu pulang setelah aku pulang. Hidupmu terjamin Lusi sekalipun saat ini status kamu dirumah ku hanyalah tawanan ku" kata Demian. "Aku rasa sudah dulu, kamu harus tetap makan supaya kamu tetap hidup, walau nantinya hidup mu cuma untukku. Love you"
Lusi pun tidak menjawab kata-kata yang diberikan oleh Demian dan langsung menutup telepon itu dan memberikan handphone yang ia pakai kepada Beni bodyguard Demian.
"Sudah pak, ini hapenya" kata Lusi.
Lalu pada saat dijepang Demian pun tidak hentinya memikirkan wanita yang kini ia culik untuk membayar hutangnya. Walau nyatanya Lusi di culik dengan embel-embel cinta.
Hanya saja Lusi yang tidak bisa untuk menerima begitu saja Demian.
Sebenernya Demian sudah dijodohkan hanya saja Demian berkali-kali menolak. Demian hanya menganggap ia tidak perlu wanita dan ia bisa hidup tanpa wanita. Dan cincin yang tersemat ditangannya itu adalah pemberian ibunya yang telah almarhum.
Demian pun akhirnya berencana membelikan kimono hadia untuk Lusi. Demian pun juga membelikan kalung yang ia beli disebuah toko dijepang untuk Lusi nantinya.
Demian terus saja tersenyum bila mengingat nama Lusi dalam ingatannya.
Sementara itu..
Sore hari, terdengar suara mobil yang datang. Seorang wanita muda dan juga cantik rupanya yang turun dari mobil, dengan langkah kaki yang pasti menuju ke rumah milik Demian yang besar itu.
Wanita itu bernama Karina , melangkah dengan langkah kaki yang berkesan dan terlihat high class setiap kali ia melangkah. Ya dia adalah wanita yang kelak akan menjadi tunangan Demian. Diam-diam Karina datang ke rumah Demian.
Lalu apa yang ia lakukan setelah Karina tahu ada wanita lain dirumah milik Demian?
__ADS_1