Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Boomerang bagi dirinya


__ADS_3

Makan malam yang tanpa ia duga seperti Boomerang bagi diri Lusi.


Lusi tak meminta dirinya menjadi seorang spesial untuk orang lain. Tapi ternyata spesialnya Lusi di hati orang lain membuat Lusi merasakan kembali hal yang paling sulit dalam dirinya.


Penolakan atas dasar karena rasa tak siap membuat Lusi merasakan pil pahit.


Dan ternyata...


Orang yang membius itu adalah suruhan dari Hilman yang siap melakukan apa yang menjadi perintah dari Hilman.


Hilman sengaja membawa orang suruhan jika ternyata makan malam itu ada sebuah penolakan cinta dari Lusi.


Ya malam itu bagi Hilman adalah sebuah penolakan yang artinya Lusi menolak dirinya secara halus.


Lusi menolak Hilman karena kata hatinya mengatakan tidak dan tak bisa siapapun memaksa dirinya yang memang tak cinta pada Hilman.


Malam yang seharusnya tak dihiasi dengan hal yang memilukan kini ada didepan mata Lusi.


Lusi tampak dibawa pergi oleh Hilman sesaat setelah Lusi tak sadarkan diri diparkiran karena di bius dari belakang.


Lusi yang masih memakai seragam kantornya itu tampak tak sadarkan diri memejamkan mata.


Hilman membawa Lusi berikut orang suruhannya menyusuri jalan kota Bandung yang tampak lenggang, Lusi di bawa pergi ke tempat yang agak jauh dari kantor dan tempat tinggal Lusi.


Selama Lusi dibawa pergi tak hentinya suara handphone Lusi berdering tapi Hilman mematikan handphone milik Lusi, karena menurut Hilman sangat menggangunya.


Hilman membawa Lusi kedalam sebuah Villa yang jauh dari pusat kota, disebuah Villa yang begitu terasa sejuk dan dingin. Suasana malam hari itu Lusi dibawa oleh Hilman dalam keadaan tak sadarkan diri.


Semua yang Hilman lakukan adalah untuk memberi pelajaran pada Lusi yang dianggap telah menolak dirinya. Dan mengambil hal berharga dalam hidup Lusi yakni bercinta dengannya.


Seorang wanita bagi Hilman akan sulit lepas daridirinya jika ia telah memberikan tubuhnya. Meski Lusi bukanlah seorang yang masih gadis, tapi Hilman yakin meniduri dirinya adalah suatu hal yang membuat Lusi sulit terlepas dari Hilman.


Melihat tubuh Lusi bak bidadari diatas kasur membuat Hilman melonjak naik, pikirannya melambung tinggi membayangkan suatu hal yang indah.

__ADS_1


Dan tampaknya Lusi telah mengambil apa yang disebut hasrat dan cinta yang dimiliki Hilman.


Waktu berselang....


Malam berganti menjadi siang.


waktu menunjukan pukul 07.00 pagi sudah, Lusi pun baru tampak membuka matanya secara perlahan dan mulai sadar dari obat bius yang begitu membius dirinya sangat dalam hingga membuat Lusi tak sadarkan diri begitu lama hingga pagi.


Perlahan Lusi pun memegang kepalanya yang masih terasa sakit berusaha untuk membuka matanya yang sebenarnya sulit untuk ia buka.


Lusi remas kepalanya keras dan kini ia mulai tersadar sedikit demi sedikit.


Saat Lusi sadar Lusi mencoba menerka dirinya, dan melihat dirinya dan seketika membulat mata tajam membulat melihat dirinya yang hanya tertutup dengan selimut namun tanpa memakai apapun. Sontak Lusi pun melihat badanya yang tutupi di balik selimut yang menempel dan tanpa mengenakan sehelai benang pun dibadannya, kecuali selimut itu.


Kaget itulah yang paling dirasakan, oleh seorang wanita usia 28tahun.


Lusi pun kaget bukan kepalang dengan apa yang kini terjadi pada dirinya, bagaimana tidak dirinya hanya diminta untuk makan malam tapi berakhir seperti Malapetaka untuk Lusi.


Napas Lusi langusung memburu tajam seolah tak percaya dengan apa yang menimpanya kini.


Lusi pun perlahan menengok ke arah sebelah kirinya secara perlahan dan benar saja pria itu adalah Pak Hilman, orang yang sudah mengajak dirinya makan malam bersama.


Bukan makan malam, juga bukan sebuah pesta tapi musibah untuk dirinya saat Lusi tersadar bahwa dirinya dengan pria bernama Hilman dalam satu ranjang yang sama.


Seketika Lusi pun duduk dan langsung menangis ia tidak menyangka kenapa orang-orang begitu jahat pada dirinya. Tega melakukan semua ini.


Pak Hilman pun terbangun dari tidurnya dan melihat Lusi yang bangun tapi Lusi dalam keadaan menangis.


Hilman melihat ke arah Lusi dengan tatapan lekat. Lusi hanya diam menjatuhkan air matanya, Lusi tak berani memandang Hilman dirinya bahkan marah saja seperti tak mampu karena lebih diselimuti rasa tak percaya.


Lusi pun berjalan dengan selimut yang masih membalut tubuhnya. Lusi ambil pakaiannya yang tergeletak di lantai Lusi pergi ke kamar mandi didalam kamar itu.


Lusi pun menyalakan shower dan membasahi diri dengan shower, berikut air mata yang tumpah.

__ADS_1


Lusi merasakan kesakitan batin yang begitu terasa pilu saat dirinya hanya dijadikan pemuas yang berlandaskan cinta.


Lusi bersandar ditembok kamar mandi tertunduk dengan air mata dan keadaaan menyayat hati. Tak banyak berbuat dan tak percaya.


Selesai mandi Lusi pun kembali memakai baju yang ia pakai dari semalam dikamar mandi.


Lusi keluar kamar mandi dengan tatapan kosong dan sulit menerka semua yang terjadi, rasa yang paling ingin Lusi rasakan adalah mati rasa. Agar Lusi lebih mudah menerima semua yang terjadi.


Kenapa semua terjadi lagi!... Batinnyaa berteriak mengatakan itu dengan hati yang perih.


Lusi berjalan perlahan dengan perasaan yang teramat hancur, Lusi sama sekali tak mau melihat pria yang berada dihadapannya lagi perasaannya begitu berat menerima semua itu. Bahkan untuk bicara, menatapnya saja tak cukup mudah bagi dirinyam


Sesekali air mata itu terjatuh dengan deras dari pelupuk matanya namun ia lebih banyak diam tak beruara.


Lusi yang keluar dari kamar mandi dan sudah dengan baju yang terkahir ia pakai, Hilman tampak memandang Lusi lekat tapi Lusi tak peduli dengan Hilman yang kini sedang menatapnya.


Lusi pun melihat jam seketika menunjukan pukul 08.30.


"Aku harus pulang.. anak-anakku pasti menunggu ku di rumah" kata Lusi yang bicara dengan dirinya sendiri dan langsung mencari tas nya, dan Lusi langsung membuka handphonenya.


Benda pipih itu sudah berada ditangan tapi Lusi heran kenapa handphone nya dalam keadaan mati, Lusi pun langsung menyalakan handphone yang mati itu.


"Saya harus pulang.. saya harus pulang" ucap Lusi terlihat panik dan berdiri dan terlihat kelimpungan


Lalu Hilman pun membuka ucapan.


"Kamu tidak bisa pulang, ini terlalu jauh untuk kamu pulang sendiri"


"Diam!!!!!" Sarkas Lusi


Lusi pun membuka handphonenya dan ia pun kaget melihat panggilan masuk dari ibunya lebih dari sepuluh kali. Lusi mencoba hubungi kembali sang ibu namun nomernya tak aktif sama sekali tidak aktif.


Saat Lusi membuka pesan masuk dari ibu, dan ternyata ada pesan dari ibunya yang membuat Lusi semaki tak percaya. Lusi kaget bukan kepalang saat ibu mengatakan pada sebuah pesan bahwa Yasmin masuk rumah sakit, saat ini berada di rumah sakit Bunda.

__ADS_1


Perasaan Lusi remuk dan begitu hancur air mata tak bisa terbendung disaat semua datang secara bersama.


Satu hal yang paling Lusi ingin lakukan adalah segera pulang kerumah.


__ADS_2