Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Tentang bunga dan perasaan


__ADS_3

Terlihat Marisa yang bahagia saat prewedding bersama Juna. Terlihat dari sorot mata Marisa yang merasa sangat bahagia.


Ya kini kamu telah bahagia, kamu sudah bahagia. Ungkap Gery melihat Juna dan Marisa.


Lalu setelah itu Gery pun tampak pergi dari tempat itu.


Meninggalkan tempat bermain Golf tadi.


Gery tampak menaiki taksi menuju apartamentnya. Menyusur jalan yang tampak sepi itu Gery tampak melamun. Memikirkan perasaan nya kini. Ya begitu menyedihkan yang ternyata hanya mencintai wanita milik orang lain. Hatinya tampak sedih bila mengingat selama ini ia mencintai wanita yang sudah dimiliki orang lain.


Lalu ia pun melihat bunga yang dijual di pinggir jalan. Seikat mawar merah yang dijual oleh penjual bunga. Entah mengapa Gery merasa dirinya perlu membeli bunga itu. Bunga yang cantik itu. Ya.. bunga itu terlihat indah.


Lalu ia pun turun dari taksi melihat bunga mawar merah itu. Dan ia pun tampak membelinya. Dan mencium bunga itu. Gery pun memejamkan matanya sambil mengingat wajah Lusi yang mungkin ia rindukan saat ini. Ya wanita yang sangat ia cintai. Yang membuat hatinya berdebar setiap melihatnya. Ia merindukan wanita itu.


Gery bahagia setiap ia mengingat wanita cantik itu namun ia sedih karena semua terasa sulit untuk ia miliki.

__ADS_1


Seketika ia melihat juga seorang pria disampingnya sedang membeli seikat bunga juga. Bunga yang sama yaitu bunga mawar merah.


Dan itu terlihat Gavino. Gery tampak terdiam dan tak mau bertanya dia beli bunga itu untuk apa.


Lalu ia pun meninggalkan tempat dimana baru ia singgahi itu.


Dia pun kembali menaiki taksi yang tadi ia taiki. Dia pun kembali melanjutkan perjalanannya. Sampai saatnya ia pun berhenti pada sebuah rumah. Yaitu rumah besar milik keluarga Renata. Entah mengapa perasaannya ingin mendatangi dan melihat wanita itu.


Tampak Gery pun mengintip dibalik pagar. Terlihat Lusi yang sedang duduk di depan menggendong putranya yang masih usia 9 bulan.


"Lusi kamu sangat cantik. Aku mencintaimu" ucapan itu tiba-tiba saja terlintas dari mulut Gery.


Gery pun tampak menatap dari kejauhan. Ia pun tampak berusaha memberanikan diri untuk memberikan bunga itu pada Lusi. Namun langkah nya terhenti tak jadi saat ia melihat suaminya yaitu Rian sudah ada disampingnya.


Lalu Gery pun pergi menaruh bunga itu didepan pemilik rumah.

__ADS_1


20 menit kepergian Gery Lusi pun tampak keluar dari rumah itu. Tak sengaja dia menemukan sebuah bunga yang entah siapa pemiliknya. Lalu Lusi pun mengambilnya dan menaruhnya didalam rumah. Lusi tidak tahu siapa pemilik dari bunga itu tapi dia senang menemukan bunga yang begitu indah.


Lusi pun tampak memajang bunga itu didalam pot. Dan ia taruh dikamarnya. Lusi tak pernah tahu kenapa ada bunga didepan rumahnya. Dan ia pun tidak pernah berfikir jika itu adalah pemberian dari Gery. Yang Lusi tahu itu mungkin saja itu dari suaminya yang memberi surprise.


.


.


.


Sementara itu lain Gery lain Gavino.


Gavino tampak memegang bunga yang ia beli dipinggir jalan. Entah mengapa perasaannya kini lebih melow. Dia tak tahu jadi ingin membeli bunga tanpa ia berikan ke siapapun.


Lalu bunga itu ia taruh di ranjang nya. Ranjang yang selalu menjadi tempat pelepasan bersama Tanisa. Ranjang yang penuh nikmat itu kini tanpa penghias wanita di dalamnya. Gavino tampak bingung kenapa hatinya seolah merasa sepi. Padahal dirinya sebelumnya tak pernah sepi. Ia pun tampak melamun sambil memandang bunga, diatas kasur yang biasa ia tiduri itu.

__ADS_1


Pikiran Gavino tampak kosong hatinya seolah sakit namun ia tak tahu apa yang membuat perasaannya sakit. Ia merasa tak disakiti oleh siapa pun. Didalam hati, Gavino merasa sakit yang mendalam juga merasa sepi dan hening. Gavino pun keluar dari apartemennya, dan tampak menatap bintang. Dan bertanya, kenapa ia bisa jadi seperti ini.


__ADS_2