Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Bintang di langit


__ADS_3

Lusi yang sedang hamil besar itu pun dibawa paksa oleh pria yang baru ia kenal, karena dirinya yang tak mampu membayar hutang yang ternyata sangat banyak itu. Lusi pun selama perjalanan hanya menangis yang dirinya kini menjadi tawanan dari seorang pria yang tak ia kenali itu.


Yang Lusi rasakan saat ini adalah kerinduan yang teramat dalam pada sang putra. Dan batin yang tersiksa perih. Lusi sengaja saat dirinya menghadapi Demian Lusi menyembunyikan Fabio bersama ibunya, Lusi tak mau kalau putranya kenapa-kenapa. Biarlah semua yang menjadi urusan nya Lusi yang menanggung bukan putranya atau orangtuanya.


Lusi tahu dirinya pun juga lemah saat menghadapi hal seberat ini.


Tapi dirinya tak punya pilihan lain.


Akhirnya sesampainya disebuah rumah besar itu lagi Lusi pun ditarik masuk dan dibawa kesebuah kamar yang Lusi sendiri tidak tahu dirinya untuk apa tinggal disitu.


Namun yang pasti sudah pasti menjadi tawanan.


Lusi hanya bisa pasrah pada saat itu.


Sementara itu Demian tampak tersenyum menyeringai dengan wajah yang sangat datar dan dingin itu.


Lalu terlihat Edy yang menghampiri Demian.


"Kenapa tersenyum" tanya Edy.


"Aku senang membawa wanita itu lagi kerumah ini" kata Demian.


"Kau bilang kau tak mencintainya kenapa kau bawa lagi kesini" tanya Edy.


"sudah jelas karena hutang" jelas Demian.


"Yakin hanya karena hutang" sindir Edy.


"Lalu apalagi" kata Demian tersenyum miring.


"Aku rasa bukan cuma karna hutang, pasti kau mencintai nya kan" kata Edy.


"Tidak mungkin" kata Demian menggelengkan kepalanya sambil memijat keningnya.


"Kalau ternyata iya" kata Edy lagi.


"Tidak mungkin!!" Jelas Demian.


"Kalau ternyata iya, bagaimana?"


"Kalau ternyata iya, aku akan menikahinya" ucap Demian yang cukup mengejutkan dan berani mengatakan itu.


"Aku rasa kau mencintai nya"


"Aku hanya suka bermain dengannya saja, bukan berati cinta kan"


"Ya kamu yang lebih tahu tentang dirimu, aku hanya menebaknya saja. Coba kamu temui wanita itu" ucap Edy.


Lalu Demian pun langsung memasuki ke kamar Lusi. Lusi saat itu sedang tertidur diatas kasurnya dan melihat wajah Lusi dari dekat. Wajah


Lalu Demian menatap wajah Lusi lama terlihat begitu menyentuh hatinya. Matanya yang terpejam rapat, begitu juga bibirnya yang terlihat rapat. Begitu terasa menghangatkan hatinya yang sepi dan memasuki ruang yang lebih dalam namun tanpa terasa dan sadar Demian ingin menciumnya bibir Lusi lagi.


Namun...

__ADS_1


Lusi pun lantas membuka matanya kaget melihat Demian yang sudah didepannya kini. Lusi kaget dengan Demian begitu pula dengan Demian yang tahu-tahu terbangun.


"Apa yang ingin kamu lakukan padaku" tanya Lusi takut dan duduk menutupi dirinya dengan selimut.


"Aku hanya ingin memandang mu saja dari dekat apa itu salah" kata Demian.


"Bohong pasti kamu mau kurang ajar pada ku kan" ucap Lusi yang tak percaya.


"Aku cuma mau lihat wajah mu saja dari dekat, dasar wanita bodoh"


"Tidak ada istilah pria yang membawa ku dengan paksa kemari berniat untuk berbuat baik padaku, tidak ada!! Semua orang jahat padaku termasuk kamu!!!!!" Kata Lusi tegas.


"Begitukah? Kamu lupa ya, kamu sendiri sudah mengatakan bahwa dirimu itu murahan"


"Itu karena permintaan mu!!!!!" Tegas Lusi.


"Tenanglah, tenang dulu"


Lalu tiba-tiba Lusi pun bukan semakin tenang namun malah menangis, entah mengapa Lusi merasakan batinnya terasa perih.


"Aku membenci mu dan membenci hidupku sendiri. Tak pernah sekalipun aku bahagia, tidak pernah!! Aku hidup selalu dalam kesengsaraan yang teramat dalam aku kecewa pada hidupku sendiri aku kecewa. Jika kamu mau membunuh ku bunuh saja aku, aku lelah hidup begini"


"Baru kali ini ada seorang wanita yang meminta dibunuh oleh ku" kata Demian.


Lalu Demian pun tampak menatap Lusi dari dekat.


"Namamu siapa? Dari sekian pertemuan yang kita lakukan aku belum sekalipun tahu nama mu" tanya Demian


"Nama ku Lusi"


Lalu Demian pun mendekat secara perlahan didekat Lusi. Lusi pun masih terlihat takut pada Demian.


"Lusi??? Kamu tahu apa yang membuat aku membawa mu kesini" tanya Demian Demian yang terlihat tersenyum kali ini.


"Apa?"


"Karena selama ini juga aku tidak bisa melupakan mu, semenjak kita ciuman itu. Itu ciuman pertama bagiku, walau terkesan memaksa tapi aku rasa aku memang merasakan getaran lain. Kamu adalah wanita pertama yang punya hutang dengan ku, dan yang pada akhirnya menjadi ciuman pertama juga untukku. ciuman pertama itu hanya sebuah permainan mungkin awalnya. namun nyatanya tidak, aku sepertinya mencintai mu" ucap Demian yang memegang rambut Lusi dan merapihkan nya kekuping.


Lusi yang sebelumnya menangis itu pun sejenak terdiam dengan apa yang dikatakan oleh Demian. Lusi tidak bisa menjawab ucapan Demian yang seolah mengunci mulut Lusi.


"Baiklah ini memang hal paling konyol dalam hidup ini, aku yang terkenal kejam ini mungkin salah mengatakan hal berat dalam hidup ini. Aku mencintai mu. Edy benar jika ternyata aku mencintai mu" ucap Demian lagi.


"Bahkan jika kamu mau kamu bisa menikah dengan ku"


Lusi pun menggelengkan kepala.


"Aku tidak mengenal mu untuk apa aku menikahi mu?" Tolak Lusi.


"Anggap saja hutang kita lunas jika aku menikah dengan mu"


Lusi pun terdiam. Semua menjadi sulit untuk dirinya menafsirkan yang tak mengerti dengan semua maksud dari Demian. Lusi pun tampak berdiri dan membalikkan tubuhnya dan membelakangi Demian.


Lalu dengan cepat Demian pun memeluk Lusi sangat erat. Entah mengapa Demian ingin melakukan hal tersebut. Demian merasa jika dirinya memang benar mencintai wanita yang ternyata ia kenal dengan cara yang tak etis itu.

__ADS_1


"Aku tidak tahu masa lalu mu, kamu hamil dengan siapa? Kamu janda atau bukan. Aku tidak tahu, sekalipun aku tahu aku tidak peduli. Aku minta maaf ya, sudah membuat mu takut. Membuat mu menangis, dan yang terakhir membuat Ayah mu celaka"


Lusi pun langsung memasang wajah heran pada Demian.


"Kamu seperti orang yang aneh" ucap Lusi yang heran dengan Demian.


"Aku hanya berbuat manis itu saja apa aku salah" jelas Demian. "Lusi? Meskipun aku mencintaimu namun aku tidak secepat itu akan melepaskan mu. Aku mengurung mu karena aku ingin bersama mu saat ini. Jadi biarlah kamu disini sampai aku bisa merasakan indahnya bersama mu"


Lusi pun tidak menjawab sama sekali apa yang dikatakan oleh Demian.


"Lepaskan aku, aku tidak mau" kata Lusi.


"Baiklah aku melepaskan mu namun tidak secepat itu sekarang kamu istrihat tapi sebelumnya" ucap Demian yang memandang keluar jendela. "tapi sebelumnya kamu bisa lihat bintang dilangit"


"Kenapa?"


"Ada satu bintang yang ternyata paling terang. Dan satu bintang itu seperti dirimu yang sangat terang" Kata Demian.


"Aku benci bila melihat langit" jawab Lusi ketus.


"Kenapa?"


"Perasaan ku menjadi sedih" ungkap Lusi. "Setiap aku melihat langit aku menjadi rindu dengan suami ku yang sudah berada diatas sana. Ia tega meninggalkan ku sendiri dengan keadaan aku hamil seperti ini. Aku membenci semua dan takdir yang ada diriku" kata Lusi yang tanpa terasa menjatuhkan air matanya.


Lalu dengan cepat Demian pun menarik Lusi lagi dan dengan cepat juga Demian langsung memeluk Lusi erat.


"Kamu tidak sendiri, masih ada pria yang sayang dengan mu" kata Demian.


"Siapa?"


"Aku, aku adalah orangnya"


Lusi pun tampak menggelengkan kepalanya.


"Aku mencintai mu, aku yang mencintai mu" kata Demian.


Lalu dengan cepat Demian ingin mencium bibir Lusi. Namun Lusi menahannya. Dengan mendorong Demian.


"Jangan kamu mencium ku lagi"


"Kenapa?"


"Aku tidak perlu menjelaskan nya kenapa, kamu harusnya bisa paham"


"Baiklah kalau gitu aku akan membiarkan mu istirahat"


Lalu Demian pun pergi dari kamar Lusi dan membiarkan Lusi istrihat.


Tiba-tiba saat Demian keluar dari kamar Lusi sudah ada Edy didepan pintu kamar yang Lusi tempati.


"Bagaimana?" Tanya Edy.


"Apanya?" Tanya Demian.

__ADS_1


"Kamu apakah-?"


"Iya aku mencintai nya" jawab Demian yang lansung memotong ucapan Edy. "Aku mencintainya"


__ADS_2