Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Aku berhenti


__ADS_3

Keesokan harinya...


Ini adalah kali kedua Lusi mengikuti foto model. Ya sekalipun itu bukan cita-citanya tapi Lusi bahagia karena suaminya kali ini mendukung apa yang menjadi jalan Lusi.


Meksipun hari ini adalah tugas Lusi untuk jadi model foto


Namun Lusi juga menyiapkan semua nya untuk anak dan suaminya juga ibu mertuanya saat pagi itu


Lusi pun tampak menyiapkan keperluan suami yang hari ini pun hari pertama ia bekerja, dan juga Lusi mempersiapkan apa saja yang dibutuhkan Fabio. Untuk susu formula beruntung ada tetangga yang bisa meminjamkan uang dulu nanti setelah uang job model turun Lusi menggantinya.


Harapan besar Lusi menjadi model itu, tidak muluk muluk ya cukup untuk mampu membiayai kehidupan itu saja. Tak perlu menjadi terkenal atau Go Internasional. Karena Lusi pun sebenarnya bukan orang yang pede untuk tampil didepan kamera, karena pekerjaan yang menuntut, jadi Lusi kali ini harus tampak siap.


Ya Lusi terpaksa menitipkan dulu sebentar Fabio kepada Renata. Selama Lusi nanti akan menjalani sesi foto model. Fabio harus dititipkan dulu pada Renata.


Lusi pun tampak tersenyum melihat suaminya yang juga akan bekerja namun beda arah itu, Lusi pun ijin untuk berangkat kepada suaminya ke tempat dimana yang sudah dijanjikan.


"Sayang aku ijin berangkat dulu ya, doakan semoga semua lancar" ucap Lusi.


"Iya sayang kamu hati-hati dijalan" ucap Rian mengecup pipi sang istri.


Lalu Lusi pun menggendong Fabio dan mencium pipi Fabio. untuk memberikan kecupan sayang bahwa mamanya kali ini akan meninggalkan dirinya untuk bekerja.


"Mama pergi dulu ya sebentar, nanti mama pulang bawain Fabio susu dan mainan anak-anak. Fabio jangan nangis sama Oma. Mama juga janji akan belikan Oma makanan yang enak gak tempe sama telor lagi. Mmmuuuuuaacch" ucap Lusi mencium lembut pipi Fabio. "Mama Lusi nitip Fabio sebentar ya, sebentar doang ma"


"Iya mama juga doain kamu biar jadi model terkenal" ucap mama.


"Iya, ma amin" jawab Lusi.


Lusi pun hanya mampu mengaminkan apa yang menjadi doa sang mama.


Lalu Lusi pun berangkat.


.


.


Akhirnya Lusi pun sampai ditempat yang sudah dijanjikan yakni disebuah studio foto yang tampak agak terang dengan lampu. Namun tertutup, Lusi pun tampak menengok kiri dan kanan. Melihat lihat isi tempat itu apakah aman atau tidak, jujur Lusi takut sebenernya jika ada suatu hal yang tidak-tidak terjadi pada dirinya.


Lusi pun duduk disebuah kursi yang sudah disediakan sembari menunggu yang katanya MUA akan datang, Lusi pun hanya bisa duduk mau jalan juga capek jadi duduk saja.


Perasaan Lusi dag Dig dug antara suka sama tidak suka menjadi satu, pasalnya ini foto pernikahan.


Haduh Lusi bisa bisanya kamu terbawa perasaan padahal sudah tahu ini cuma nikah setingan, eh maksudnya cuma foto doang, batin Lusi.


"Nih surat kontraknya" kata Reza memberikan surat kontrak pada Lusi.


"Apa-apaan ini pakai surat kontrak segala" ucap Lusi.


"Cepetan tanda tangan" kata Reza.


Lusi pun hanya tampak terdiam dan seolah meragu.


"Tandatangan aja dulu" ucap nya lagi. "Isinya cuma duit duit duit, gak ada peraturan" kata Reza.


"Awas ya kalau isinya peraturan yang aneh-aneh" ancam Lusi yang akhirnya tanda tangan.


"tenang saja"


Lusi pun hanya tampak membaca namun sebentar, karena tak lama lama seorang Mua datang yang akan memake up Lusi. Lusi pun sudah menandatangi surat kontrak itu. setelah itu pun Lusi di-make up oleh seorang Mua permpuan.


Lusi pun tampak cantik dengan riasan yang dikenakan. Lusi tampak memakai baju pernikahan yang begitu sangat bagus dan mewah.


Lusi pun tampak difoto sesuai dengan apa yang diarahkan oleh fotografer.

__ADS_1


Sampai beberapa kali take foto. Lusi pun tampak mengikuti arahan, mulai dari cara berdiri dan duduk. semua tampak diberi arahan.


Lusi pun senang karena ternyata menyenangkan juga disaat dirinya mencoba hal baru dalam hidupnya yaitu sebagai foto model.


Namun..


Tiba-tiba...


"Ini bukan cuma foto sendiri ya mbak. Nanti berdua sama pasangannya, ada pasangan" ungkap Reza.


"Maksudnya" ucap Lusi keheranan.


Dan benar saja seorang pria datang dengan memakai baju pengantin pria. Dengan memamkai jas dan dasi. Dan saat Lusi melihat dia adalah Gery.


Pria yang pernah kurang ajar itu, pria yang sudah membuat Lusi kehilangan bayi dalam kandungan nya kini berada didepan matanya.


"Gery" ucap Lusi menatap kaget siapa yang dihadpannya kini.


"Iya dia model prianya, nanti mbak akan foto bersama dengan dia"


Lusi pun langsung menelan salivanya dalam-dalam. Ia tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan foto dengannya, apalagi foto pernikahan.


"Saya mau batal aja" Ungkap Lusi tiba-tiba saat ia tahu bahwa ada Gery.


"Eh gak bisa, disitu dalam kontrak tidak ada dan boleh memberhentikan proses saat take foto secara sepihak kalau belum selesai"


"Tapi saya gak mau, kenapa dari awal gak bilang kalau ada pengantin pria nya juga aku kira kan aku cuma sendiri aja" tolak Lusi.


"Namanya nikah itu, berdua mba. Pria dan wanita bukan sendirian" kata Reza.


Dengan cepat Gery pun langsung berdiri didepan Lusi dan tersenyum sambil melihat Lusi dari atas sampai bawah yang saat itu memakai gaun pernikahan yang begitu cantik dan elegan itu. Dengan rambut yang disanggul dan pakaian pengantin yang tampak seksi itu. Bagian belakang yang terbuka yang mempertontonkan punggung Lusi yang tampak indah dan bagian depan Lusi yang tidak dipungkiri terlihat belahannya juga. Gery semakin terpesona dengan apa yang Lusi kenakan saat itu.


"Cantik saja tidak lengkap jika tidak ada yang menemani. Anggap saja ini pernikahan kedua mu, dan pernikahan pertama ku" ucap Gery tersenyum.


"Lanjut ya, lanjut. Ayo mulai lagi" ucap Reza.


"Sekarang Gery kamu peluk Lusi dari belakang pegang pinggang Lusi dan kamu Lusi pegang pipi Gery. Bersikaplah mesra" ucap Gery.


Lalu dengan cepat Gery pun langsung menarik pinggang Lusi kearah dirinya. Dan Gery rupanya sengaja sekali melakukan hal mesra tanpa ragu-ragu, sehingga ia merasakan bahwa ada yang naik yaitu alat pusakanya.


Tanpa dapat arahan sedikit pun Gery yang tadinya cuma memegang pinggang kini tampak berani melakukan hal lain yakni, mengelus bokong Lusi dan mencium punggung Lusi.


Cup...


Wangi sekali kamu Lusi.


"Lepaskan aku!!!!"


"Kenapa? Aku baru saja mulai" kata Gery dengan cepat memeluk badan Lusi dari belakang dan mencium punggung Lusi.


"Aku boleh melakukan hal mesra kan" kata Gery tersenyum.


Apa yang dilakukan Gery pada Lusi, sungguh-sungguh Lusi merasa dirinya tertekan dan pada akhirnya menilai bahwa ini semua sudah diluar batasan.


"Take foto sampai sini aja!!!!!" Seru Lusi menarik diri dari tangan Gery yang memeluk Lusi.


"Kenapa mbak foto kita baru saja mulai" kata Reza tidak terima.


"Iya, tapi cukup sampai sini. Aku tidak mau melanjutkan!!!!"


"Tapi surat kontrak itu sudah ditanda tangani tak bisa dibatalkan mbak, harus sesuai rencana dan tak bisa dibatalkan sepihak saja"kata Reza.


Gery pun hanya tampak tertawa melihat Lusi yang marah itu.

__ADS_1


"hahahahahha"


"Saya belum membacanya anda sudah langsung menariknya" kata Lusi kesal.


"Tidak bisa mba"


"Boleh lihat surat kontrak nya lagi" kata Lusi kesal.


Lalu Reza pun memberikan surat kontrak itu kepada Lusi.


"Nih baca baik-baik" jelas Reza.


"Saya rasa saya gak perlu membaca semuanya dan saya gak perlu tahu isinya apa" lalu dengan cepat Lusi langsung merobeknya.


Srrreeekkkkk..


Sreeekkk...


"Saya tidak setuju dengan perjanjian apapun. Dan saya keluar" ucap Lusi kesal.


"Tidak bisa mba"


"Saya merasa saya jadi model tapi saya seperti sedang dilecehkan oleh pria ini" kata Lusi menunjuk Gery.


"What???"kata Gery yang hanya pura-pura bodoh.


"Dan herannya saya, kamu Reza!!! Kamu!!! Malah diam saja saat take foto. Kamu lihat kan dia cium sana-sani, dan peluk-peluk saya dan ini bukan bagian dari model asal kamu tahu!!!!"


"Lusi kamu harus profesional sebagai model!!!!?" Reza tampak kesal.


"Ya aku memang gak profesional dan aku gak layak ada disini"


"Asal kamu tahu, karena job ini karir mu akan melejit. Dan setelah ini kamu dapat bonus lagi. Kamu mau kan, setelah ini kamu dapat job baru dan nilai nya 10 juta kamu paham???" Kata Reza yang tampak marah kepada Lusi.


"Saya tidak mau!!!!"


"Kamu belagu ya Lusi, kamu tinggal ikutin saja permainan ini sampai selesai!!!!" ucap Gery menarik wajah Lusi dengan kasar dan menatap nya.


"Kamu gak usah ikut campur!!!!" Kata Lusi kesal pada Gery.


"Gua tahu lu lagi butuh duit kan!!? Lu gak usah belagu dan lu gak usah sok suci. Lu mau duit berapapun gua bayar" Terang Gery.


"Heh!!!! Gery!!! Aku datang kesini murni ingin ikut foto model, bukan yang lain!!!! Aku emang gak punya uang, tapi aku masih punya harga diri. Aku memang dilanda kemiskinan namun berarti aku meminta belas kasihan"


"Tinggal kamu berikan apa yang aku mau dan butuhkan kamu pun akan mendapatkan uang sesuai apa yang kami butuhkan. KAMU GAK USAH MUNAFIK" terang Gery.


" Kalau kamu mau minta yang ke lebih bukan disini tempatnya, dan bukan aku orangnya! Ngaca kamu Gery, jangan sombong hanya karena kamu punya uang"


Gery pun tampak tersenyum sinis.


"Oke! gue pengen tahu Lusi!!! Lu bisa hidup sampai mana sama suami lu yang udah miskin itu. Dan... Asal lu tahu cinta itu gak bisa dimakan, lu bakal mati sama cinta lo"


"Iya aku tahu cinta itu gak bisa dimakan!!! tapi bukan berarti aku menjual cinta untuk bisa makan!!! Dan aku mau kamu belajar hidup dulu sebelum kamu mengenal hidup. Aku yakin kamu pun bukan siapa-siapa kalau bukan karena harta orang tuamu!!!!"


"Berngsk" kata Gery kesal.


"Dan... jangan bicara cinta jika kamu tidak mengerti artinya cinta, karena kamu cuma anak mami yang mengandalkan harta orang tua" ucap Lusi dengan tatapan tajam pada Gery.


Gery sebenernya ingin sekali menampar Lusi namun ia tampak menahannya.


"Kalau bukan lu perempuan sudah gua habisin" seru Gery kesal menahan diri yang sebenarnya ingin menampar Lusi.


"Saya rasa sudah cukup!!! Permisi saya pergi" ungkap Lusi tampak beranjak pergi.

__ADS_1


"Kalau kamu pergi jangan harap akan ada job lagi setelah ini dan bayaran kamu hari ini sudah jelas tidak dibayar" kata Reza yang melihat Lusi akan pergi.


"Terserah saya tidak butuh uang dari mu!!!!" Jelas Lusi.


__ADS_2