
Atas kejadian itu membuat Marisa terpukul dan membenci papanya. Marisa pun masuk kedalam kamar dan membanting dirinya diatas kasur. Rasanya ingin menangis, tapi Marisa tampak menahannya. Tak lama seseorang masuk ke kamar tanpa mengetuk pintu.
"Lu marah" ucapnya yang tiba-tiba datang.
Marisa pun menoleh dan kembali membuang wajahnya. Marisa melihat Gery yang tampak menemuinya kala itu.
"Marisa, gue turut sedih dengan apa yang menimpa lu" ucap Gery.
"Gak usah berlagak peduli" ketus Marisa.
"Marisa, ayolah kita sudah lama gak ketemu. Bukankah kita ini sahabat. Ditambah lagi lu adik gue Mar. Lu suka gak suka. Bagaimana pun lu adik gue Mar" ucap Gery.
"Gua gak peduli siapa lu. Mau lu kakak gue atau pun bukan. Tapi kehadiran lu, membuat gue kesal. Dan gue gak suka lu masuk ke kamar gue sembarangan. Lu keluar"
"Oke gue keluar dari sini. Tapi.. gue penasaran sebenarnya siapa yang udah buat lu kecelakaan seperti ini. Yang gue tahu, katanya lu ditabrak orang. Sumpah demi apapun Mar. Kalau sampai gue ketemu itu orang. Gue hajar habis-habisan karena udah membuat lu seperti ini" ucap Gery.
"Gue gak butuh belas kasihan. Mending lu keluar" ucap Marisa.
Lalu Gery pun tampak keluar dari kamar Marisa.
Sebenarnya Gery datang pada saat itu. Karena ibu dari Gery sudah meninggal sebulan yang lalu. Dan David mendengar berita itu, David sebagai Ayah kandung Gery pun menemui Gery. Agar ia dapat tinggal bersama dirumahnya. Dan dipercaya penuh untuk memimpin perusahaan yang seharusnya Marisa pimpin kelak nanti. Namun David merubah pikiran setelah dirasa Gery lebih pantas untuk memimpin bila melihat Marisa yang saat ini keadaannya tak sempurna seperti dulu.
Saat malam hari..
Gery pun keluar rumah dan melesatkan mobilnya. Dia merasa ingin pergi ke suatu tempat untuk menghibur dirinya. Namun sebelumnya ia mampir dulu sebentar ke rumah Rian dan Lusi.
Ia pun tampak mengetuk pintu dan melihat Rian yang membukakan pintu.
"Astaga lu bro, malam-malam ada apa?" Tanya Rian. "Duduklah" ucap Rian yang mempersilahkan Gery untuk duduk.
"Biasalah gue mau mampir sekalian mau ajak lu"
"Apa?" Tanya Rian.
"Kita ke club malem. Kita happy-happy" ucap Gery sambil sedikit berbisik
Tiba-tiba Lusi pun menghampiri dan duduk disamping suaminya.
__ADS_1
"Hay" ucap Lusi pada Gery.
"Hay..." Jawab Gery.
"Malem banget ya. Mau kemana?" tanya Lusi.
Rian pun tampak menelan Saliva saat sang istri yang muncul disampingnya.
"Mau kemana?" Tanya Lusi lagi.
Gery pun tampak terdiam. Rian juga diam.
"Mau kemana Gery?"tanya Lusi penuh penekanan.
"Ke ke club" ucap Gery sedikit ragu dengan ucapannya. Karena tampak Lusi yang memicingkan matanya.
"Ke Club'. Gak ada ya. Gak ada istilah kesana" ucap Lusi terlihat kesal.
"Loh, kenapa kaku banget. Gak apa-apa lagi. Lu mau ikut juga gak apa-apa" ujar Gery santai.
Lusi pun malah tampak sangat kesal
Rian pun tampak menggaruk kepala nya.
"Hehhe lu liat kan. Maaf. Gua gak bisa ikut. Lu aja deh. Berabe kalau Lusi sampai kunciin gue. Gue gak dapat jatah" ucap Rian.
"Payah lu"
"Dah lah, daripada gue ikut lu. Mending gue mau minta service ama bini gue"
"Gak asik lu"
"Hehe biarin dah gue gak asik" Rian pun tampak pergi meninggalkan Gery.
Lalu Gery pun tampak masih duduk diruang tamu. Tak lama ada seorang pembantu rumah tangga yang datang menemui Gery.
"Eh tuan lagi" ucap bi Asih.
__ADS_1
"Iya kenapa?"
"Kasihan ya jomblo" ucap bi Asih.
"Loh emang kenapa?"
"Ngenes" ucap bi Asih tersenyum.
"Eh jangan ngeledek. Mau duit gak?" Tanya Gery.
"Duit. ya mau lah tuan"
"Tapi ada syaratnya"
"Apa?"
"Saya minta nomer Bi Asih" ucap Gery.
"Oh mau jadiin saya pacar.. jangan tuan bibi udah menikah. Tapi kalau tuan paksa saya siap sih mendua"
"Heh. Burung puyuh, siapa yang mau sama situ. Bukan itu. Rencananya ada. Tapi nanti saya info lagi"
"Oh oke tuan tapi rencana apa?" Tanya bi Asih
"Tar saya infoin lagi"
"Oh oke tuan. Tapi di DP dulu ya"
"Iya elah. Tenang aja soal itu. Nih sejuta. Itu baru DPnya"
"Makasih tuan. Dpnya aja udah segini. Pasti uang nya lebih gede nanti"
"Iya lah gue kan duitnya banyak"
"Saya demen yang begini" ucap Bi Asih memberikan nomor telepon nya.
"Oke"
__ADS_1
Gery pun tampak pergi.
_________________