Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Cemburu


__ADS_3

Setelah itu... Setelah curahan hati tentang masa lalu Lusi yang ternyata tidak baik-baik saja membuat Marisa berpikir. Tentang akan kesalahan yang telah ia buat selama ini. Kesalahan tentang keinginannya menjadi orang ketiga dalam rumah tangga orang lain. Dan ia menyesali akan hal itu dan berusaha untuk melupakan semuanya. Apalagi ditambah Marisa kaget setelah tahu ternyata Rian sebejat telah menodai Lusi. Dan itu sungguh diluar pikirannya. Yang ia tahu selama ini Rian pria yang baik dan sangat baik.


Siangnya, terlihat Lusi yang duduk termenung sambil mengupas apel di dimeja makan. Ia menatap kosong. Entah apa yang ia pikirkan. Lusi memang punya sifat yang hobi melamun. Meskipun melamun dapat menyebabkan kesambet tapi melamun membuat ia rileks karena pikirannya yang terasa kosong.


Tiba-tiba ada seorang pria datang dan itu adalah Juna.


Lusi yang tidak sengaja melihat Juna itu pun menawarkan apel yang ia kupas.


"Kamu datang pasti untuk Marisa ya. Mau coba apel" ucap Lusi menawarkan.


"Boleh sedikit"


"Oke.."


Dan ditengah tengah saat mengupas tiba-tiba tangan Lusi terkena pisau. Dan Lusi tampak kaget saat tangannya berdarah.


Juna pun dengan cepat meraup tangan Lusi dan membalutnya dengan tisu.


"Tangan kamu gak apa-apa"


"Gak apa-apa"


Dan tiba-tiba saja datang Marisa. Dan melihat Juna yang memegang tangan Lusi.


Marisa yang tadinya senang melihat kedatangan Juna. Sontak saja kaget melihat tangan Juna yang menggenggam erat tangan Lusi. Rasa bahagianya kini sedikit berubah sinis melihat Juna yang datang itu.


"Marisa.." ucap Lusi.


Marisa pun duduk didepan Juna dan Lusi. Dengan kedua mata yang tampak sinis memandang.


"Hem aku mau ajak kamu keluar" ucap Juna.


"Gak usah aku lagi gak pengen keluar"


"Yakin"tanya Juna.

__ADS_1


"Iya. Kamu pulang aja. Aku pengen sendiri saat ini" ucap Marisa dengan wajah datarnya.


Lalu Juna pun tampak keluar. Lalu kini tinggal Lusi yang duduk berdua dengan Marisa.


"Apa yang kamu ceritakan tentang Rian dan masa lalu kamu itu apakah benar" ucap Marisa seolah tiba-tiba meragukan apa yang Lusi katakan.


"Itu terserah kamu mau percaya atau tidak. Tapi satu tolong rahasiakan semuanya" ucap Lusi.


"Kalau memang bener kenapa harus dirahasiakan"


"Menurut ku itu hanyalah masa lalu. Jadi lebih baik memang dirahasiakan"


"Juna tahu juga soal itu"


"Tahu"


"Lalu?"


"Lalu apa?"


"Dia menerima?"


"Kamu?"


"Dalam hal?"


"Semuanya"


"Hem.. pertanyaan kamu lucu. Gak seharusnya kamu menanyakan hal itu. Aku sudah menikah dan Juna masih single"


"Aku jadi ragu"


"Ragu kenapa?"


"Juna tidak bisa lepas mencintai kamu"

__ADS_1


Lusi pun tampak menghela napasnya dan memandang Marisa lekat. Lusi merasa heran dengan sikap Marisa.


Sementara Marisa..


Marisa merasa kalau Juna sampai kapan pun masih mencintai Lusi. Sekalipun Juna telah menjadi miliknya.


********


Sepertinya aku harus menjauhi Juna mulai sekarang. Aku tidak ingin Marisa merasa Juna masih perhatian padaku. Batin Lusi


Lalu dengan cepat, Lusi pun mengambil ponselnya dan memberikan pesan pada Juna. Untuk menjauhi dirinya demi Marisa.


Lusi pun tak masalah jika menjauh dari Juna.


Lalu tak lama tampak Rian datang dengan senyum melihat istrinya yang sedang duduk diatas ranjang. Mencium keningnya dengan penuh kehangatan.


"Kamu seperti melamun" tanya Rian.


"Gak apa-apa. Kita makan dulu yuk" ajak Lusi.


Lalu setelah itu mereka pun makan malam bersama dimeja makan. Terlihat Marisa yang terdiam sambil memakan makanan diatas meja. Marisa kini tampak biasa saja pada Rian. Jika dulu ia sangat mencintai kini ia tampak tidak mencintainya.


"Kamu tahu, bahwa perasaan orang itu bisa berubah. Yang dulunya cinta banget sekarang biasa aja" ucap Rian.


"Ya aku ngerasain sekarang kok" jawab Marisa ketus.


"Hem contohnya?"


"Contoh nya aku. Aku harus kembali. Ngapain juga disini"


"Kamu yakin"


"Ya mau ngapain disini. Aku rasa aku harus kembali. Lusi benar, hubungan aku dan papa harus kembali seperti dulu"


"Baiklah besok aku antar"

__ADS_1


"Gak perlu. Nanti aku naik taksi aja"


"Baiklah kalau itu mau kamu"


__ADS_2