
Menjawab sebuah pertanyaan besar dalam diri Hilman tentang Lusi, menjadi sebuah tanda tanya besar. Apakah Lusi benar seorang psikopat atau bukan? Lantas Hilman mencari info, Hilman terlihat keluar dari rumah sakit dan membawa mobilnya.
Selama perjalanan Hilman membuat janji temu dengan orang suruhannya di sebuah tempat. Disebuah rumah makan Hilman tampak mengundang seorang suruhannya untuk mencari tahu Lusi dimasa lalunya.
Terlihat Hilman yang sedang duduk bersama seorang pria yang diyakini bisa mencari tahu tentang Lusi.
"Kamu cari tahu Lusi dimasa lalunya, apakah benar dia seorang psikopat atau bukan. Gali masalalunya dan kehidupan sekz bersama mantan suaminya dulu. Apakah benar dia wanita yang memiliki kelainan seksz dengan cara menyiksa orang" tanya pria itu dengan tatapan dingin sambil memegang janggutnya
"Saya akan cari tahu. Bagaimana kalau dirinya benar seorang psikopat" tanya orang suruhan Hilman.
"Saya akan lebih waspada dalam menghadapi wanita itu, dan kemungkinan saya akan batal menikah dengannya kalau dia benar pskikopat" kata Hilman.
"Kalau ternyata tidak"
Hilman tersenyum menyeringai.
"Saya tentu akan menikahinya, segara laksanakan rencana"
"Baiklah permisi" ucap seorang pria yang pergi dari hadapan Hilman.
Pria itu bernama Rudi, Rudi lantas pergi. Terlihat Rudi pergi dengan pakaian serba hitam membawa mobilnya melesat kencang mencari tahu tentang masa lalu wanita bernama Lusi.
terlihat ada dua nama ditangan.
Ada dua nama mantan suami Lusi yang Rudi pegang saat itu, Gery dan Rian.
Rudi mencari tahu pria yang bernama Gery dikediaman Rumahnya tapi sayang Gery sudah dua bulan terakhir tak tinggal di Jakarta dan berada di negara Singapura.
Akhirnya mau tidak mau pria yang memakai serba hitam itu mencari tahu tentang Lusi melalui ibu mertuanya yaitu Renata, karena mantan suami yang bernama Rian pun sudah almarhum. Akhirnya mencari jalan memalui wanita yang bernama Renata. Renata ini adalah ibu dari mantan suami Lusi yang bernama Rian.
lantas mereka pun menghampiri Renata dirumahnya.
Renata yang sedang berada di rumah kontrakan itu terlihat kaget saat dua orang berbadan besar menghampiri dirinya.
"Kalian mau apa?" Tanya Renata bingung.
"Mengbrol"
"Obrol apa?"
"Sedikit"
"Jangan apa-apakan saya" kata Renata yang sudah takut duluan.
"Tidak akan!!"
__ADS_1
"Jangan bohong"
"Cerwet! Tarik dia"
Lalu Renata ditarik ke dalam rumahnya dengan dua orang berbadan besar yang seperti ingin menghabisi Renata.
"Ibu cukup jawab sejujurnya apa yang menjadi pertanyaan saya, tidak lebih dan tidak kurang. Jangan ada yang ditutupi??!! Sekarang saya tanya!!!! apa benar ibu ini mantan mertua dari wanita bernama Lusi?"
"Iya, betul" jawab Renata.
"Apakah dia seorang psikopat, atau dia pernah melakukan tindakan kekerasan selama menikah dengan anak ibu yang bernama Rian"
Renata bukan menjawab malah menertawakan dua orang pria dihadapannya..
"Hahahaha" suara Renata yang tampak berani menertawakan dua pria badan besar dihadapannya.
"Kenapa ibu tertawa?"
"Saya kira saya mau di apakan ternyata hanya di beri pertanyaan bodoh seperti ini"
"Segera jawab!!!!" bentak pria itu.
"Baiklah saya akan menjawabnya, tapi?" kata Renata dengan mata memicing tajam.
"Tapi apa?"
"Jangan main-main dengan kami!!!" ucap pria itu menarik baju Renata kasar.
"Baiklah saya akan menjawab" kata Renata terlihat takut dengan pria yang dengan sorot mata yang tajam itu.
"Apakah benar Lusi seroang wanita yang psikopat dan pernah melakukan kekerasan sebelumnya?" tanya pria itu.
"Tidak, tidak pernah sekalipun wanita itu melakukan kekerasan baik kepada saya atau pun putra saya. Wanita itu terlalu lembut untuk melakukan hal itu"
"Baiklah apakah menantu anda sebelumnya punya memiliki kelainan seksz menyimpang. Seperti melukai pasangannya sebelum dia bermain cinta"
Renata pun malah tampak tertawa lagi.
"Hahah... Pertanyaan kalian ini apa sih, lucu sekali. Seumur hidup Lusi, Lusi adalah wanita yang paling lembut. Tidak pernah sekalipun membuat orang lain terluka, bahkan dulu anak saya yang banyak salah padanya. Anak laki-laki saya yang pernah melakukan hal yang membuat dirinya terluka"
"Oh begitu baiklah... Lalu punya penyakit apa dia sebelumnya, maksudnya penyakit mental atau semacamnya?"
"Kalau yang itu iya itu dulu, gilanya juga karena anak saya. Secara detail saya tidak bisa cerita cuma dia sudah sembuh yang saya tahu. Bahkan dia sudah bisa ketawa dan hidup normal. Dia bisa jadi dirinya sendiri"
"Jadi kesimpulannya menantu anda bukan psikopat" kata pria itu.
__ADS_1
"Ya jelas bukan, dia wanita normal pada umumnya" jawab Renata.
"Baiklah.. terimakasih" kata pria itu pergi dan meninggalkan Renata.
Lalu pria itu memang tampak merekam semua percakapan yang dilakukan.
.
.
.
.
Rudi pun kembali menemui Hilman kali ini dirumahnya. Dan memberikan sebuah hasil rekaman kepada Hilman.
Hilman pun mendengar semua yang menjadi pertanyaan mereka, saat Hilman mendengar Hilman terdengar kaget dengan yang didengar.
"Jadi dia bukan seorang pskikopat" kata Hilman.
"Jelas bukan"
"Beraninya dia mengerjaiku, beraninya dia menipu ku dengan mengatakan dia kelainan seksz. Dasar wanita kurang ajar awas saja kau Lusi, kini kau berada di genggaman tak ada alasan aku untuk melepaskan mu"
Lalu dengan cepat Hilman pun datang lagi kerumah sakit untuk menemui Lusi apalagi kalau bukan menemuinya dengan landasan cinta.
Hilman kembali menemui Lusi yang saat itu sedang menggendong putri kecilnya bernama Yasmin. Yasmin terlihat sedang tidur diatas pangkuan sang ibunya. Lusi pun mendekap dengan penuh rasa kasih dan sayangnya.
Lusi pun kaget saat seorang pria yang tak diinginkan kehadirannya tampak datang menemui Lusi.
Lusi pun kaget menatap Hilman yang datang tanpa undangan dan kini berada dihadapannya.
Dengan cepat Lusi membuang wajahnya melihat siapa yang datang kala itu.
"Aku tidak butuh dijenguk oleh siapapun saat ini pergilah karena kehadiran anda tidak dibutuhkan" kata Lusi yang membuang wajah tanpa mau melihat Hilman.
"Beraninya kamu menipuku, saya sudah tahu siapa kamu. Kamu wanita normal dan aku sudah tahu itu semua dari ibu mertua mu. Aku gali dan aku korek siapa kamu, dan seperti apa dirimu. Tak ada kejahatan sedikit pun yang pernah kamu lakukan, tidak ada keburukan sedikit pun yang pernah kamu perbuat, pskikopat bdsm apa itu, itu jauh dari dirimu. Saya tahu kamu hanya menipu saya saja agar saya ilfeel pada mu.. tapi aku tahu sebenernya kamu adalah wanita yang lemah dan lembut Lusi" ucap Hilman menatap Lusi lekat dan memegang wajahnya.
Lusi pun kembali membuang wajahnya yang dipegang oleh Hilman. Dan membuang tangan Hilman dari wajah Lusi.
"Lepaskan tangan mu dari wajah saya" kata Lusi kesal.
"Lusi !!?? Saya mencintai mu. Besok saya akan datang untuk melamar mu, kita akan bertunangan menyambung sebuah ikatan antara kamu dan saya" ungkap Hilman tegas.
Hilman pun pergi meninggalkan Lusi saat itu, Hilman tak langsung menikahi Lusi karena Hilman belum mengenalkan Lusi pada anak-anaknya. Setelah ia mengenalkan barulah Hilman menikahi Lusi secara sah.
__ADS_1
Hilman sebenarnya memiliki cinta yang tulus pada Lusi, tapi Lusi memang tak mencintai pria yang pernah ia anggap seperti almarhum ayahnya yang memang memiliki umur yang sama. Dan Lusi memang tak pernah mencintai pria bernama Hilman.