Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Aku pergi


__ADS_3

Lusi pun tidak bisa melihat sama sekali saat dirinya yang disembunyikan dalam ruang gelap. Tidak terlihat dan pengap. Tanpa makan dan juga minum.


Mengapa ada orang bisa setega itu pada wanita yang kini tengah hamil.


Lusi mengira mungkin Demian jahat, tapi nyatanya papa nya pun tak jauh berbeda. Dengan tatapan mata yang sangat kejam, pria paruh baya itu mengurung Lusi disebuah tempat gelap dan sempit.


Selama itu Lusi tidak bisa berbuat apapun untuk dirinya sendiri. Lusi hanya memejamkan matanya dan berharap ia segera lepas dari penderitaan yang saat ini ia alami ia tengah rasakan. Dan kembali berkumpul dengan keluarga.


Semua yang Lusi rasa tampak sama dan sungguh menyulitkan dirinya.


Air mata kerinduan pada putranya sudah tak terbendung dan tak tertahan lagi. Ia ingin merasakan kembali kehangatan untuk tinggal bersama keluarganya.


Lusi juga bahwa putranya saat ini pun sama sangat lah merindukan dirinya, pelukan hangat dan kecupan hangat ingin sekali Lusi berikan pada sang putra. Namun apalah daya saat ini ia tak mampu melakukan hal apapun. Selain berharap akan segera dilepaskan..entah kapan? Lusi tidak tahu.


Lalu... Terdengar....


Sebuah derap langkah pun terasa tampak datang dan mendekat dengan langkah kaki yang perlahan tapi pasti. Lusi tak tah siapa orang-oramh dibalik pintu, tapi Lusi merasakan ada seseorang dibalik pintu yang ia tempati saat itu. Sedang berjalan menuju ke arahnya entah apa dan maksud tujuannya.


Seketika pintu itu terbuka dan saat Lusi melihat dia adalah sesosok pria dan beberapa orang pria lainnya yang tak Lusi duga sebelumnya, dan salah satunya dia adalah pria yang pernah Lusi anggap buruk dan tak baik bagi diri Lusi kini berdiri dihadapan Lusi tanpa dugaan sebelumnya, kehadiran yang tak dinanti dan datang secara tiba-tiba, membuat Lusi tak percaya dengan apa yang ada diepan matanya.


Dan dia itu adalah Gery..


Gery datang melihat Lusi yang tampak menyedihkan dan terlihat tak baik-baik saja. Penuh derai air mata dan lelah dengan semua yang menerpa penderitaannya kini. Lusi seperti orang yang kehilangan putus asa juga seperti orang yang hampir mati.


Apakah mungkin kedatangan Gery yang tiba-tiba datang untuk membantu menolongnya apakah mungkin akan baik pada diri Lusi dengan kedatangan Gery yang tanpa terduga sebelumnya.


Seketika air mata haru menyelimuti Lusi yang tengah menderita dengan apa yang ia alami. Saat melihat pria yang ia kenali itu didepan matanya.


Berlarut menjalani hari-hari yang kelam terpisah dari keluarga dan dihadapkan pada pilihan sulit yang seolah seperti semua tak ada pilihan lain selain pasrah atau bunuh diri. Membuat Lusi benar-benar hanya ingin segara lepas dari jerat yang menyiksanya.


Lusi yang tengah hamil 7bulan terlalu lemah untuk melawan garis takdir yang kini ditahan ditangan pria yang tak dikenali karena sebuah hutang.


Mata sayu dan penuh beban kini dipundak Lusi. Lusi pun menangis menjatuhkan air matanya. Melihat Gery bak seperti mimpi baginya.


Sebelum nya....


Gery memang sudah menyuruh orang untuk mencari Lusi dan kebetulan sekali Gery juga memang kenal dengan Deni ayah dari Demian.


Dan setelah pencarian kurang lebih dua hari wanita yang ia cintai kini berada ditangan Deni.


Gery seperti mimpi melihat Lusi kembali namun Gery juga tampak kaget melihat Lusi yang tak baik-baik saja didiepan matanya kini.


"Kamu datang untuk menjemput ku kan" tanya Lusi sambil menangis.


Gery pun berjongkok melihat Lusi yang kakinya terlihat lemas karena belum makan sudah hampir dua hari. Selama Lusi dikurung itu Lusi hanya diberi air putih saja tanpa diberi makan. Lusi tak mampu berdiri dan lemas.


"Aku datang ingin memberitahu mu dan akan menjemput mu pulang" ucap Gery.


Seketika Lusi pun menangis.


"Bawalah aku pulang, aku lelah dengan semua ini" ucap Lusi menangis.


"Aku datang, ingin memberi tahu juga bahwa putra mu saat ini sedang sakit ia dirawat dirumah sakit"

__ADS_1


"Dia sakit?" Tanya Lusi.


"Iya" jawab Gery.


"Ya Allah, hiks hiks hiks" Lusi pun menatap kedua wajahnya dengan tangan sambil menangis. Tanpa sadar Lusi memeluk pundak Gery sambil menangis.


"Bawalah aku pulang, aku ingin segera menemui nya" ucap Lusi yang menangis sambil meminta dirinya untuk segera lepas dari jerat yang menimpa nya kini.


Gery pun memegang tangan Lusi sambil mencengangkannya dengan mengelus punggungnya.


"Aku akan melepaskan mu, aku akan membawa mu pulang tapi syaratnya hanya satu. Dan itu adalah syarat dari ku yang harus kamu penuhi" ungkap gery memandang Lusi.


"Apa?" Tanya Lusi.


"Kamu harus mau menikah dengan ku"


Deg...


Lusi pun menggelengkan kepalanya seolah tak percaya dengan apa yang menjadi syarat untuk dirinya. Selain Lusi yang tak mencintai Gery, Lusi juga tak mau khianati sepupu suaminya yang bernama Liana. Bagaiman pun Gery adalah suami dari Liana. Lusi sungguh tak ingin itu terjadi.


"Gak mungkin untuk yang satu ini, apakah ada pilihan lain selain ini. Ini terlalu berat untukku, aku tidak mau mengkhianatinya"


"Lusi, aku sudah bercerai dari Liana. Aku hanya ingin kamu mau. Itu saja, semua tidak ada yang gratis Lusi. Aku mengeluarkan mu pun juga tidak gratis, aku mengeluarkan mu dengan syarat melunasi hutang mu. Dan itu sangatlah banyak" ungkap Gery kepada Lusi.


"Tapi ini terlalu lah berat untukku, ini sulit untukku menerima pilihan ini. Aku pasti mengganti tapi jangan beri aku pilihan sulit seperti ini"


"Baiklah jika kamu mau selamanya disini, kamu mungkin selamanya akan disini. Dan anak mu akan terus menangis tanpa orangtuanya dirumah sakit. Lakukan saja !!!!" Ungkap Gery berdiri kesal karena Lusi tidak mau akan pilihan yang diberikan oleh Gery.


Seketika Lusi pun sedih dengan ucapan Gery yang memang ada benarnya. Gery pun sangat rindu pada putranya dan tak mau mati dalam belenggu para pria kejam.


Lalu Gery pun tersenyum bahagia.


"Cuma seperti nya aku tidak bisa berjalan, aku belum makan dari kemarin badan dan kaki terasa lemas"kata Lusi yang terlihat lemah.


"Baiklah aku akan menggendong mu" ucap Gery yang pada akhirnya menggendong Lusi.


Saat itu Gery tidak datang sendiri. Gery datang bersama para bodyguard juga dan ia membawa uang senilai jumlah hutang Lusi.


Lusi yang terlihat lemas itu pun tampak memejamkan matanya dalam pelukan dan gendongan Gery. Badan Lusi terasa lemas karena tidak makan dari kemarin.


Lalu saat Gery menggendong Lusi, tak lama Demian datang dengan wajah paniknya melihat Lusi didalam gendongan seorang pria.


Demian tidak menyangka bila Lusi akan dibawa pergi oleh pria lain.


"Lepaskan dia!!!!!!" Ucap Demian menahan Gery yang saat itu membawa Lusi.


"Ini tidak ada urusannya dengan mu" ungkap Gery yang tidak terima dihadang oleh seorang pria.


"Dia mau dibawa kemana?"


"Bukan urusan mu, dia adalah milik ku" kata Gery dengan tegas berkata.


Lusi yang terlihat memejamkan mata terlihat payah itu pun akhirnya meminta Gery untuk tetap jalan.

__ADS_1


"Gery aku mohon bawa aku pergi dari sini, cepatlah" ucap Lusi sambil memejamkan mata tampak lemas.


Lusi tidak membuka matanya sama sekali dan ia memang tahu saat itu ia mendengar suara Demian. Namun ia tidak peduli pada pria yang sudah jahat menidurinya secara paksa dan tanpa rasa iba sedikit pun. Yang Lusi ingin kan adalah segera pergi.


"Kamu sudah mendengar kan bahwa dia ingin pulang" kata Gery tegas.


Lalu teriakan seorang pria terdengar.


"Demian!! Biarkan dia pergi" teriak Deni.


"Tidak boleh, wanita ini harus tetap di sini, dia masih ada hutang sama kita pah" kata Demian.


"Dia sudah melunasi semuanya dan dia berhak pergi" ucap sang papa dengan lantang.


Gery pun tersenyum dan melangkah kan kakinya dengan membawa Lusi.


Sementara itu... Demian terlihat shock dengan kepergian Wanita orang yang sebenernya ia cinta namun pergi bersama pria lain.


Lusi... Kamu pergi... Kamu pergi... Batin Demian yang tak percaya.


Lalu Demian pun terlihat marah pada papanya.


"Pah,.Lusi tidak bisa pergi" kata Demian marah.


"Itu sudah menjadi keputusan papa. Mereka mampu membayar hutangnya lalu apalagi yang kamu cari" kata papa.


"Tapi... Demian mencintai wanita itu pa. Demian tidak bisa kalau wanita itu pergi begitu saja" kata Demian meremas kepalanya.


"Pah Demian bukan hanya cinta tapi Demian pun sudah meniduri wanita itu pah. Demian jahat bila Demian tidak menikahinya" kata Demian.


"Itu bukan urusan papa, yang penting dia sudah melunasi hutangnya!!!!!!" Ucap Deni pergi meninggalkan sang putra.


Lalu Demian pun terlihat meraup wajah kasarnya dan dengan cepat Demian mengejar Lusi yang saat itu sudah masuk dalam mobil.


Lalu Demian menahan mobil yang sedang ingin pergi. Dan mengetuk pintu kaca mobil itu. Gery pun membuka kaca mobil dan terlihat Lusi didalam mobil, Demian pun memegang tangan Lusi.


"Lusi aku mohon kamu jangan pergi" ucap Demian yang memegang tangan Lusi erat "Aku sungguh mencintai mu Lusi"


Namun Lusi bukannya mengatakan hal yang sama Lusi terlihat menangis sambil menarik tangannya dari Demian.


"Lepaskan tangan ku, biarkan aku pergi terimakasih atas luka yang kamu beri selama ini" ucap Lusi membuag wajahnya.


"Lusi... Lusi..."


Mobil itu pun tetap melaju dan pergi.


Lalu terlihat Demian yang seketika terdiam dan sedih dengan apa yang ia alami kali ini. Demian pun tidak menyangka bila akhirnya Lusi akan pergi dari sisinya.


Sambil tertunduk lemas Demian menyaksikan yang akhirnya Lusi pergi.


Lalu Edy pun melihat Demian yang terlihat kesal dan sedih dengan kepergian Lusi.


"Saya yakin jika saat itu kamu benar tulus untuk mencintainya, dan tidak memanfaatkan dirinya saat ini pasti dia takan pergi darimu" kata Edy.

__ADS_1


Seketika Demian pun menangis menyesal mengingat mengapa tidak dari dulu ia memperjuangkan cintanya dan menganggap lunas hutang dari wanita yang ia cintai dan kini wanita itu pun pergi.


__ADS_2