
Suasana saat itu terlihat Tanisa yang teramat bahagia bahwasanya Tanisa kini telah bersama pria yang ia cintai yaitu Gavino. Gavino adalah tambatan hati Tanisa. Dan hanya Gavino lah yang berada didalam hati Tanisa. Mereka berpelukan mesra selayaknya pasangan yang telah lama berpisah. Ya mereka memang telah lama berpisah. Wanita usia yang kini berusia 19 tahun itu terasa sangat nyaman berada dipelukan pria yang berumur 27 tahun itu. Meski Gavino terbilang terpaut usia 8 tahun, namun Tanisa mencintai Gavino dengan seluruh perasaan jiwa dan raganya.
"Aku duduk ya kepala aku sakit" ucap Tanisa. Yang memang kondisinya masih belum stabil.
"Duduk dan istirahat lah sehabis ini aku akan menelpon dokter untuk merawat mu. Badan mu masih demam. Aku harus menjaga dan merawat mu, aku senang sekali karena Leon begitu baik membantu ku untuk bertemu dengan mu" kata Gavino penuh perhatian pada Tanisa. Lalu Tanisa direbahkan dikasur dan diselimuti tubuh Tanisa yang terlihat lebih kurus dari sebelumnya itu.
Namun tiba-tiba terdengar suara bel yang berulang. Seperti orang yang tak sabar untuk minta dibukakan pintu.
"Berisik sekali orang itu, tidak paham sekali kalau aku ingin berduaan dengan mu" kata Gavino.
"Cobalah kamu cek dan buka pintunya siapa tahu orang penting" ucap Tanisa.
"Baiklah" jawab Gavino bernajak bediri.
Dan tanpa berfikir negatif siapa yang datang Gavino pun membuka kan pintu.
Saat Gavino membuka pintunya, Gavino benar benar kaget melihat siapa yang datang saat itu. Dan itu ternyata adalah Deon, mata Gavino pun langsung menatap tajam. Dengan cepat Deon langsung menarik kerah baju Deon.
"Mana Tanisa!!!!" ucap Deon. Dengan cepat Deon mendorong badan gavino dan menerobos masuk melihat apakah ada Tanisa.
Dan benar saja ada Tanisa yang berada ditempat tidur, Deon pun tampak kesal dan emosi melihat wanitanya itu berada didalam apartemen Gavino.
__ADS_1
Dan dengan cepat Deon menarik tangan Tanisa yang sedang tidur. Tanisa pun tampak kaget melihat pria yang datang saat itu.
"Mas Deon" ucap Tanisa kaget.
"Ayo ikut kita pulang kamu jangan ada disini!!!!" ucap Deon kesal pada wanita itu. Dan menarik tangan nya dengan kuat sampai membuat Tanisa tertarik dan hampir jatuh.
Gavino pun dengan cepat menarik tangan Tanisa, tak mau jika Tanisa dibawa pergi oleh Deon.
"Lepaskan dia tak bisa kau bawa pergi Deon" ucap Gavino memegang tangan Tanisa erat.
"Dia akan pergi dengan ku, dan tidak ada urusannya dengan mu. Dia wanita ku!!!" Kata Deon lagi.
"Baiklah kita tanya saja pada Tanisa, Tanisa kamu mau ikut dengan ku atau dia!!!!" Ucap Deon kesal.
"Jawab!!!" Kata Deon.
"Jelas aku ikut Gavino mas, aku tidak mau ikut dengan pria yang ringan tangan seperti mu. Aku tidak mau ikut dengan mu" kata Tanisa dengan sorot mata tajam memandang Deon.
"Jelas kan dia bilang apa, Tanisa tidak mau ikut dengan mu" kata Gavino
Deon pun tampak kesal dengan apa yang Tanisa tuturkan.
__ADS_1
"Beraninya kamu bicara seperti itu Tanisa, tidakkah kau ingat disaat dirimu berjanji mau mengabdi cinta pada ku. Dan ini kah balasan mu, dasar wanita silalan!!!!" Jelas Deon kesal.
"Pergilah Deon, Tanisa selamanya akan menjadi milikku, bukan milikmu" ucap Gavino menatap tajam wajah Deon. Sementara Tanisa tampak berlindung dibalik tubuh Gavino, Tanisa takut melihat Deon yang seolah seperti ingin memakannya.
Sementara Deon menatap kedua orang dihadpannya itu secara bergantian dengan tatapan tajam dan membunuh. Deon tampak tak terima dengan semua ini.
Gavino pun lalu mengambil selembar cek kosong dan ia tulis dengan jumlah fantastis yaitu 4 milyar rupiah. Seharga dua kali lipat saat Deon mengambik Tanisa pada seorang wanita yang bernama ceri.
"Pergilah, dan bawa cek ini. Anggap ini sebagai pengganti uang anda yang hilang saat anda mengambil Tanisa ditempat itu" tutur Gavino tegas menatap seorang pria berumur 44 tahun didepannya itu.
Gavino pun memberikan cek yang berjumlah fantastis itu. Deon pun tampak menerima dan saat itu juga Deon langsung merobek nya.
Ssrrrrekkkk... Suara kertas cek yang terobek itu.
"Mau berapa pun uang yang kamu berikan pada ku Gavino, aku tak akan membiarkan mu mengambil Tanisa dari ku!!!!!!! Aku peringatkan Tanisa aku akan membawa mu kembali cepat atau lambat" Deon pun tampak pergi meninggalkan Tanisa dan Gavino.
Ya Deon berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan mengambil Tanisa kembali, dengan cara apapun dan bagaimana pun.
Deon pun pergi...
Deon memang telah pergi, tapi bukan berati mereka bisa terlepas begitu saja dari genggaman Deon. Deon tak akan membiarkan wanita yang sudah hamil anak nya itu lepas dari genggaman nya.
__ADS_1
Tanisa boleh kali ini kau lepas dari genggaman tapi tunggu besok Tanisa kau akan tahu bahwa kamu takan bisa hidup bersama Gavino selamanya.. batin Deon kesal dengan langkah yang cepat dan kasar Deon pulang.