Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Filosofi


__ADS_3

Keesokan paginya....


Terlihat Rian sembari sarapan. Beruntung anaknya sudah lebih baik. Dan boleh pulang. Tidak sampai dirawat inap dirumah sakit.


Namun Rian masih tampak stres dengan pikiran yang membelenggu. Kebingungan dengan nasib seorang wanita yang ia tabrak. Satu sisi Rian memang tahu yang ia tabrak adalah Marisa sahabat nya. Dan ia pun tahu bahwa kaki Marisa harus diamputasi. Namun tetap Rian kebingungan apa yang harus ia lakukan terhadap masalahnya ini. Karena jelas orang tua Marisa tak mau dilakukannya jalan damai. Dan itu membuat Rian semakin pusing.


Tampak Lusi yang menyiapkan sarapan untuk suaminya tanpa tahu dengan masalah Rian. Ia pun menyiapkan seperti biasanya dan memperhatikan Rian yang terlihat melamun.


Ia taruh nasi goreng diatas meja makan dan ia pandang suaminya yang menatap dengan tatapan kosong dan tak tahu apa yang suaminya pandang.


"Rian, kamu makan Nasi gorengnya.."ucap Lusi.


"Iya" jawab datar. Rian menyendoknya namun dengan rasa malas. Dan sambil ia acak-acak.


Lusi pun tampak melakukan hal seperti biasanya. Mengbrol dengan Rian dan melontarkan pertanyaan.


"siang nanti, mau aku buatkan makan apa?", Nanti kalau kamu mau, aku akan mengantarnya ke kantor"ucap Lusi dengan pertanyaan yang sebenarnya biasa. Namun terasa lain, disaat Rian sedang pusing.


Rian pun masih diam sembari makan. dan tak menghiraukannya.


"Rian? Kamu seperti ada masalah?" Ucap Lusi yang tampak melihat suaminya.


Namun bukannya dijawab, Rian malah tampak kesal dengan Lusi. Dan langsung menghentakan tangannya diatas meja.


Brraaggg.... Suara tangan Rian menghentak meja makan.


"Kamu bisa gak sih jangan cerewet!!" ucap Rian kesal.


Sontak Lusi pun tampak kaget melihat suaminya yang tahu-tahu membentak.


Lusi pun langsung diam saat suaminya yang marah. Ia pun tak banyak bicara lagi setelah itu. Rian tampak meraup wajahnya dengan kasar, sambil menghela napasnya. Dan langsung bergegas pergi ke kantor.


"Aku pergi ke kantor" ucap Rian dan Langsung pergi.


"I-iiya," ucap Lusi terbata.


Lusi pun tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi sehingga membuat Rian seperti itu.


Lusi pun langsung duduk dan memijat keningnya sambil berfikir apa yang sebenarnya terjadi.


Tak lama...


Teng nong.... Suara bel menandakan ada tamu yang datang. Lusi pun masih tampak duduk dan terasa masih shock dengan perlakuan Rian. Dan untuk membukakan pintu sudah pasti bibi yang akan membukakannya.


Lalu tak lama terlihat Lisa yang datang menghampiri kakaknya di meja makan. Pagi-pagi tampak Lisa bertamu kali ini. Lisa ini adalah adiknya Lusi.


"Halloooo....." Ucap Lisa memberi sapaan.


Namun Lusi tampak diam tak bergeming.


"Hei Kak? Aku datang loh kok diem sih" ujar Lisa


"Iya maaf deh, terus maunya diapain?"


"Sambut dong pake karpet merah atau apa?"


"Ia nanti kakak sambit"


"Jahat bener, cewek secantik aku mau disambit" ucap Lisa. Seketika Lisa melihat nasi goreng yang masih banyak berada diatas meja "Kak, aku makan ya nasi gorengnya. Masih banyak aja ini nasi goreng. Gak ada yang makan ya"

__ADS_1


"Kalau kamu mau makan aja"


"Ah gak jadi deh"


"Kenapa?"


"Pasti asin"


"Makan aja belom dah bilang asin"


"Biasanya kan begitu"


"Hadeh.." ucap Lusi menepuk jidat "Lisa kamu tahu gak? Masa kakak hamil lagi. Anak yang pertama aja belum gede. Udah hamil lagi aja"


"Wuih kakak doyan juga ya" jawab Lisa.


"Gak salah sebut tuh kakak yang doyan. Harusnya kan Rian"


"Oke oke Rian yang doyan. Tapi, Btw, Kakak terlihat seperti ada masalah?" Ucap Lisa memperhatikan wajah sang kakak yang tampak tak bersemangat.


"Ya nih kakak bingung"


"Bingung kenapa?"


"Rian kenapa berbeda ya"


"Bedanya?"


"Iya beda aja, kaya gak biasanya"


"Sevice kakak kurang hot kali"


"Iya lah apalagi? Masa service payung"


"Ah Masa iya soal itu"


"Iya pasti soal itu. Apalagi coba? Kakak harus paham. meskipun dulunya kakak yang diperkosa. Tapi kalau sudah suami istri kan lain kak. Sekali-kali kakak yang memperkosa Rian. kakak harus lebih liar"


"Ah masa sih harus begitu"


"Kakak mau awet gak hubungan rumah tangganya"


"Ya mau lah"


"Kali-kali kakak yang lebih dominan diatas ranjang. Tunjukan kalau kakak itu bisa memberikan service paling hot selama sejarah peradaban dunia"


"Hadeh.. berat banget sih kata-kata kamu pakai bawa peradaban dunia. Kamu kan belom nikah. Kenapa kamu yang terkesan lebih mendalami yang beginian"


"Nikah itu bukan tolak ukur kak. Ini masalah ilmu. Seksologi. Filosofi nya begini. Kalau kita mau jadi dokter kandungan, apakah kita harus mengandung dulu baru bisa jadi dokter kandungan, gak juga kan?? Jadi sama halnya, kalau kita mau jadi dokter kejiwaan, apakah kita harus gangguan jiwa dulu baru bisa. Gak juga kan?? Jadi seperti sekss. Gak harus kita rasakan namun bisa dipelajarilah"


"Hemp.. oke oke adikku yang manis. Kamu emang pinter deh ah. Masalah beginian"


"Ya kak sama-sama"


"Emang Kakak barusan bilang terimakasih ya"


"Harusnya bilang gitu"


"Oke makasih atas masukannya"

__ADS_1


"Bagus.. Ingat, Jangan cuma didenger ya kak. Tapi dipraktekin"


"Hadeh"


"Kok Hadeh? jawab yang bener jangan hadeh"


"Iya iya praktek" ucap Lusi pasrah menjawab.


"Yaudah bagus. Ini baru kakak ku yang super duper. Hot mommy"


"makasih pujiannya"


"Terus satu lagi"


"Apalagi?"


"Kakak pakai bikini terus foto, kirimin deh ke Rian. Aku yakin dia pasti kejang-kejang lihat foto kakak Pas dikantor. Pas sampai rumah langsung deh Kakak di tomplok" ucap Lisa sambil tertawa.


"Gak punya bikini" ucap Lusi.


"Bohong. Ntar aku belin yang seksi-seksi dah gratis buat Kakak"


"Gak becanda Kakak punya, oke deh masukan kamu, Makasih adikku"


"Good"


.


.


.


Satu sisi terlihat Rian, yang sedang dalam perjalanan menuju kantor. Tiba-tiba ia teringat akan laptopnya. Ia pun mencari sambil mengingat dimana ia menaruh terakhir kalinya. Dan seketika ia teringat bahwa ia meninggalkan laptop di restoran kemarin dimana tempat ia melakukan pertemuan dengan rekan kerjanya. Karena Fabio putranya sakit, ia pun terlupa untuk membawa laptop nya. Hari ini ada meeting penting dikantor. Sehingga Rian pun memutuskan untuk ke restaurant dulu, mengambil laptop nya yang akan ia pakai untuk meeting. Karena ada beberapa data penting yang tersimpan dilaptop tersebut.


Sesampainya disana Rian seperti melihat pria yang ia kenal. Dan ternyata itu adalah Juna. Juna tampak berbicara dengan manager Restaurant dan seperti membahas hal penting.


"Jun" panggil Rian.


"Eh elu gue pikir siapa?" ujar Juna. "Gimana kabar?"


"Kabar gue baik"


"Gue gak nanyain kabar lu. Gue nanya kabar istri lu"


"oh.. Kabar istri gue baik. Lu ngapain disini?"


"Motor gue kemarin ilang" ucap Juna.


"Kok bisa?"


"Gak tahu, gue parkir didepan Resto ini. Gak tahu siapa yang bawa. Tahu-tahu hilang. Ini gue lagi mau minta rekaman cctv yang semalem"


"Udah ada"


"Belum sih masih di copy rekamannya"


"Oh gitu, mudah-mudahan cepet ketemu ya. Gue juga buru-buru nih mau ambil laptop ketinggalan. Gue duluan"


"Oke"

__ADS_1


Lalu Rian pun bergegas pergi..


__ADS_2