Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Mampukah kamu mengembalikan itu


__ADS_3

Keesokan harinya, terlihat Juna dan Marisa yang duduk sambil merapihkan undangan pernikahan untuk pernikahannya nanti. Marisa dan Juna merasa senang karena mereka sudah mendapatkan restu dari David.


Seketika Juna pun tampak tersenyum melihat Marisa yang tampak sibuk dan antusias dalam pernikahannya.


"Marisa?" Panggil Juna dengan suara lembut menatap Marisa yang sedang menempel nama-nama undangan, yang akan diundang nanti.


"Iya" jawab Marisa


"Semangat banget ngurus pernikahan. Udah gak sabar ya, emang udah siap jadi istri" ungkap Juna.


"Aku sih siap-siap aja. Apa kamu yang gak siap" tanya Marisa.


"Aku siap lahir batin malah. Cuma aku takut" ucap Juna menghela napasnya.


"Kenapa?" Tanya Marisa penasaran.


"Takut kamu menyesal memilih ku yang serba biasa" jelas Juna.


"Dari awal aku kenal kamu, aku sudah tahu kamu. Cinta itu tidak mahal dan mewah. Cukup jadi diri sendiri" ucap Marisa meyakinkan Juna yang tampak ragu.


Seketika Juna pun tampak mendekati wajah Marisa. Ada batin yang bergejolak ingin mencium bibir Marisa. Namun sesekali Juna tampak menahannya. Juna merasa jika belum waktunya Juna memberikan kecupan hangat itu untuk Marisa.


Seketika Marisa memadangan Juna yang memperhatikan dirinya.


"Aku tahu?" Ucap Marisa.


"Tahu apa?" Tanya Juna.


"Kamu ingin mencium ku kan" ucap Marisa penuh percaya diri. "Lakukan saja Jun aku siap"


"Marisa, tidak akan aku lakukan itu sama kamu"

__ADS_1


"Kenapa?"


"Aku akan menjaga apa yang menjadi milikku nanti"


"Jun" panggil Marisa lirih.


"Apa?" Jawab Juna.


"Terimakasih" ungkap Marisa


"Untuk apa?"


"Kamu sudah ada buat aku"


Juna pun tampak tersenyum.


Lalu tak lama ayah dari Marisa menemui Marisa dan Juna. Dan membawa sesuatu untuk mereka.


"Papa sudah pikirkan untuk gedung pernikahan kalian" ucap David tiba-tiba.


"Terus ini papa dapat tiket bulan madu dari rekan bisnis papa. Dia memang baik, papa diberikan tiket bulan madu ke Bali. Ada empat tiket, kenapa empat tiket ya" ungkap David keheranan.


"Mungkin buat papa dan mama duanya lagi"


"Sepertinya papa gak bisa karena ada keperluan setelah itu. Kalian simpan saja"


"Hem. Bagaimana kalau kita kasih Lusi dan Rian tiket ini" usul Marisa.


"Kamu yakin" tanya Juna.


"Ya gak apa-apa. Dia kan sudah baik sama kita. Anggap aja hadiahnya"

__ADS_1


"Hahahaha terserah kamu saja Marisa. Cuma aku gak mau kalau ribet saja nantinya" jelas Juna.


"Ribet bagaimana?"


"Bisa saja Rian dan Lusi membawa Fabio dan menitipkan pada kita" Juna tampak tersenyum pada Marisa.


"Haha bisa jadi sih. Ya gak apa-apalah kan nanti kita punya anak. Anggap itung-itung belajar"


"Ya sih bener. Aku terserah kamu saja" ungkap Juna.


.


.


.


.


Sementara itu Gavino tampak gundah menjelang hari pernikahan Marisa. Wanita yang kini menjadi incarannya. Gavino sudah memutus hubungan pada semua wanita yang ia pacari itu. Ia memilih untuk fokus mengejar satu wanita saja yaitu Marisa.


Gavino merasa jika ia bisa bahagia dan baru akan bahagia bila ia memiliki wanita baik yang sebaik Marisa yang bisa menjaga kehormatannya. Karena dari semua wanita yang Gavino kenal tak ada satupun wanita yang benar-benar memiliki kehormatan sebagai seorang gadis yang memiliki kesucian. Rata-rata wanita yang ia tiduri pernah tidur dengan pria lain. Atau sudah tidak gadis lagi. Dan Gavino merasa semua wanita tidak ada yang istimewa seperti Marisa.


Dari sekian banyak wanita semua, mudah saja Gavino dapatkan. Namun semua sudah gavino tinggalkan. Namun ada satu wanita yang ternyata masih mengejar Gavino yaitu Tanisa. Tanisa tidak mau jika putus ditengah jalan.


"Gavino kenapa kamu berubah" ungkap Tanisa.


"Berubah, setiap orang bisa berubah dan menentukan jalan hidupnya masing-masing" ungkap Gavino.


"Tapi aku gak bisa kalau kamu pergi dari aku. Salah aku dimana Vino. Aku mau kita sampai menikah" tutur Tanisa dengan mata yang berkaca sambil menarik tangan Gavino.


"Salah kamu satu, kamu sudah tidak lagi perawan. Aku hanya mau menikah dengan wanita yang masih gadis tidak seperti kamu"

__ADS_1


"Kenapa kamu begini, kamu berubah"


"Aku, aku memang seperti ini. Kamu tidak sadar. Kamu tahu, dari sekian wanita yang aku pacari tak ada satu pun dia masih gadis. Dan itu termasuk kamu. Pertanyaan aku hanya satu. Mampukah kamu mengembalikan kesucian kamu, gak kan. Bahkan aku yakin kamu sendiri tidak tahu siapa pria yang sudah mengambilnya. Daripada aku menikah namun aku tidak pernah merasakan itu semua untuk apa. Lebih baik kita tidak usah menikah" ungkap Gavino menjelaskan pada Tanisa.


__ADS_2