Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Mulai Terungkap


__ADS_3

Suatu hari ditengah malam. Rian masih sibuk dalam pekerjaannya yang mengharuskan ia pulang lebih malam. Kali ini Lusi sendiri di dalam rumah. Ah tidak sendiri juga, masih ada baby Fabio dan juga asisten rumah tangganya.


Lusi yang ketika itu, merasa ingin dibuatkan minum oleh BI Asih tak sengaja melihat Bi Asih kepergok mencampurkan minuman Lusi dengan sesuatu. Seperti obat bius atau yang entahlah apa.


Lusi pun langsung menatap tajam dan berdiri dihadapan bi Asih.


"Bibi taro apa disitu" ucap Lusi dengan sinis.


"I-ini bukan obat apa-apa kok non" ucap Bi Asih kaget melihat Lusi.


"Kalau emang bukan terus kenapa ditaroin. Sekarang saya tegaskan itu obat apa dan untuk apa? Kalau bibi tidak mengaku, saya akan laporkan bibi ke polisi. Mau???"


"Maaf nyonya saya hanya menjalankan perintah" ucap Bi Asih gelagapan.


"Perintah siapa?" Ucap Lusi emosi.


"Tuan Gery!!!"


"Gery!!!"ucap Lusi sambil membulatkan matanya.


Tiba-tiba terdengar suara telepon bi Asih berdering. Dan bener saja itu dari Gery. Dengan cepat Lusi pun meminta di loudspeaker percakapan mereka.


"Hey bi Asih, bagaimana apakah Lusi sudah tertidur lemas dan tak berdaya. Campurkan obat itu satu botol. biar dia tidur pulas dan aku bisa merasakannya malam ini" ucap Gery di telepon.


Bi Asih pun tampak ketakutan. Mau bicara jujur atau apa.

__ADS_1


Bi Asih pun hanya terdiam dan tak menjawab.


"Bi kok diem. Diem itu artinya ia. Hemm... Tunggu 5 menit aku dataang. Dan detik ini aku siap menjamah wanita cantik bernama Lusi itu" ucap Geri kegirangan.


Apa yang dikatakan Gery seolah seperti pukulan keras untuk Lusi. Ia tidak menyangka jika seorang Gery akan tega melakukan itu. Lusi pun sontak tampak naik pitam mendengar apa yang baru saja ia dengar.


Lusi hanya diam menunggu sampai benar. Apakah Gery akan datang. Atau ini cuma keisengannya saja.


Tak sampai lima menit, tiga menit saja Gery sudah datang. Suara bel berbunyi.


Lusi dengan wajah kesal nya tampak membuka pintu dan berdiri didepan pintu. Menyambut Gery dengan amarah. Saat Gery membuka pintu tamparan keras datang


PLAAKKK


"Kenapa??kaget!!! Lihat aku disini. Tega kamu Ger, aku kira kamu baik ternyata kamu busuk" teriak Lusi dengan emosi menatap dengan penuh kesal.


"Aku bisa jelaskan semua dan kamu gak perlu marah"


"Marah? Jelas aku marah!!! Aku dengar semua percakapan kamu dengan Bi Asih. Kamu berencana menaruh minuman aku dengan obat bius"


"Aku bisa jelaskan semuanya" ucap Gery menatap Lusi penuh tatapan nafsu karena melihat Lusi yang seharusnya sudah berada di ranjang bersama nya.


"Kamu jangan terlalu banyak marah. Semakin kamu marah, semakin kamu seksi. Dan lihat bibir merah mu. Wajah mu, badan mu, dan semuanya" timpal Gery lagi.


Lusi langsung melayangkan tamparan keras dapat berhasil Gery genggam tangan Lusi.

__ADS_1


"Lusi asal kamu tahu, aku sudah melihat semua isi dibalik pakaian yang kamu kenakan. Aku pernah mengintip kamu mandi"


"Tega kamu?" Ucap Lusi kesal.


"Dan asal kamu tahu, saat kamu pingsan. Aku bermain dulu dengan mu. Mencium setiap helai rambut dan merasakan bibir bahkan semua nya. Aku merasakannya. Kamu ingat gak? Oh sayang sekali aku ingat kalau kamu pasti gak ingat karena kamu gak tahu. Aku ambil moment itu disaat kamu pingsan"


Seketika hati Lusi pun terasa perih mendengar penuturan apa yang dikatakan Gery.


Lusi pun tampak memukul Gery, namun Gery tampak tak kesakitan sedikit. Lusi pun tanpa sadar menangis.


"Kamu jahat!!" Lusi tak percaya.


"Lusi pukulan mu kurang kuat, aku tak merasakan sedikit pun sakitnya pukulan itu"


Tiba-tiba terdengar suara seseorang dibalik pintu dengan cepat memukul Gery.


"BRENGGSEK"ucap Rian yang secara diam-diam menguping dibalik pintu.


Gery pun tampak kaget.


Rian pun langsung memukuli Gery hingga babak belur tanpa ampun.


"Beraninya kamu menyentuh istriku. Akan aku bunuh kamu Gery" ucap Rian dengan sangat kesal.


Gery pun kaget dengan kedatangan Rian tiba tiba ditambah Rian yang datang dengan pukulan. Gery pun tampak melawan namun ia gagal melawan. Gery tampak kalah, dan habis dihadapan Rian yang sangat terlihat marah.

__ADS_1


__ADS_2