
Harga termahal dari sebuah hubungan adalah kesetiaan, harapan tentang cinta adalah penyatuan yang abadi.
Jika ada istilah mengalah untuk menang itu memang benar adanya, tapi kemenangan lebih menuju ketenangan. Berdiam diri membisu, membiarkan orang yang dicintai kesakitan itu adalah jiwa begitu terasa menyakitkan sebenarnya pula.
Saat ini...
Ya saat ini....
Gery memilih untuk meninggalkan dunia yang menjadi obesesinya, mengubur cinta yang sebenarnya begitu membara pada wanita yang ia cintai yaitu Lusi. Demi nama keluarga Gery memilih meninggalkan tanggung jawab yang lain demi tanggung jawab yang lama.
Sebagai manusia yang banyak dosa sebenernya bukan cuma Liana yang perlu dan mendapatkan tanggung jawabnya, namun Lusi pun berhak mendapat pertanggungan jawaban Gery atas apa yang menjadi kesalahan Gery saat dulu.
Hanya saja Lusi bungkam diam seribu bahasa, membiarkan semua terjadi dan berlalu begitu saja demi hati yang tak ingin berkali-kali pilu menahan rasa sakit.
__ADS_1
Perjalanan cinta tak selalu mulus dan tak selalu manis tak selalu kuat dan tak harmonis saat diterjang badai. Gery yang awalnya mengalah untuk membina rumah tangga harus mendapatkan pil pahit yang ia dapatkan. Diam-diam Liana masih sering berhubungan dengan sang mantan pacar yang ternyata ia cintai selama ini.
Dulu Liana pergi, karena Revan pacar Liana itu bertunangan dengan pria lain. Dan akhirnya Liana hamil dengan pria lain yaitu Gery. Tapi sayang pergi tak selamanya pergi, yang pergi pun kembali datang. Revan kembali datang menggoyahkan hati Liana.
Liana pun diajak tidur bersama oleh Revan, Revan yang memang sudah sering berhubungan badan dengan Liana pun mudah mendapatkan itu.
Kata manis Revan yang bilang bahwa ini sebatas hubungan suka sama suka, nyatanya Revan kirimkan bukti foto tidur bersama antara diri Revan dan Liana.
Gery yang sedang ada di Jakarta itu pun kaget dengan kelakuan istrinya yang ia pikir baik, nyatanya tidak.
"Ini kelakuan kalian dibelakang ku" kata Gery kesal.
"Aku sudah membuka hatiku, aku sudah mencoba membina rumah tangga kita, ini jawaban mu. Mengkhianati kesetiaan hanya demi nafsu belaka. Liana!!!! Aku tidak mencintaimu, tidak mencintai mu sama sekali. Tapi aku mencoba demi putri kecil kita, aku mencoba merajut dan membina rumah tangga!! Tapi ini jawaban kamu, aku pikir kamu tidak seperti ini Liana" ucap Gery kesal.
__ADS_1
"Kenapa kamu bisa pulang secepat ini, bukankah?" Ucap Liana dengan balutan selimut yang di tangannya.
"Cukup!!!! Sudah cukup aku tahu kamu, saat ini juga kita bercerai. Aku bertanggung jawab untuk putriku tapi tidak untuk dirimu. Akan ku bawa putri ku" ucap Gery kesal.
Gery pun tampak tersenyum dengan kedatangan Gery.
Gery pun pergi dengan emosi yang menggebu, ia pikir jika menikah dengan orang yang tidak ia cintai hidupnya akan baik-baik saja. Tapi nyatanya penghianatan itu tetap ada dan justru malah menyakitkan.
Liana pun berlari tapi Gery tetap pergi saat itu.
"Jadi kamu yang menjebak ku, kamu bilang hubungan kita suka sama suka, tidak perlu pakai hati kenapa kamu beritahu tentang kita" ucap Liana kesal.
"Karena aku mencintai mu. Kamu berubah semenjak menikah dengannya" ucap Revan.
__ADS_1
"Aku akan menikahi mu setelah ini kamu tidak usah takut, kita akan menikah" ucap Revan.
Revan memang sengaja melakukan itu demi mendapatkan Liana kembali.