Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Gadaikan cinta


__ADS_3

Keesokan malamnya..


Sebagai wanita malam Tanisa tahu jika dirinya akan terus menjadi permainan pria.


Lalu Tanisa pun dibawa ke club malam dan dijajakan disana. Ia pun tampak berpakaian seksi dengan wajah yang harus tampak ceria dan cantik. Tak boleh terlihat sedih walau hatinya mungkin saja menangis. Tanisa tampak cantik dengan make up yang ia pakai. Terlihat seksi dan memakai pakaian seksi.


Tiba-tiba saja seorang pria datang menghampiri Tanisa. Pria itu Tanisa tampak tak mengenal sama sekali siapa dia. Pria itu pun berbisik pada Tanisa bahwa dirinya sudah membayar mamy Cery untuk malam itu. Tanisa pun menatap pria itu dari atas hingga bawah. Pria itu pun tersenyum namun Tanisa tak membalas senyuman sama sekali. Tanisa pun tampak ditarik dan dibawa ke kamar hotel.


Ia pun siap tak siap harus melayani pria itu. Namun hal yang mengejutkan bisa terjadi.


Pria yang membayar Tanisa menjebak Tanisa. Tanisa yang harusnya hanya melayani satu pria. Ternyata didalam hotel yang pria itu sewa terdapat lima orang didalamnya. Tanisa melihat pria itu. Tanisa membulatkan matanya dengan jumlah pria yang hadapannya kini dengan jumlah enam orang. Sungguh itu diluar dugaan Tanisa.


Tanisa tak sanggup bila melakukan hal itu. Ia tahu jika dirinya memang wanita bayaran. Namun bukan berati ia akan dipakai bermai ramai seperti ini.


"Ini tidak sesuai perjanjian. Tak bisa saya melakukan ini dengan kalian. Saya hanya melayani satu tidak lebih dari satu" tolak Tanisa pada pria dihadapannya kini.


Pria itu pun hanya tampak tersenyum. Tak peduli pada Tanisa.


"Gue emang bayar satu, tapi lu harus layanin kita" ungkapnya.


"Ini gak bisa. Ini gak bisa, lepaskan saya" pinta Tanisa pada beberapa pria dihadapannya kini.


"Hahahah kucing yang udah masuk kedalam kandang tak mungkin saya bisa lepaskan" ucapnya pada Tanisa.


"Saya mohon jangan lakukan ini pada saya. Saya mohon" Tanisa tampak tak meminta untuk dilepaskan.


Lalu tampak semua orang mulai memainkan perannya Tanisa dipegang ramai ramai oleh para pria itu. Pria dengan wajah yang tampak penuh nafsu dan bergairah. Dengan cepat mereka membuka semua baju milik Tanisa. Tanisa tampak diciumi tubuhnya oleh semua pria itu. Dan semua tampak menjijikan untuk Tanisa. Tidak berhenti sampai disitu. Tanisa tampak menangis dan meronta. Namun Tanisa tampak kalah kuat oleh mereka.


Hingga tiba-tiba saja pintu tampak didobrak kuat dari luar terlihat Deon dihadapan Tanisa kini.


"Lepaskan dia" seru Deon kepada pria yang kini yang sedang memaksa Tanisa bermain cinta.


"Tolong .. tolong saya" teriak Tanisa dengan air mata yang mengalir.


"Saya sudah membayarnya" ungkap pria itu.

__ADS_1


"Tidak bisa dia wanita saya" ungkap Deon tegas.


Lalu tampak Deon yang berkelahi pada ke enam pria itu. Dengan dibantu oleh bodyguard Deon dan para pria itu pun tampak kalah. Ya Deon jika pergi ke suatu tempat yang membahayakan dirinya ia selalu siap siaga membawa bodyguardnya sehingga itu membuat dia aman saat berkelahi. Meskipun dia juga kuat dan pandai dalam bela diri. Namun sebagai orang yang memiliki banyak uang. Penting baginya memiliki bodyguard untuk keaman dirinya.


Lalu dengan kekuatan Deon dan para bodyguard nya yang berjumlah lima orang itu. Semua berhasil dikalahkan. Para pria yang ingin meniduri Tanisa pun tampak takut menghadapi Deon.


Deon pun menghampi Tanisa yang tampak sehelai benang pun itu. Dan menutup badan Tanisa dengan jas yang ia kenakan. Tanisa memang tampak memakai pakaian yang sudah tak utuh lagi. Yang sudah disobek oleh para pria sialan itu.


Tanisa pun tampak menangis tersedu. mengingat dirinya hampir saja digagahi oleh enam pria yang tak Tanisa kenali sama sekali.


"Sudah ya jangan menangis lagi. Kamu tenangkan diri kamu. Saya akan menolong kamu" ucap Deon menenangkan Tanisa dan membawa keluar dari tempat itu.


Tanisa dibawa Deon kedalam mobilnya.


Tanisa pun tampak masih trauma akan kejadian tadi. Apalagi jika mengingat dari wajah ke enam pria yang seolah akan memangsanya.


Tanisa pun diberikan sebotol minuman untuk dia agar lebih tenang.


"Tenang ya, kamu jangan takut lagi. Ada saya disini. Kamu jangan menangis"


"Ya sama-sama. Tanisa? Aku bertanya sekali lagi. Apakah kamu mau ikut denganku" tanya Deon.


penuh penekanan.


Tanisa pun tampak menatap wajah Deon dengan air mata yang mengalir.


"Sekali lagi aku tanya sama kamu. Apakah kamu mau ikut denganku dan tinggal bersama ku" tanya Deon menegaskan.


Seketika hati Tanisa mengatakan iya. Untuk ikut dengan Pak Deon pengusaha terhormat dan kaya raya itu.


Tanisa pun mengangguk.


"Maksud dari anggukan kamu apa?"tanya Deon.


"Saya mau ikut bapak" jawab Tanisa.

__ADS_1


Deon pun tersenyum. "Baiklah, saya akan segera mengluarkan mu dari sana. Dan kamu hidup dengan ku. Dan kita akan menjadi pasangan kekasih" ucap Deon memeluk Tanisa.


"Berjanjilah sebelum ikut dengan ku" ucap Deon.


"Apa?" tanya Tanisa.


"Kamu harus mencintai ku, layaknya pasangan kekasih" titah Deon.


Tanisa pun terdiam.


"Tanisa bisa kan kamu berjanji untuk mencintai ku" ucap Deon sekali lagi.


Tanisa pun tampak mengangguk. "Iya aku berjanji"


Tanisa pun menangis. Ya baru kali ini Tanisa menggadaikan cintanya.


Pria itu pun tampak memeluk Tanisa. Dan mencium kening Tanisa.


"Setelah ini kita akan hidup bersama dan kamu akan menjadi milikku seutuhnya" ucap Deon.


Tanisa tak tahu yang ia lakukan bener atau salah. Namun ia merasa harus keluar dari tempat itu. Apapun caranya sekalipun harus menggadaikan cintanya pada orang lain yang tak pernah ia cintai. Yang penting Tanisa bisa keluar dari belenggu hitam itu.


Lalu pria itu pun tampak datang membwa Tanisa dan bertemu dengan Cery. Cery tersenyum melihat Deon datang kepadanya. Cery tahu kalau Deon memiliki banyak harta itu sebabnya ia tersenyum. Lalu Deon pun bicara pada Cery. Bahwa ia meminta melepaskan Tanisa. Meminta agar Tanisa menjadi milik dirinya seumur hidup.


Ada beberapa syarat yang memang tampak harus dipenuhi. Yaitu, Tanisa tampak tak boleh membuka semua yang ia alami. Untuk diceritakan kepada orang luar. Menjaga setiap rahasia. Dan yang paling ia harus patuhi adalah membayar. Deon harus membayar satu milyar untuk membayar Tanisa seutuhnya.


Tampak itu mudah bagi Deon, Deon pun memberikan cek lebih dari itu. Ia memberikan dua milyar atas diri Tanisa.


"Saya mengerti apa yang menjadi mau mu. Dan kau pun mengerti apa yang menjadi mau ku. Urusan kita beres. Dan aku membawa Tanisa" ucap Deon.


Deon pun pergi. Ia tarik Tanisa kedalam mobil. Dan ia membawa Tanisa pergi dari tempat itu.


Saat itulah Tanisa sudah benar-benar menjadi milik Deon.


Lalu bagaimana dengan Gavino?

__ADS_1


__ADS_2