Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Serigala berbulu domba


__ADS_3

Lusi pun tampak sedih melihat suaminya yang masih terlihat lemah dan berbaring dikasur rumah sakit itu.


Sesampainya disana, Lusi pun menatap sayu sang suami sambil sesekali ia belai lembut rambut suaminya itu. Ia tatap wajah suaminya yang memejamkan mata rapat dengan kaki yang terbalut, kepala yang terbalut dengan perban dan wajah yang tampak memar itu. Hati Lusi ikut hancur mana kala suami terbaring lemah dalam kondisi tak berdaya.


Dengan kata-kata yang lembut pula Lusi sampaikan kepada suaminya bahwa dia datang.


"Rian, aku datang sayang aku datang" ucap Lusi seraya sambil memeluk. Dan tanpa ia sadari ia mengecup pipi suaminya.


Cup


"Sayang aku mohon padamu, bangunlah dan dengarkan aku" ucap Lusi membangunkan suaminya. Ia tampak tak menghiraukan pria yang berada disamping yang tak ia kenali sama sekali itu.


Lalu Lusi pun berdiri dan menatap pria itu sekali lagi, pria itu hanya terdiam entah apa yang ia tatap.


Lusi kah?


Atau Rian kah?


Lusi pun enggan untuk bertanya kedatangan detail nya untuk apa. Yang Lusi tahu pria itu tak Lusi kenal sama sekali.


Lusi pun pergi melangkah keluar untuk solat Dzuhur karena waktu sudah menunjukan untuk solat.


Lusi pun pergi ke sebuah musola yang ada dekat rumah sakit untuk melaksanakan solat Dzuhur.


Dalam doa Lusi berharap jika suaminya akan diberi kesembuhan dan kesehatan, karena Lusi merasa sudah lelah hidup dalam keadaan seperti ini. Kalau ingin menyerah sebenernya sudah menyerah tapi semua harus kembali kepada kehidupan yang mungkin saat ini sedang dalam ujian terberat.


Setelah solat dzhur Lusi pun duduk disebuah warung makan di rumah sakit itu sambil sedikit melamun. Di meja kayu dan kursi kayu Lusi duduk sambil memesan makanan diwarung makan itu.


Lusi memesan ayam goreng, sayur, dan kerupuk. Lusi sudah merasa lapar karena ia memang belum makan.


Lalu saat ingin membayar Arga tiba-tiba menyerobot untuk membayar.


"Eh gak usah" jawab Lusi.


"Gak apa-apa" kata Arga memberikan uangnya pada ibu penjual makanan.


"Aku bisa bayar sendiri" tolak Lusi.


"Tapi jangan biar aku aja"


Lalu uang Lusi pun ditarik dan langsung diberikan pada Lusi. Arga pun tampak membayar.


Lusi pun pasrah saat tangan Arga memaksa Lusi untuk tidak bayar. Karena Arga terus-terusan untuk memaksa Lusi untuk tidak membayar.

__ADS_1


Lusi pun dengan terpaksa mengatakan kata.


"Terimakasih" kata Lusi.


"Ya sama-sama" jawab Arga sambil tersenyum.


"Emm kamu mau nambah?" Ucap Arga.


Lusi pun tampak menggelengkan kepala.


"Tambah lah jika kamu mau, aku bisa memberikan nya lagi"


Lusi pun hanya tampak tersenyum dan menolak.


"Tidak usah sudah cukup" kata Lusi.


"Emm baiklah, kalau kamu butuh sesuatu aku siap membantu mu. Kasarnya seperti ini, Rian itu rekan kerja aku. Susah senangnya sebagai sahabat kita harus saling merasakan. Dan kita pun bisa saling support saling beri dukungan disaat susah maupun duka" ucap nya menjelaskan.


"Terimakasih kamu sudah baik" kata Lusi.


Lusi yang memang tak memiliki siapa-siapa di kota yang baru ia datangi itu hanya manggut-manggut saja mendengar apa yang dituturkan oleh pria yang baru kenal itu. Apalagi pria itu memberikan kebaikan-kebaikan dan dengan kata yang baik.


"Sebelumnya kita belum saling kenal kan, nama ku Arga" ucapnya berkenalan dan memberikan tangan untuk bersalaman.


Lusi pun tak memberikan tangannya untuk berjabat tangan.


Arga pun hanya terdiam sambil menelan salivanya saat Lusi tak mau memberikan tangan nya itu.


"Baiklah. Jika kamu tak mau memegang tangan ku untuk berkenalan. Tapi aku senang berkenalan dengan mu" kata Arga menerik tangan nya. Karena Lusi tak memberikan tangannya.


"Ya" jawab Lusi singkat.


"Baiklah aku juga mau minum dulu di sini, mba aku kopi ya satu" kata Arga.


"Ya pak"jawab ibu penjual.


"Apa kamu mau kopi juga" tanya Arga.


"Tidak, terimakasih" kata Lusi.


"Berapa hari kamu berada disini?" Tanya Arga.


"Kurang lebih 3 hari"

__ADS_1


"Apa yang membuat kamu yakin untuk datang kesini, padahal kan rumah kamu jauh di sana" tanya Arga.


"Kepergian ku dari Jakarta karena aku benar-benar untuk meyakinkan apakah betul yang kecelakaan itu suamiku, apakah betul dia suamiku. Aku berharap jika itu bukan dia, bukan suami ku yang mengalaminya. Tapi saat aku kesini dan itu ternyata suami ku yang mengalaminya. Perasaan ku sangat hancur. Hidup yang berat ini semakin terasa berat saat aku tahu bahwa kenyataan ini pahit"


"Ya tidak apa-apa, kamu tidur dimana setelah ini, atau ada saudara mu disini"tanya Arga.


"Entahlah tak ada siapapun, mungkin aku akan tidur diemperan rumah sakit ini"


"Apakah tidak menginap di penginapan sekitar sini saja"


Lusi pun tampak menggeleng.


Dengan wajah Lusi yang seolah terlihat lemah itu seperti sebuah arti bahwa Lusi memang tak memiliki uang banyak untuk menginap penginapan atau hotel itu.


Arga yang senang dengan apa yang dialami oleh Rian dengan kondisi yang koma itu, seolah menambah keinginan lebih, yakni memiliki wanita yang dihadpannya kini.


Yaitu Lusi..


Sebenernya...


Arga hanyalah srigala berbulu domba. Dan merupakan orang yang berperan dalam kasus yang ada.


Arga seolah baik pada Lusi, padahal sebenarnya dialah dalang dari semua yang ada. Ia menginginkan kecelakaan itu terjadi pada Rian, bahkan bukan hanya koma namun kematian itu lah yang ia harapkan.


Karena bagi Arga, kehadiran Rian di tempat bekerja seperti sebuah ancaman bagi dirinya, yang akhirnya gagal naik jabatan dan tersusul dengan anak baru yaitu seperti Rian. Arga yang memang gila dengan jabatan. Yang ingin berada diposisi Rian. Membuat Arga membuat rencana dengan cara apapun harus menyingkirkan pria yang bernama Rian itu.


Tatapan Arga seolah memburu penuh rasa suka pada wanita, yang baru ia kenal nya itu.


Arga tampak tak peduli dirinya yang menyukai wanita dari teman kerjanya.


Ya..


Arga mencintai wanita dihadapannya itu pada pandangan pertama.


Apa yang membuat Arga suka?


Arga menyukai wanita cantik yang diam tak banyak tingkah, anggun dan baik hati. Semua yang dirasa kriteria Arga dan Lusi memiliki semua keriteria itu.


Arga tak pernah menyangka jika Rian memiliki istri baik dan cantik


Arga tak menyangka juga jika ia kini ia tampak mengincar wanita yang baru saja ia kenal nya itu.


Terlebih lagi Arga adalah seorang duda melihat wanita yang tampak cantik anggun, rambut panjang, dan hidung mancung Bak bidadari turun dari kayangan kini dihadapannya, membuat Arga ingin menjadikan dia di hati Arga.

__ADS_1


Seketika Arga memandang Lusi dengan tatapan lama dan menggetarkan sipemilik hati itu.


Lusi kamu adalah takdir ku. Aku berharap kamu takdir cinta ku yang telah lama hilang membangkitkan gairah cintaku yang telah lama membeku. Aku menyukai mu walau aku tahu secepat ini namun aku ingin memiliki mu....


__ADS_2