
Setelah memakan waktu hampir satu jam setengah itu Lusi sampai sebuah tempat yang katanya itu adalah kantor milik suaminya bekerja.
Namun Lusi menyimpan keraguan.
"Ini kantornya" kata Arga.
"Seperti bukan kantor"
"Didalam ada kantor nya kok"
Lusi pun berjalan mengikuti Arga ke sebuah tempat yang entahlah, Lusi pun tampak menerka ada sebuah gedung lantai dua Lusi pun mengira jika itu adalah kantor dari Rian bekerja, namun Arga malah tampak melewati dan membawa Lusi ke sebuah jalan lagi dan ternyata ke sebuah rumah satu kamar namun tampak sepi.
Lusi pun diajak masuk kedalam untuk menemani nya.
"Mana kantornya?" Kata Lusi bingung.
"Masuk dulu kita minum kopi"
"Aku serius, aku gak mau masuk" Lusi kesal.
Lalu dengan cepat Arga pun mendorong Lusi ke dalam kamar itu. Dan dengan cepat Arga langsung mengunci kamar itu.
Bruughh.. pintu itu dibanting Arga.
"Woy.... Berngsk keluarin gua!!!!!" ucap Lusi kesal sambil mendorong-dorong pintu itu dan menendangnya berkali-kali. Dan baru kali pertama Lusi mengucapkan kata kasar itu pada orang lain.
"Hahahaha" Arga pun tampak tertawa.
Lalu saat itu Lusi pun panik kepada siapa dia meminta bantuan rasa kesal, takut, kahwatir dan juga semuanya seolah bercampur jadi satu. Lusi bingung dirinya meminta tolong pada siapa, bahwasanya Lusi hanya sendiri disini.
Arga pun datang lagi dan masuk ke dalam. Dengan cepat ia mengunci pintu kamar itu. Dengan tatapan tajam Arga menatap Lusi tajam sembari tersenyum.
"Bagaimana?" Kata Arga.
"Apanya?" Ucap Lusi kesal.
"Perjalanan panjang mu"
"Perjalanan apa bodoh, mana kantor Rian yang kamu katakan?"
"Memangnya kamu mau kemana? Kamu pikir ada disini kantornya, bukan disini sayang, tempatnya bukan disini"
"Apa kamu menipu ku?"
"Kalau iya kenapa, bukannya wanita itu lebih suka ditipu dan mudah masuk dalam tipuan. Ternyata istri Rian ini cantik sekali" ucap Arga memegang pipi Lusi dan memebelainya.
__ADS_1
"Lepaskan aku brngsk!!!"
"Kamu akan aku lepaskan tapi syaratnya satu, kamu harus melayani ku dulu" kata Arga.
"Tidak, tidak akan pernah. Tidak akan pernah..jangan berani kurang ajar pada ku"
Dengan cepat Arga menarik Lusi dan menodongkan senjata tajam ke leher Lusi.
"Kamu tahu ini apa?" Ucap Arga mengarahkan senjatanya itu pada Lusi.
Seketika Lusi pun tampak menelan salivanya dan menangis ia tak pernah menyangka mendapatkan situasi sulit seperti ini.
Lalu dengan cepat Lusi pun menepis tangan Arga, Lusi tampak menarik senjata tajam itu.
"Aaarrgghhh, aww" ucap Lusi kesakitan saat tangannya terkena senjata tajam itu.
Lusi tidak peduli walau tanganya terluka Lusi pun tampak berusaha untuk keluar tapi sayangnya sulit karena ternyata pintu itu terkunci oleh Arga.
Lusi pun yang berusaha kabur itu, lalu di tarik oleh Arga dan dibawanya ke kamar mandi.
Brrrruugggghh
"Aku akan lakukan semuanya disini harus" kata Arga yang mencoba menodai Lusi.
Lusi yang jelas tidak mau kalah itu pun, menodongkan senjata tajam yang masih ia pegang itu pada Arga, namun Arga dengan cepat menendang tangan Lusi hingga senjata itu tampak jatuh.
"Seru juga ya, menyerah lah" kata Arga.
Lusi pun tampak tak mau kalah langsung menendang anu nya Arga. Arga pun tampak kesakitan.
"Aww.. sialan"
Lusi yang berusaha kabur lagi.
Dan dengan cepat Arga menarik Lusi dan mencelupkan kepala Lusi ke dalam ember.
Blubuk blubuk...
Lusi pun tampak tak bisa bernapas Arga pun mendorong Lusi dengan kasar. Arga tidak ingin Lusi mati sebelum ia memakai Lusi lebih dulu. Lusi yang tampak kebasahan itu pun langsung didorong ketembok dan dengan cepat Arga mencoba membuka baju Lusi dengan cara merobek robek semuanya. Arga pun mencium bibir Lusi dengan kasar hingga Lusi tampak kehabisan napas. Kini baju Lusi tampak sobek kiri dan kanan dan itu semua karena ulah Arga yang di luar batas.
Tampak dalam hati ..
Lusi menyesal karena mau ikut dengan Arga pria yang baru saja ia kenal itu. Pria yang menawarkan kebaikan nyatanya malah memberikan kesengsaraan.
Bibir Lusi pun tampak di cium habis-habisan oleh Arga. Lusi yang masih tidak mau kalah itu pun dengan cepat mengambil apa saja yang ada disitu dan dengan cepat juga Lusi memukul wajah dan kepala Arga dengan shower yang ada dikamar mandi sbenayak dua kali.
__ADS_1
Dugg..
Dugg pleettak
Arga pun kesakitan dengan kepalanya yang sakit karena dipukul.
Lusi pun lalu berusaha kabur melewati jendela.
Setalah bisa keluar melalui jendela Lusi pun berlari keluar dengan cepat Lusi tampak berlari sekuat tenaga, namun sayang Arga lagi lagi mampu mengejar Lusi. Arga langusung mendorong Lusi dan menjatuhkan Lusi ke lantai
Duel yang panjang itu pun tampak Lusi lakukan demi menjaga apa yang ia sebut sebuah kehormatan wanita, Lusi tak peduli jika harus ia mati saat itu juga.
Tangan Lusi yang tampak berdarah karena menepis senjata tajam, dan Lusi yang walau harus kena pukulan Arga tampak tak peduli walau harus mati yang paling penting ia mampu menjaga kehormatannya. Karena Lusi tak ingin kisah kelam yang dulu pernah ia rasakan kini kembali lagi dan terulang lagi. Lusi tidak mau, Lusi tidak mau.
Arga pun kembali menarik Lusi ke dalam mobil dengan cara menggendongnya dengan kasar, Lusi pun tampak berusaha keras untuk melepaskan diri.
Lusi pun berteriak meminta tolong sambil menangis.
"Hiikssss, Tooolllooonnngggg!?? Tolong!!!"
Lusi pun tampak sedih karena tak ada yang mendengar saat itu, tempat itu terlalu sepi.
Arga dengan cepat menggendong Lusi dan membawa masuk kedalam mobil.
Dan ternyata pintu mobil itu tak tertutup dengan rapat Arga pun membawa mobilnya dengan cepat dan Lusi yang berada di dalam pun tampak terjatuh karena saat mobil itu berjalan Lusi tampak berusaha keluar.
Brrrruugggghh..
Lusi pun berhasil keluar namun wajah Lusi tampak berdarah pada bagian kiri karena jatuh ke aspal.
Lusi pun langsung berlari dengan cepat saat ia terjatuh. Meskipun wajah kirinya terluka dan berdara hLusi masih tetap berlari. Selama kaki Lusi masih bisa untuk berlari Lusi pasti akan lakukan itu.
Lusi pun tampak berlari dan bersembunyi. Lusi bersembunyi di sebuah toren air yang kosong, Lusi masuk kedalam nya agar tidak ditemukan oleh Arga. Lusi menahan tangisnya dengan cara menutup mulutnya agar tidak bersuara, karena Lusi tahu karena Arga pastilah mencarinya. Dan dapat menemukan dirinya jika Lusi mengeluarkan suara sedikit saja.
Dari kejauhan tedengar Arga yang berteriak memanggil nama Lusi.
"Lusi... Sayang, kamu dimana? Aku tahu kamu pasti bersembunyi disini" ucap nya.
Lusi pun membulat kan matanya dengan panggilan mesra namun seolah membunuh itu.
Lusi pun tampak menangis, Lusi bingung harus meminta tolong pada siapa.
Sampai akhirnya Lusi pun mengambil ponselnya yang berada disaku, dan bersamaan dengan panggilan masuk. Beruntung hp itu ter silent jadi saat panggilan masuk tidak di dengar oleh Arga.
Lusi pun tampak melihat sebuah panggilan masuk dan langsung mengangkatnya meski itu dari Gery.
__ADS_1
"Gery tolong aku" ucap Lusi ditelpon sambil menangis dan suara pelan.
"Lusi? Lusi?" Kata Gery kaget.