
Satu hari sebelum kematian Rian, Gery tampak mengungkapkan seluruh apa yang ada didadanya dan mengungkapkan bahwa dia memang mencintai wanita yang selama ini ia cintai yaitu Lusi.
Dengan perasaan penuh keyakinan Gery menemui Liana saat itu, suasana saat itu diruang tamu dikediaman Gery bersama istrinya itu.
"Ada satu hal yang ingin aku sampaikan" kata Gery.
"Apa?" Ucap Liana.
"Ini soal perasaan ku"
"Apa lagi?"
"Aku mencintai Lusi" ucap Gery.
"Iya aku tahu, aku tahu dan aku merasakan hal itu"
"Aku akan mengejar cinta ku" kata Gery
"Tidak!!"jawab Liana tegas.
"Itu hak ku untuk mencintainya" kata Gery.
"Tapi dirimu adalah hak diriku, jangan pernah kau temuinya" kata Liana lagi.
__ADS_1
"Itu hak diriku untuk bertemu dengannya" balas Gery.
"Kalau begitu jangan pernah harap anak mu bisa hidup. Karena bukan aku yang akan mati, dan pergi. Aku akan pergi dari bumi ini membawa anak mu ini"
Gery pun terdiam.
"Mana tanggung jawab mu sebagai suami, selama kita menikah tak pernah sekalipun kamu menyentuh ku. Tak pernah sekalipun kamu menafkahi diriku sebagai istri. Apa ini yang kamu sebut laki-laki. Ini yang kamu sebut laki-laki, laki-laki macam apa kamu" kata Liana.
Gery pun tertunduk.
"Jika kamu memang manusia yang masih memiliki hati, lihatlah aku sebagai istri dan ibu dari anakmu. Aku berhak untuk hidup dan dicintai" ucap Liana lagi.
Malam itu Gery pun tampak mengalah pada istrinya dan Gery tampak tidur diseblah istrinya. Tanpa disangka dan diduga malam itu adalah malam dimana Liana akan melahirkan anaknya.
Gery pun menemani Liana saat itu, tanpa sengaja Gery melihat air mata Liana yang menangis. Gery pun merasa bersalah karena selama ini tak menjaga Liana dengan baik.
Gery pun yang tadinya tidak menanggapi Liana akhirnya sedikit ada rasa iba melihat Liana yang sudah melahirkan seorang putri untuk dirinya. Gery yang tadinya tidak menerima kehadiran Liana kini tampak berusaha untuk menerima putri dan Liana sendiri.
Liana pun berjanji pada dirinya sendiri, setelah ini ia akan menjadi orang yang lebih baik lagi.
Gery pun hanya bisa menerima Liana karena bagaimana pun dia adalah ibu dari anaknya. Walau separuh hatinya belum bisa menerima Liana yang memang tak ia cintai.
Setelah kelahiran Liana, Gery tampak tak tahu bahwa Rian telah meninggal hari itu. Liana yang tahu dari Renata tapi ia menutupi, bahkan Liana meminta Gery untuk pindah rumah.
__ADS_1
Karena Liana tak mau jika Gery pergi dari hidupnya dan mengejar Lusi yang kini telah menjadi janda.
Lalu bagaimana dengan kondisi Lusi saat ini?????
.
.
.
Setelah kematian Rian, Lusi tampak seperti manusia yang kehilangan gairah hidupnya. Maklum saja, hati Lusi hanya satu. Namun yang tinggal satu-satunya itu harus dibawa pergi dan meninggalkan kenangan yang tak mungkin terlupakan.
Bahkan berita tentang dirinya yang hamil ia seperti mendengar berita burung yang tak pasti itu. Ia masih tak menyangka jika dirinya hamil.
Kalau memang hamil lalu anak siapa?
Anak Rian ?
Atau anak Gery pria yang secara diam-diam telah mengambil yang menjadi miliknya.
Lusi hanya bisa menangis saat itu. Mengurung diri di kamar kaki dan tangannya serasa lemas. Dirinya tak menyangka jika ditinggal pergi akan sesakit ini.
soal kehamilan Lusi masih belum bisa berfikir jernih, ia masih belum percaya saat itu.
__ADS_1