Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Saya serius dan setuju


__ADS_3

Lalu saat itu Gery pun hanya tersenyum melihat Lusi yang tampak pergi membawa putranya ke kamar. Gery merasa jika Lusi begitu mudah mencari kelemahannya.


Tampak Liana yang memandang tajam Gery, apalagi setelah melihat Lusi dan dirinya tampak berciuman didepan matanya.


"Kamu keterlaluan Gery. Ternyata kamu seperti ini" seru Liana.


"Kamu pikir kamu siapa? Kamu mau marah? Marah saja" ungkap Gery pada Liana. "Kalau kamu marah malah lebih bagus"


"Kamu selingkuh sama Lusi, kamu benar-benar gila" ucap Liana marah.


"Heh, Liana. Aku tidak tahu siapa kamu. Jauh sebelum aku mengenal kamu. Aku mengenal Lusi lebih dulu, dibanding kamu. Kalau pun aku selingkuh itu bukan urusan kamu" ungkap Gery keluar rumah besar itu dengan raut wajah yang kesal.


Lalu tampak Liana yang mengejar Gery yang keluar rumah.


"Gery kamu mau kemana?"tanya Liana menyusul Gery keluar rumah.


"Gery tolong lihat aku dengan perasaan mu. Mungkin ada orang lain dalam hatimu. Tapi lihat ada anak ini dalam rahim aku" ungkap Liana. Liana tampak menarik tangan Gery.


Lalu Gery pun tampak menarik tangannya dan malah menunjuk Liana.


"Aku jelaskan pada mu Liana. Kalau kamu masih mau aku nikahi jangan terlalu banyak mencampuri urusan ku" ungkap Gery.


Lalu Gery pun pergi.


Ya, semua memang sudah menjadi kesalahan Liana. Yang tanpa lebih tahu tentang Gery. Hanya atas dasar suka sama suka saja. Liana langsung mau melakukan hubungan cinta satu malam bersama pria yang baru saja ia kenal. Namun itu semua sudah terlambat. Dan Liana juga memang suka pada Gery, dari awal pertama kali mereka bertemu dihiburan malam itu.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Lusi tampak tak mau membahas sama sekali soal kejadian Gery yang sudah berusaha menciumnya. Lusi hanya berfikir satu yaitu, keselamatan putranya. Lusi tampak lebih memilih diam dan tak banyak bicara. Takut putranya yang akan menjadi tawanan Gery. Karena Gery tampak tahu, jika Lusi sangat takut akan kehilangan putranya itu.


Tepat hari ini...


Hari ini adalah hari dimana Gery akan pergi keluar negri. Tampak Liana memaksa yang mengantar calon suaminya itu pergi ke Bandara. Gery pun hanya tampak cuek tak memandang Liana sedikit pun. Namun berbeda dengan Liana yang tidak mau melepas pandangan sama sekali pada calon suaminya itu.


"Kamu hati-hati dijalan ya mas" ucap Liana manis, Liana sedih karena harus melepas kepergian suaminya itu.


"Sejak kapan kamu panggil aku mas" ujar Gery dengan mata memicing.


"Kamu kan calon suami aku wajar jika aku panggil kamu mas" jelas Liana


"Jangan sok manja. Gue gak suka Lo panggil yang aneh-aneh" ujar Gery.


"Itu gak aneh mas, gak aneh. Yang aneh itu, kalau aku panggil kamu mba, atau tante"


"Terserah, tapi gue seneng. karena sebulan ini gue akan pergi dari sini. Itu artinya gue bebas dari cewek yang kegatelan"ungkap Gery sambil melirik sinis ke arah ini Liana.


"Kangen, hah. Mau pingsan tau gak dengernya, jangan pede" ujar Gery


"Pegang perut aku mas"ucap Liana menarik tangan Gery untuk memegang perutnya yang hamil.


"Gak perlu"


"Kenapa?"


"Karena anak itu pun belum tentu anak gue" Gery menarik tangannya.


"Aku berani sumpah ini anak kamu mas. Kamu satu-satunya" ucap Liana dengan nada lirih.


"Dan aku berani sumpah gak peduli siapa anak ini. Mau anak gue atau bukan, bukan urusan gue" tegas Gery.

__ADS_1


Lalu setelah itu Gery pun pergi. Meninggalkan Liana tanpa kata pamit yang indah kepada pasangan-pasangan pada umumnya. Gery pergi ke Singapura dengan tujuan untuk menyelesaikan tugas apa yang Ayahnya perintahkan.


Sementara itu.


Terlihat Juna yang datang menemui Marisa dirumahnya. Juna datang membawa bunga dan Juna kaget karena yang menemuinya adalah David. Juna pun tampak berderbar hatinya melihat David.


"Silahkan masuk" ucap David tampak tegas.


"I-iya om" jawab Juna dengan gugup.


Juna pun duduk di kursi ruang tamu.


"Tunggu dulu nak Juna ya, nanti Marisa saya panggilkan" ucap David beranjak pergi meninggalkan Juna. Lalu memanggil Marisa.


Lalu tak lama sesusai itu, Marisa tampak sambil tersenyum melihat Juna yang datang.


"Hai Jun, kok datang gak bilang" tanya Marisa.


Lalu Juna pun tampak tersenyum. "Ini bunga untuk mu"


Marisa pun tampak memeperkenalkan Juna kepada David. Meski sebenarnya David sudah tahu siapa Juna.


"Pa, ini kenalin Juna. Dia ini adalah pria spesial untuk Marisa pah" ucap Marisa memperkenalkan Juna.


David pun tampak mengangguk, sambil memandang Juna.


"Oh begitu, kalau seperti itu kapan kamu akan melamar dan menikahi anak saya" tanya David.


"Apa om, apa om serius saya menikahi Marisa, om setuju" ucap Juna dengan mata membulat.


"Iya saya sangat serius dan setuju"


Lalu Juna pun memegang tangan David dengan senang, dan menciumnya.

__ADS_1


"Terimakasih om, saya akan segera menikahi anak om"


__ADS_2