Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Kabar pahit


__ADS_3

Lusi kembali berusaha tenang dan menelaah setiap apa yang terjadi. Lusi masih tidak mengerti dalam satu hari dia seperti diruang dimensi yang berlalu begitu cepat.


Dari hutan kini berada didalam rumah sakit yang ia sendiri tidak tahu kini dirinya dimana.


Pria dihadapan Lusi pun akhirnya bernanapas lega karena akhirnya Lusi tidak lagi meronta dan panik.


"Baiklah, sebelum aku mengira dirimu kuntilanak berada ditengah hutan. Aku ingin tahu siapa dirimu sebenernya, dimana rumah mu?" Tanya pria itu yang duduk disamping Lusi.


Pria itu terlihat memerhatikan Lusi dengan seksama, menatap wajah cantik yang sebenernya tak ingin ia lepaskan dari pandangannya. Namun ia seperti memunafikan bahwa apa yang ia lihat belum tentu nyata bisa saja wanita ini gila dan untuk apa menyukai wanita gila didahapannya.


"Jawab sebenarnya kamu kuntilanak atau manusia?" Tanyanya sekali lagi. "Atau ada paku dikepala mu sehingga kamu ingin pulang ke habitat mu dihutan, coba jelaskan pria mana yang mau punya bayi dari wanita aneh seperti mu. Cantik sih tapi aku tidak yakin kalau kamu manusia"


Lusi pun tersenyum lucu mendengar ucapan yang ia dengar.


"Aku tidak menyangka bahwa dirimu adalah seorang pemain lawak yang mengatakan aku wanita siluman" kata Lusi.


"Aku hanya merasa aneh, barusan aku bilang kamu kuntilanak bukan siluman"


"Kalau memang aku terlahir sebagai kuntilanak buat apa aku pingsan, apakah ada kuntilanak yang pingsan dan kalaupun aku kuntilanak apakah ada kuntilanak yang lahir secara sesar dan kalaupun iya kamu biarkan saja aku lahir didalam kubur bukan dirumah sakit" ucap Lusi saat itu.


"Oh syukurlah kalau kamu manusia, seharusnya kamu tidak perlu marah jika kamu memang bukan makhluk astral"


"Baiklah.. aku minta maaf. Aku hanya mengatakan apa yang kamu tanya barusan" ucap Lusi yang sedih namun masih meladeni ucapan dari pria yang baru saja ia kenal itu.


"Makanlah makanan ini"


"Apa?"


"Aku tahu kamu lapar, kamu bisa makan sendiri kan" ucapnya lagi.


"Terimakasih"


Lusi pun menghela napasnya seketika. Dan teringat pada Ayah dan ibunya. Bahkan sebenarnya Lusi tidak ada waktu untuk bercanda, atau meladeni pria dihadapannya.


"Boleh aku meminta, maksudnya aku pinjam handphone mu. Aku ingin hubungi keluarga ku" kata Lusi ketika itu.


"Baiklah ini" ucap pria itu memberikan sebuah benda pipih miliknya.


Lusi pun tampak terdiam seketika ia lupa nomer handphone ibunya. Dia tahu namun ia juga lupa.


Lusi pun kembali menghela napas kasarnya karena dirinya yang kali ini kembali lupa pada nomer penting keluarganya.


"Sebentar aku mengingat dulu" timpal Lusi yang mengigit bibirnya.


Lusi pun memejamkan matanya sambil mengingatnya sebentar.


"Ah..." Lusi pun terus mengingat dan ia pun mencobanya. Beruntung nomer yang ia masukan benar hingga nomer itu yang ia tuju tersambung pada nomer ibunya.


"Assalamualaikum" kata Lusi yang saat itu nomer yang ia tuju tersambung.


"Walaikumsalam, ini siapa?"


"Ini Lusi Bu" ucap Lusi setengah menangis pada akhirnya ia mampu berbicara pada ibunya.


"Lusi kamu kemana nak" ucap ibu saat itu.


"Lusi, saat ini dirumah sakit. Rumah sakit apa ? Sebentar Bu?" Kata Lusi yang ia sendiri tidak tahu rumah sakit apa yang ia tempati.


"Rumah sakit mawar" jawab pria itu.


"Rumah sakit mawar Bu" jawab Lusi pada ibunya, tapi Lusi tak tampak tahu dirinya jelas. "Rumah sakit mawar itu dimana?" Tanya Lusi pada pria itu.


"Jawa tengah" jawab pria itu lagi.


"Apa? Jawa tengah" kata Lusi yang ia sendiri kaget.


"Jawa tengah Bu" jawab Lusi pada panggilan telepon itu.


"Jawa tengah kamu ngapain disana" tanya ibu saat itu.


"Lusi gak tahu Bu, Lusi pingsan dan saat ini Lusi sudah melahirkan.. melahirkan sesar Bu" jawab Lusi sambil menangis.


"Bu?" Ucap Lusi saat itu.

__ADS_1


"Ya nak?"


"Bagaiman keadaan Ayah saat ini" tanya Lusi saat itu.


Ibu pun tampak menangis saat itu.


"Ayah mu, ayahmu meninggal huhuhu" kata ibu yang membuat jantung Lusi serasa copot detik itu.


"Bagaiman bisa Bu, bagaimana bisa" ucap Lusi yang semakin sedih dan langsung menangis dengan apa yang diucapkan oleh sang ibu. Itu semua terasa mimpi buruk baginya.


"Nyawanyaa tidak tertolong saat operasi"


Lusi pun langsung menangis histeris tak beraturan. Ia tidak menyangka didalam hal tersulit dalam hidupnya harus dihadapkan lagi dengan berita buruk tentang kepergian Ayahnya saat ini.


"Ayaaahhhhhh" ucap Lusi yang tanpa henti menjatuhkan air matanya saat itu.


"Kamu kenapa" tanya Pria itu.


"Ayah ku meninggal, Ayah ku meninggal hiks hiks huhuhu" Lusi tampak menangis tersedu tak percaya dengan berita terburuk dalam hidupnya.


Pria itu pun tampak tertunduk sedih melihat Lusi yang ternyata mendapat kabar duka.


Lusi pun memegang handphone ditangannya dan tak terasa jatuh..Lusi langsung menangis dan menutup wajah dengan kedua tangannya tak terasa air mata membasahi..


Bahkan ibu tidak sempat menanyakan kenapa bisa Lusi berada dijawa tengah. Tapi telepon itu keburu jatuh dari tangan Lusi saat itu.


Lusi tidak bisa pulang detik itu juga, karena kondisi ia yang belum boleh pulang karena kondisinya yang belum stabil.


Ibu pun memberikan kabar tersebut juga pada Gery.


.


.


Terlihat Gery yang juga mendapatkan kabar dari mantan ibu mertuanya bahwa Ayah dari Lusi meninggal. Dan ibu dari Lusi juga memberikan kabar bahwa Lusi saat ini sudah melahirkan, Gery tentu saja menjadi penasaran dan teringat akan kejadian tempo lalu.


Gery tidak tinggal diam saat itu, Gery pun langsung menanyakan dimana Lusi kini dan dengan cepat pula Gery menyusul Lusi.


Gery tidak memberitahu pada sang istri Liana, dia langsung pergi tanpa pamit untuk menyusul Lusi dimana kini.


.....


Kini kembali pada kondisi Lusi yang masih terbaring dirumah sakit sendiri sembari menangis mengingat kenangan pahit yang begitu dalam.


Bagaiman tidak terasa dalam, ia baru saja mendapat pukulan keras tentang sebuah tragedi malam itu disebuah mobil yang membuat Lusi tak bisa lupa tapi hal yang paling menyakitkan lagi tentang meninggal Ayahnya saat ini.


Air mata Lusi terjun begitu deras terasa tanpa jeda. Lusi merasakan kepedihan sangat paling dalam hidupnya. Selama ini hanya Ayah pria yang paling setia sepanjang hidup. Bahkan hanya Ayah lah yang mampu menggantikan sosok Ayah untuk Fabio dalam hidupnya.


Lusi menggenggam erat selimut yang ia pakai saat itu, Lusi menangis tersedu dan tak berdaya.


Sosok pria yang kini dihadapan Lusi pun tidak sempat Lusi tanyakan siapa namanya, namun pria itu tampak ijin keluar dan berpamitan karena hal penting yang ia harus kerjakan.


"Aku pamit pulang, besok jika aku sempat aku akan kembali. Ada kepentingan sebentar. Aku sudah melunasi biayai rumah sakit ini" kata pria itu.


Lusi seolah tak peduli dengan ucapan seorang pria dihadapannya.


"Aku akan meminta sesuatu pada mu besok" katanya lagi.


"Soal apa? Biaya rumah sakit aku akan mengganti nya" jelas Lusi yang terlihat sedih.


Pria itu langsung pergi tanpa penjelasan lagi.


Lusi pun tampak pada lamunan panjangnya. Perasaan penuh duka yang menimpa, dengan pikiran yang bercampur aduk seolah tersusun di otak dan kepalanya yang nyaris sulit ia sirna.


Mengapa semua seolah terjadi secara beruntun...


Bahkan apa-apa yang menimpa Lusi tenang malam itu semua terlalu pahit dan berat, bayang-bayang pria jahat itu masih terpatri dalam ingatan Lusi lalu siapa pria itu sebenarnya? Lusi tidak tampak tahu.


Tapi kini berita terberatnya lagi, Ayah dari Lusi pergi menghadap sang ilahi.


Bila saja Lusi tidak sedang masa nifas dan dirumah sakit seperti ini. Lusi pasti sudah berada disisi Ayahnya saat ini. Menemani saat terakhirnya


Air mata Lusi terus tumpah saat itu juga....

__ADS_1


Lusi tak bisa menjelaskan mana hal yang paling sakit karena semua terasa begitu menyakitkan hati.


Hingga waktu berlalu beberapa jam kemudian, Gery datang dengan langkah pasti. Menuju ruang rawat Lusi.


Gery pun tidak mau melewatkan semuanya terutama tujuannya untuk tahu. Bahwa tentang anak yang Lusi kandung, apakah benar itu anaknya atau bukan.


Rasa cinta itu sebenarnya masih teramat dalam bila melihat Lusi yang juga pernah menjadi mantan istrinya.


Namun sifat Lusi yang keras sehingga sulit untuk di buka. Apalagi Lusi yang punya prinsip anti menjadi istri kedua dan tak mau menyakiti istri Liana.


Akhirnya Gery yang saat itu datang, secara diam-diam melakukan tes DNA pada anak yang baru saja dilahirkan oleh Lusi.


Alangkah terkejutnya dan tak menyangka bahwa kenyataannya adalah anak dari Lusi yang Lusi lahirkan adalah benar anak dari Gery.


Rasa penasaran Gery pun seolah terjawab dengan semuanya. Ia tak menyangka duggan selama ini tentang Lusi yang mengandung anaknya memang benar adanya.


Tiba-tiba seorang suster datang membawa selembar kertas copy hasil tes DNA yang selesai dilakukan.


Lusi tampak masih menangis.


"Ibu tadi ada seorang pria yang datang untuk melakukan tes DNA pada anak ibu. Dan ia mengatakan bahwa dia adalah suami ibu"


"Suami?" Kata Lusi yang tak percaya.


"Iya dia melakukan tes DNA dan hasilnya dia benar anak suami ibu"


"Anak" kata Lusi yang tak mampu mencerna semuanya.


"Iya suami ibu yang bernama gery"


Lalu suster itu memberikan selembar kertas saat itu juga yang menerangkan status dari anak Lusi tentang siapa Ayah biologisnya.


Lalu sister itu pun pergi setelah memberikan surat itu.


Lusi pun membulat mata tak percaya.


"Bagaimana bisa" Kata Lusi yang seolah tak percaya sambil menatap kertas ditangannya dengan tatapan tajam.


"Kapan dia melakukan hal ini padaku, astaghfirullah. Kapan aku melakukannya ini tidak mungkin, tidak mungkin. Selama yang aku tahu aku tidak pernah sekalipun melakukan hal ini sebelum menikah dengannya. Jadi cctv saat malam itu benar, dia yang datang ke kamar ku itu benar Gery kamu benar-benar jahat.. jahat!!!!"


Hingga saat itu kedatang Gery seolah bukan menjadi berita baik untuk Lusi. Gery masuk ke dalam kamar inap Lusi, Lusi yang melihat Gery yang masuk kedalam ruangan kamar dengan tatapan marah.


"Pergi kamu pergi!!!!!!!!!" Teriak Lusi yang tak terima atas kedatangan Gery saat itu.


"Aku tidak mau melihat mu saat ini, aku membenci mu!!!" kata Lusi yang marah dan murka.


"Lusi maafkan aku, dia anak kita"


"Tidak ada, dia anakku dan bukan anakmu. Aku pikir kamu masih ada baiknya tapi dimata ku semua sudah tidak ada!!!!"


"Lusi" kata Gery lirih


"Aku tidak mau melihat mu lagi!!! Pergi!!!!!" Titah Lusi yang kali ini tampak histeris.


"Lusi tolong maafkan aku" kata Gery.


Lusi yang teramat kesal itu tak mau menerima penjelasan apapun lagi dari Gery.


"Semua pria tampak sama, dimata ku semua sama. Aku pinta kamu pergi!!!!! Pergi!!!!! " Lusi teramat kesal.


"Lalu bagaimana cara mu memaafkan ku"


"Pergi dari hidupku selamanya"


"Itu cara mu memaafkan ku"


"Iya!!!!"


"Baiklah, baiklah tapi kamu butuh sesuatu kamu bisa panggil aku. Aku akan datang"


"Aku tidak butuh apa-apa lagi dari hidup mu, aku bisa hidup tanpa mu" kata Lusi.


Lusi yang tak pernah percaya akan hal itu kini benar-benar percaya bahwa yang Gery katakan itu benar adanya.

__ADS_1


Lusi tak menyangka anak yang selama ini ia anggap anak dirinya dan Rian ternyata adalah anak dari Gery. Sungguh Lusi tak percaya itu...


__ADS_2