Cinta Terlewatkan

Cinta Terlewatkan
Hadeh...


__ADS_3

Akhirnya Gery pun tampak sendirian duduk dimeja bar, sambil menenggak beberapa gelas minuman keras berada dihadapnya. Ada beberapa wanita yang tampak menghampiri dan berusaha menggodanya. Namun Gery tampak tak tertarik sama sekali.


Hingga sampai lah Gery tampak mabuk berat. Tiba-tiba ada seorang wanita yang menghampiri dengan pakaian seksi. Dan wanita itu memang sudah memperhatikan Gery dari kejauhan.


"Sendirian" ucap wanita itu.


"Iya kenapa ga ada urusan sama lu" ucap Gery tampak ketus sambil memegang kepalanya yang terasa berat.


"Saya temani ya" ucap wanita itu.


"Hah..." Ucap Gery yang tampak sudah sangat mabuk.


Lalu Gery pun tampak memandang wanita itu. Namun yang ia lihat malah tampak wajah Marisa.


"Marisa" ucap Gery kaget


Wanita itu pun tampak memeluk Gery yang tampak mabuk berat. Gery pun tampak kehilangan sedikit sadarnya.


"Lu Marisa, Lu adik gue" ucap Gery tampak berusaha melepaskan pelukan dari wanita itu. "Lepasin. Lu jangan peluk-peluk gua. Kalaupun lu suka sama gue Mar. Gue gak bisa karena lu adik gue" ucap Gery tampak meracau.


Tiba-tiba wanita itu pun kembali memegang tangan Gery dan memandang Gery sekali lagi. Lalu wanita pun membawa Gery ke sebuah apartemen miliknya. Gery masih tampak setengah sadar.


Namun kali ini yang Gery pandang bukan wajah Marisa tapi seolah wajah Lusi.


"Lusi" ucap Gery. Gery pun tampak tersenyum dan memeluk wanita yang ia anggap Lusi itu.

__ADS_1


"Lusi, bercintalah dengan ku malam ini" gumamnya yang tampak setengah sadar itu. Gery tampak sangat mabuk. Dengan cepat Gery pun melepas pakaiannya dan melepas pakaian wanita itu.


"Mari kita nikmati malam ini berdua saja. Aku mencintai mu" ucapnya sambil mencium bibir wanita itu dan menjatuhkan wanita ke tempat tidur.


Wanita itu yang sebenarnya suka dengan Gery saat pertemuan awal itu pun mau menemani Gery.


Gery sebenernya sudah beberapa kali bercinta dengan wanita bayaran. Hanya saja baru kali ini ia bercinta dengan wanita yang ia anggap Lusi kala malam itu. Gery pun melakukan percintaan dengan wanita yang tak ia kenal itu. Cumbu demi cumbu ia berikan. Ia salurkan apa yang menjadi hasratnya kala itu.


Hingga tibalah saat pagi hari...


Gery pun membuka matanya, dan betapa kagetnya ia. Melihat wanita disampingnya yang tak ia kenal sama sekali. Gery pun tampak tak menggunakan sehelai benang pun. Sama halnya dengan wanita disampingnya. Gery pun menghela napasnya.


"Aku senang telah bercinta denganmu, walau dirimu terus saja memanggilku dengan sebutan Lusi. Dan namaku bukan Lusi. Tapi, Liana" ucap wanita itu.


"Apa katamu!!!"ucap Gery membulatkan matanya.


"Lepaskan saya. Saya tidak mengenal mu" ucap Gery kesal.


"Kita bisa saling mengenal. Bahkan kalau kamu mau kita bisa memiliki hubungan"


"Hentikan semua ini. Saya tidak mau berhubungan dengan mu" ucap Gery langsung beranjak dan mengambil semua pakaiannya. Lalu Gery pun memakai semua pakaiannya dan langsung pergi.


Wanita yang bernama Liana itu pun hanya tersenyum dan ia sudah mengambil KTP didompet Gery. Paling tidak ia tahu identitas Gery.


Gery pun langsung pergi meninggalkan apartemen itu.

__ADS_1


"Sialan, kenapa aku bisa ada disini. Pasti wanita sialan itu yang membawaku kesini" ujar Gery kesal.


Lalu Gery pun pergi.


*****


Sementara itu .


Marisa pun tampak menjadi orang yang berbeda ia tampak mengurung diri dikamar terus. Ia merasa kalau ucapannya pada papanya itu keharusan. Bahwa ia tidak akan menggunakan uang ataupun fasilitas dari papanya itu. Ucapannya tak mungkin ia tarik kembali. Bahwa ia tidak ingin sama sekali mau menerima apapun itu. Marisa pun tampak menghela napasnya berat. Cara satu-satunya adalah ia harus tinggal bersama calon suaminya yaitu Rian. Apapun itu harus, tidak boleh tidak. Ya, hanya saja Rian saat ini sulit untuk dihubungi. Marisa pun mencoba untuk menelpon Rian hingga beberapa kali. Dan setelah belasan kali barulah diangkat.


"Kamu kemana saja" ucap Marisa ditelpon.


"Sibuk meeting" jawab Rian ditelpon


"Aku mau kamu jemput aku sekarang!!"


"Aku ada urusan" jawab Rian.


"Aku mau kamu menemui ku segera" ucap Marisa penuh penekanan


"Baiklah lusa"


"Yaudah lusa"


.....

__ADS_1


jangan lupa like atuh


__ADS_2