Dua Cinta Milik Zahira (Ceraikan Istriku!)

Dua Cinta Milik Zahira (Ceraikan Istriku!)
119. Sial


__ADS_3

"Anwar sudah menemukan rekan bisnis yang baru yang berasal dari luar daerah, perusahaan mereka banyak berkembang di luar negeri. Sepertinya kita akan menghadapi lawan yang tangguh. Tadi malam mereka melakukan tanda tangan perjanjian, dan dapat di pastikan jika yang pertama kali ditargetkan Anwar adalah dirimu dan istrimu." Ricky berbicara tanpa basa-basi, setelah Bos besar itu masuk dan duduk di ruangan pribadinya.


"Aku tidak peduli jika dia menginginkan aku, tapi aku sangat khawatir jika itu sudah bersangkutan dengan Zahira." Anggara mengusap kasar wajahnya.


"Aku sedang mencurigai seorang bodyguardmu." ucap Ricky membuat Anggara menoleh tajam.


"Tidak mungkin jika itu Jia." ucap Anggara menatap Ricky.


"Bukan, tapi yang lain, dan aku masih mencari tahu hal itu. Untuk sementara kita jauhkan seluruh bodyguard dari istrimu."


"Itu tidak mungkin, kau tahu Anwar sedang mengincar Zahira. Aku yang saat ini Anwar sedang berusaha menjatuhkan aku, dan jika itu tidak berhasil maka Zahira-pun akan menjadi sasaran, dan aku tidak ingin itu sampai terjadi." Anggara benar-benar khawatir.


Pintu terbuka dari luar, mengejutkan Anggara dan juga Ricky. Sudah pasti tak ada yang berani mengganggu ataupun masuk keruangan pribadi Anggara jika itu anak buah atau bawahan lainnya, tapi ini seseorang yang datang dengan wajah menyelidik dan menantang.


"Kalau begitu tinggalkan Zahira!" ucapnya enteng, melangkah masuk mendekati Anggara dan Ricky.


Anggara menarik nafas, itu adalah hal mustahil yang pernah ia pikirkan. "Kau tidak punya hak menyuruhku meninggalkan istriku." jawab Anggara tenang.


"Baru saja kalian membicarakan jika ada yang ingin menjatuhkan mu, dan mengincar Zahira." Radit menatap penuh selidik.


"Ya, itu memang benar." Anggara mengakui, ia tak ingin berbohong.


"Lepaskan Zahira, dia akan aman." Radit membuang pandangannya, berbicara tapi malas sekali melihat wajah Anggara.


"Dia tidak akan aman, karena dia sedang mengandung anakku, sudah pasti orang akan mengejarnya. Lagi pula aku bukan pengecut, yang bersembunyi setelah berbuat kesalahan, atau berusaha menyembunyikan kesalahan." ucap Anggara menatap Radit.


"Kau menyindirku?" Radit menatap tajam kali ini.


"Tidak, aku hanya mengatakan yang sebenarnya." jawabnya tak tersulut emosi.

__ADS_1


"Ada masalah apa kau dengan Pak Anwar?" Radit duduk di atas meja tak begitu jauh dari Anggara.


Anggara sedikit tersenyum, ia tak menyangka jika Radit datang pagi-pagi dan membahas hal itu. "Kau sedang membela Ayah mertuamu?" tanya Anggara.


"Aku ingin tahu masalahmu! Sehingga menyeret Zahira dan membahayakan dirinya, aku tidak suka." ucap Radit menatap sinis.


"Aku tidak memiliki masalah apapun pada Ayah mertuamu itu, justru aku yang terseret dalam masalah ini. Aku terpaksa ikut dan mempertaruhkan banyak hal untuk menyelesaikan masalah rumit ini." jawab Anggara masih terlihat tenang.


"Alasan, justru Zahira tak akan pernah terlibat masalah dengan seseorang, dia adalah wanita yang baik dan ku rasa dia tak akan mungkin membuat masalah pada orang lain apalagi itu Pak Anwar. Itu hal mustahil yang sungguh sulit di terima otakku." Radit menunjuk satu bagain kepalanya sendiri.


"Zahira memang tidak memiliki masalah apapun dengan Ayah mertuamu itu. Benar yang kau katakan bahwa istriku itu adalah orang baik yang tak akan pernah membuat masalah dengan siapapun." Anggara sengaja menggantung ucapannya.


Radit sangat kesal mendengar jawaban yang bertele-tele, ia sungguh ingin sekali memukul pria itu.


"Tapi bagaimana dengan dirimu?" Apa kau pikir kau tak pernah membuat masalah?" tanya Anggara, ia tahu benar jika Radit adalah orang yang tidak sabaran.


"Lalu apa hubungannya dengan kau juga Zahira? Jika aku yang membuat Maslah sudah tentu aku yang mendapatkan masalahnya, bukan kau apalagi Zahira! Kau sungguh menyebalkan, aku tidak yakin Zahira akan bahagia menikah denganmu." Radit masih sangat kesal.


"Aku tidak sedang bermain-main, ini semua karena dirimu." ucap Anggara serius.


"Aku hanya ingin tahu mengapa Ayah mertuaku sampai menyelidiki rumahmu?" Radit juga sangat serius kali ini.


"Aku menarik semua sahamku dari perusahaannya, itu saja." Anggara tahu Radit tak akan percaya sekalipun ia berbicara banyak, lagipula ia tak butuh anak ingusan itu untuk menyelesaikan masalahnya. Malah dia akan memperkeruh suasana, di tambah lagi dengan drama jika sudah berhadapan dengan Zahira. Hanya membayangkan saja Anggara menjadi lelah.


"Aku tidak yakin hanya itu." mata sipitnya menyelidik, namun rasanya percuma, wajah tenang Anggara tak bisa di tembus apa lagi di tebak olehnya.


"Kau masih terlalu kecil untuk tahu semuanya." ucap Anggara lagi, mengalihkan pikiran Radit.


"Kalau aku anak kecil, lalu siapa yang kau nikahi? Dia adalah istri seorang anak kecil, kau mencurinya dariku. Zahira masih anak kecil di matamu, sehingga dengan mudah kau merayu dan memanfaatkan dirinya." Radit sangat marah, pria muda itu beranjak dari duduknya, ia pergi tanpa permisi dari ruangan Anggara, kedatangannya sia-sia.

__ADS_1


"Seru sekali." gumam Ricky yang sejak tadi pura-pura tak mendengar.


"Kau mengataiku?"


"Tidak." Ricky tak mau menjadi sasaran.


"Aku harus kembali ke rumah sakit, ini sudah hampir jam sembilan. Zahira pasti mencari ku dan dia sudah sangat ingin pulang ke rumah." Anggara melirik jam di pergelangan tangannya lalu meraih kunci mobil meniggalkan Ricky sendirian.


"Huh! Dia benar-benar sudah melupakan kesibukan kantornya. Yang ada di otaknya hanyalah Zahira dan Zahira saja." Ricky duduk menyandar menarik nafas untuk bersiap dengan banyaknya pekerjaan hari ini.


"Jangan lupa Rapat di Hotel Anggara Dua!" teriak Anggara dari balik pintu, rupanya pria itu kembali hanya untuk meneriakinya.


Ricky kembali memejamkan matanya sejenak, ia sekarang Bosnya! Dia sedang menghibur diri sendiri.


Satu jam kemudian, Anggara sudah tiba di rumah sakit, segera masuk dan menemui Zahira. Pria itu melangkah sedikit terburu-buru, seperti hatinya yang selalu terburu-buru ingin memeluk Zahira, rindunya selalu menumpuk walau hanya sebentar saja jauh dari istrinya.


"Anggara!" panggilan David menghentikan langkah Anggara.


Dia menoleh di sisi kiri, tampak David sedang menatapnya dengan khawatir.


"Ada apa?" tanya Anggara masih tak beralih dari wajah tegang David.


David membuka ponselnya, ia memperlihatkan sebuah berita di media sosial.


PERNIKAHAN PENGUSAHA KAYA 'G. ANGGARA PUTRA' SENGAJA TAK DI KETAHUI PUBLIK DENGAN SEBUAH ALASAN MENGEJUTKAN.


"Sial!" geram Anggara.


Ia juga membuka ponsel miliknya yang belum sempat di sentuh sejak tadi pagi. Benar saja berita itu sudah menghebohkan semua orang, terutama para rekan bisnis yang memang belum mengetahui perihal pernikahannya.

__ADS_1


"Apa ini yang sedang kau khawatirkan?" tanya David menatap Anggara penuh tanya.


__ADS_2