Dua Cinta Milik Zahira (Ceraikan Istriku!)

Dua Cinta Milik Zahira (Ceraikan Istriku!)
126. Ayah biologisnya


__ADS_3

"Dia tidak mati, yang mati adalah wanita yang sempat bertemu denganmu. Tapi dia benar-benar sengsara karena ulahmu. Dia mengalami koma berkali-kali dan berbulan-bulan, dan kau tahu, sekarang dia adalah istri dari seorang konglomerat." ucap Ricky.


Ada kelegaan mendengar itu, tapi ia juga merasa takut, belum lagi ia berhadapan dengan Radit, malah harus berhadapan dengan seorang konglomerat yang sudah pasti lebih kaya dari Radit.


"Aku akan bertanggung jawab. Tapi sebelum aku di hukum, bisakah aku mengetahui lebih dulu Merry mengandung anakku atau bukan." pria itu sungguh memohon.


"Baiklah, aku akan mencari tahu. Aku juga penasaran dengan kisah rumit kalian, tapi sepertinya anak itu benar terlahir dari bibitmu." Ricko beranjak menekan tombol alat perekam yang ia simpan di dadanya.


"Benar. Sebenarnya Radit itu juga adalah putra dari rekan bisnis kami, jadi kamipun tidak rela jika ia di tipu oleh kekasihmu." Ricky ikut beranjak meninggalkan pria muda itu.


"Bagaimana?" tanya Anggara setelah mereka ada di luar.


"Bagaimana apanya?" jawab Ricky seperti tak ada yang penting.


"Dia mengaku atau tidak?" Anggara kesal sekali.


"Tentu saja, bahkan dia mengira bahwa anak Radit itu adalah anaknya." jawab Ricky sambil berjalan menuju mobil mereka.


"Ku rasa memang anaknya." jawab Anggara yakin.


"Alasannya?" tanya Ricko lagi.


"Tentu saja karena istriku sudah hamil sekarang, aku tidak butuh waktu lama untuk membuatnya mengandung." Anggara memasang sabuk pengaman juga Ricko.


"Itu karena kau melakukanya setiap waktu." jawab Ricky menggoda Anggara. Ketiganya tertawa, dua asisten itu benar-benar suka bercanda.


"Aku minta bodyguardmu memperketat penjagaan di rumahku, semua bodyguard yang ada di rumahku kau alihkan ke tempat lain kecuali Jia." ucap Anggara pada Ricko.


"Itu lebih baik." Ricko mengangguk.


"Antar aku ke kantor, hari ini ada pertemuan penting untuk acara akhir pekan. Lelang hasil produk lokal terbaik yang akan di hadiri banyak pengusahaan beserta istri-istri mereka, ku rasa aku akan hadir bersama Zahira." Anggara tampak bersemangat, ia sedang membayangkan pergi ke acara seperti itu dengan menggandeng Zahira yang cantik.


"Itu menyenangkan, sayang sekali istriku sedang berlibur ke luar negeri, padahal istriku ingin sekali bertemu dengan Zahira." Ricky menyahut.

__ADS_1


"Aku bahkan belum pernah bertemu dengan Zahira, kurasa dia cantik seperti ibunya." Ricko sedang membayangkan sesuatu.


"Tentu saja, kalau tidak cantik perjaka tua di sampingmu itu tidak akan mau." jawab Ricky sedikit mendapat tatapan tajam dari Anggara.


"Benar juga." Ricko tertawa.


Mereka sudah sampai di kantor Anggara, pertemuan banyak pengusaha dan para donatur itu berlangsung sangat ramai di Aula mewah milik Anggara. Akhir pekan yang hanya tinggal Tiga hari lagi sudah sepakat mereka putuskan untuk mengundang semua pengusaha dari kalangan bawah, menengah, hingga ke atas sebagai ajang untuk bertemunya semua orang.


"Pertemuan kita sudah selesai." tutup Anggara, setelah Tiga puluh menit mereka berdiskusi dan berakhir kesepakatan.


Semua orang perlahan meninggalkan Aula megah itu, hingga terakhir seorang laki-laki muda sengaja menunggu semua orang keluar dan ingin bicara dengan Anggara.


"Apa ada yang penting?' tanya Anggara terlihat malas harus berhadapan dengan Radit.


"Kau bersemangat sekali mengikuti ajang pameran ini, aku paham apa yang sedang kau pikirkan." ucap Radit masih tak beranjak dari duduknya yang berjarak agak jauh dari Anggara.


"Aku akan mengajak istriku, apa itu salah?" tanya Anggara sedikit tersenyum.


"Tentu saja salah, karena harusnya dia mendampingiku, datang bersamaku." Geram Radit menahan diri untuk tidak marah.


"Tunggu!" Radit mencegah Anggara pergi.


Anggara berbalik, ia menatap wajah Radit dan kemudian mendekati pria muda itu. "Kau mau apalagi?" tanya Anggara berdiri berhadapan dengan Radit.


"Aku tidak yakin masalahmu dengan Pak Anwar hanyalah masalah saham." mata sipit Radit terlihat menusuk.


Anggara menoleh beberapa bodyguard masih ada di dalam ruangan. "Keluar dan tutup pintunya!" perintah Anggara, diangguki beberapa orang itu.


Mata keduanya beradu namun dengan tatapan berbeda, jelas Anggara lebih dewasa dan lebih tenang menghadapi Raditya.


"Ayah mertuamu ingin menjatuhkan aku, termasuk dengan berita pernikahanku yang sempat heboh beberapa hari yang lalu. Dan yang aku takutkan dia mengincar Zahira." ungkap Anggara.


"Berarti dia tidak aman bersamamu! Dan kau masih mempertahankan dia?"

__ADS_1


"Kau pikir bersamamu dia lebih aman? Bahkan dia hampir mati gara-gara menjadi istrimu." Anggara tersenyum sinis.


Radit mengernyitkan keningnya, ia mencoba mencerna ucapan Anggara. Mata sipitnya semakin menajam.


"Aku tidak pernah menginginkan dia kecelakaan, kau pikir aku menyukai kehilangan dia, dan sialnya kau malah menikahinya dan memanfaatkan Zahira." dia sungguh bernafsu ingin memukul Anggara lagi.


"Aku tahu kau tidak menginginkan dia kecelakaan, tapi istrimu menginginkan Zahira tiada." jawab Anggara tegas.


"Apa maksudmu?" Radit tak percaya dengan ungkapan Anggara, ia tidak pernah melihat sikap buruk Merry ketika mereka bersama. Tidak mungkin jika Merry sampai melakukan hal itu.


"Merry bahkan tidak mengenal Zahira." jawab Radit tak percaya.


Anggara kembali tersenyum, pria itu benar-benar tak habis pikir jika seorang Radit sampai tidak tahu atau curiga terhadap Merry. "Saat Zahira baru menikah denganku, istrimu itu selalu mengincar dan menemui Zahira, dia bahkan memamerkan perut besarnya memancing kemarahannya. Hingga Zahira menyusul ku dan mengamuk karena mengira aku yang membuat istrimu itu hamil."


Radit terdiam.


"Istrimu memiliki banyak rahasia, dan aku bingung sekali mengapa sampai seorang Radit bisa tertipu oleh wanita seperti dirinya."


"Apa yang kau ketahui?" Radit jadi penasaran.


"Semuanya, istrimu dan anakmu, istrimu dengan seorang laki-laki, dan penyebab kecelakaan Zahira." jawab Anggara tenang.


"Seorang laki-laki siapa?" tanya Radit semakin penasaran.


"Temanmu dan istrimu itu pernah memiliki hubungan dekat, laki-laki itu adalah orang yang menyebabkan kecelakaan maut itu. Dan masalahku dengan Anwar adalah karena Anwar juga mengetahui kejahatan putrinya, dia sedang ketakutan putrinya ku seret ke penjara. Itu sebabnya dia ingin menjatuhkan aku, mengincar Zahira karena dia tahu hanya dia kelemahan ku saat ini. Dia juga menyogok salah seorang bodyguard di rumahku dia bersiap untuk mencelakai Zahira." jelas Anggara lagi.


"Mengapa kau tidak mengatakan ini dari awal?" ucap Radit dengan raut wajah sangat khawatir.


"Kau hanya sibuk memukuli wajahku, dan menyalahkan aku." Anggara kembali tersenyum sinis.


Radit berbalik akan segera keluar dari ruangan itu.


"Tunggu!" Anggara menghentikan langkah Radit. "Ada yang lebih penting daripada itu." ucapnya lagi, ia tahu jika Radit ingin menemui Ayah mertuanya atau juga Merry.

__ADS_1


Radit berbalik. "Apa?"


"Kau selidiki saja identitas anakmu, aku tidak yakin kau adalah ayah biologisnya."


__ADS_2