Dua Cinta Milik Zahira (Ceraikan Istriku!)

Dua Cinta Milik Zahira (Ceraikan Istriku!)
270. Kembali berkelahi


__ADS_3

"Mereka memang bukan orang tua kandungku Mas Reza, tapi aku hanya memiliki Mereka saja." Zahira tidak suka dengan kata-kata dari mulut Reza Mahendra.


"Maksudku_"


"Mama mengurusku dalam keadaan paling sulit sekalipun." ucap Zahira lagi.


"Zahira!" suara seorang wanita memanggilnya.


Tampak di seberang meja mereka Radit dan Ayra baru saja datang.


"Hai." Zahira beranjak dari duduknya.


"Zahira, biarkan saja mereka." Reza menahan lengan Zahira untuk mendekati wanita yang juga di kenalnya.


"Mas." Zahira menatapnya sedikit memohon.


Reza tak kuasa mencegahnya lagi, walaupun tak suka dia harus tetap menghadapi dua orang yang akan menghalangi niatnya. Ya, mereka sengaja datang kesini untuk mengacaukan pembicaraan serius antara dia dan Zahira. Reza tahu persis dua orang di hadapannya sekarang sedang bekerja sama.


"Kalian ada di sini." Zahira mendekati saudara sepupunya tersebut.


"Ya, Radit mengajakku datang kemari." jawabnya dengan bibirnya memakai lipstik tipis, mungkin menutupi warna pucat yang belakangan sering terlihat.


"Dia memang ingin menemuimu sejak semalam." Zahira melirik Radit.


"Kalau begitu kalian menikah saja." Reza tak pernah bisa sabar dengan keadaan seperti itu.


Radit menoleh tajam, emosinya kembali memuncak dengan ucapan tak berperasaan dari Reza Mahendra.


"Aku benar kan?" Reza tahu Radit tak menyukai ucapannya, tapi Zahira tersenyum karena dia tak tahu apa-apa.


Tak disangka Ayra berdiri mendekati Reza Mahendra, tatapannya seperti ingin membunuh.


Reza mundur selangkah namun Ayra maju selangkah. "Jika aku menjadi Zahira, tentu saja akan lebih memilih Radit daripada dirimu." ucapnya dingin.


"Itu dirimu, sayangnya aku tidak sedang memilihmu." jawab Reza semakin membuat keadaan menjadi panas.


"Kau pikir aku tertarik? Ku rasa kau hanya secuil dari laki-laki yang ada di hatiku." Ayra menatap sinis dari ujung kaki hingga kepala Reza Mahendra.


"Bilang saja kau sedang mencari perhatian." Reza mulai kesal.


"Pergi dan jauhi adikku." ucap Ayra lagi, dengan wajah semakin penuh kebencian.


"Kak!" Zahira mencegah perdebatan membingungkan itu.

__ADS_1


"Sebaiknya kaulah yang pulang ke negara asalmu. Kau tidak di perlukan disini." Reza tak mau kalah.


"Justru kau lah yang tidak diperlukan, kau hanya ranting kayu yang menghambat perjalanan adikku menuju kebahagiaan." geram Ayra.


"Dia akan bahagia bersamaku."


"Itu hanya mimpimu!" bentak Ayra.


"Kau!" Reza semakin marah dibuatnya.


Zahira mendorong Reza agar menjauh, sementara Radit malah meraih tangan Zahira agar tidak menyentuh Reza.


"Kau sengaja!" Reza mendorong Radit, tak suka dia meraih tangan Zahira.


"Aku memang senagaja." jawab Radit tidak mengelak.


Reza kembali melayangkan pukulan namun berhasil di tahan Radit.


"Mas, berhenti!" Zahira meneriaki Reza.


"Dia sengaja mengacaukan pertemuan kita, mereka di sini hanya alasan." Reza menunjuk Ayra dan Radit bergantian.


"Kami memang sengaja, aku hanya ingin memastikan kau dan adikku tidak pernah menikah. Dia tidak baik Zahira, dia brengsek, suka mabuk dan tidur dengan wanita mana saja!" teriak Ayra mengundang mata semua orang melihat kearah mereka.


"Aku tidak murah*n, bahkan kau sudah merenggut apa yang ku jaga sepanjang hidupku! Aku tidak pernah tersentuh walaupun kekasihku! Tapi kau menghancurkan segalanya. Kau pria brengsek yang tidak akan pernah pantas untuk bahagia. Sampai kapanpun kau tak akan bahagia." Ayra berlalu meninggalkan mereka semua.


Zahira mematung dengan apa yang baru saja di dengarnya. Mata beningnya menatap lurus Ayra yang sudah menjauh pergi, mulutnya sedikit terbuka dengan tangannya bahkan jarinya tak bergerak walau sedikit saja.


Reza baru menyadari itu, ia tak sadar dengan perdebatannya yang secara langsung mengatakan dia dan Ayra pernah_.


"Sayang." Reza meraih tangan Zahira yang mendadak kaku.


"Berhenti menyentuhnya." Radit tak peduli Ayra sudah pergi, dia tetap menjaga Zahira dan melarang Reza mendekat.


"Zahira." Reza menatapnya dengan memohon.


"Kau!" Zahira menatapnya dengan berkaca-kaca, hatinya sedang bergemuruh hebat dengan ucapan Ayra, tubuhnya mendadak lemas.


"Tidak, ini hanya salah paham. Ini tidak seperti yang kau pikirkan. Zahira aku mohon kau dengarkan penjelasan ku." Reza mencoba meraih tangannya lagi dan Radit kembali menghalanginya.


Zahira menggeleng tak percaya, ia meraih tas dan meninggalkan Reza, lagi pula ada banyak orang di dalam sana, tidak pantas membahas hal pribadi seperti itu.


"Zahira." Reza mengejarnya hingga keluar, tampak Zahira sedang memesan dan menunggu taksi.

__ADS_1


"Sayang dengarkan aku." Reza menahan lengan Zahira namu mendapat penolakan dari wanita itu.


"Zahira pulang bersamaku." Radit mengajaknya masuk ke mobil.


"Aku akan pulang sendiri." tolaknya tak mau menuruti Radit.


"Zahira, kita masih perlu bicara. Dengarkan aku semua tidak seperti yang dikatakan sepupumu. Malam itu_"


"Berhenti Mas, sudah jelas bagiku dan tidak butuh penjelasan apa-apa."


"Kau tidak tahu sebenarnya! Malam itu aku lari dari makan malam bersama Mama, karena kecewa aku mabuk dan pulang dalam keadaan kacau. Saat itu aku hanya melihatmu. Aku merindukanmu Zahira, aku merasa kau yang sedang menemani malam ku. Aku benar-benar tidak sadar dengan apa yang sudah kulakukan." Reza berusaha menjelaskan semuanya di parkiran cafe tersebut.


"Kau memang merasa aku yang bersamamu, karena Kak Ayra mirip denganku Mas." jawab Zahira menatap kecewa.


"Tidak Zahira, aku hanya mencintaimu." Reza memohon dnegan membungkuk lebih rendah darinya.


"Apapun alasannya, kau sudah menyentuh kakakku. Dan kau harus menikahinya."


"Tidak, aku tidak bisa!" Reza meraih Zahira dan memeluknya erat sehingga Zahira tak bisa bergerak.


Radit kembali tersulut emosi, mendorong Reza dan memukulnya lagi, tak hanya sekali, memiliki kesempatan yang bagus saat Reza Mahendra lemas dengan rasa takut kehilangan Zahira.


Reza mencoba melawan dan berhasil menghindari Radit.


"Jangan ikut campur atau aku akan memperpanjang urusan diantara kita!" Reza mengancam Radit.


"Aku juga ingin memperpanjang urusan ini, Kau menghamili Ayra, tapi malah ingin menikahi Zahira! Aku tidak akan tinggal diam." bentak Radit.


"Diam!" Reza memukul Radit, dan perkelahian antara keduanya tak terelakkan lagi.


"Radit berhenti!" Zahira meraih bahu Radit namun percuma. Menghentikan Reza juga tak bisa, Zahira nekat menengahi keduanya dan tanpa sengaja pukulan Reza mengenai wajah Zahira.


Brugh


Zahira pingsan.


"Kau!" Radit semakin emosi dibuatnya, tubuh Zahira terhuyung ke arah Radit karena pukulan yang lumayan keras sehingga langsung di peluk olehnya.


Reza membulatkan matanya dengan mulut terbuka, dadanya naik turun takut terjadi sesuatu dengan Zahira, tentu ia tahu pukulannya sangat keras.


"Zahira!" Radit memeluk dan menggoyangkan tubuh Zahira, menggoyang pipinya namun tak mendapat respon apa-apa.


Radit menoleh kanan kiri memang cafe tersebut masih sepi, mungkin karena masih pukul Sepuluh pagi.

__ADS_1


Ia menggendongnya masuk kedalam taksi pesanan Zahira, meninggalkan Reza yang terpaku dengan wajah bingung dan menyesal. Walaupun akhirnya ia mengejar dengan mobilnya sendiri, hatinya semakin tak karuan, marah, benci kesal dan sangat menyesal.


__ADS_2