
" Andini!" teriak Nyonya Laras setelah mengetuk tiga kali pintu kamar putrinya.
"Andini, buka pintunya, atau Mama dobrak pintu kamarmu! teriak Nyonya Laras sekali lagi dengan suara yang terdengar menggelegar.
Andini wanita yang sangat cerdas, memiliki postur tubuh yang ideal. Tetapi ia sedikit tomboy dan tidak pernah menggunakan baju layaknya seorang wanita anggun. Kemana-mana ia selalu menaiki motor ninja miliknya. Tak ada niatan untuk, merubah sikap dan tingkah lakunya yang selalu bergaul dengan para pria. Tapi jangan ditanya kalau soal kecerdasan, kecerdasannya melebihi rata-rata.
Membuat setiap mahasiswa begitu salut dengannya. Andini selalu mendapatkan beasiswa, karena kecerdasannya. Walau Andini terlahir dari keluarga sederhana, itu bukan menjadi alasan bagi Andini untuk tidak memiliki pendidikan yang cukup tinggi. cita-cita Andini yang akan ia capai untuk membahagiakan kedua orang tuanya.
Andini segera menutup laptop dan bangkit dari kasur dengan malas. Karena ia tahu, apa yang akan dibicarakan oleh mamanya. Karna sudah berulang kali Mamanya mengatakan yang itu dan itu lagi.
Andini bangkit, lalu membuka pintu kamar.
"Ada apa sih, Ma?"
"Sekarang kamu ikut Mama sama Papa untuk bertemu dengan calon suami kamu." ucap Nyonya Laras kepada Andini membuat Andini langsung mengerutkan keningnya.
"Iya, Pak Anggara mengajak keluarga kita untuk makan malam sekaligus membahas pernikahan kalian,"ucap Nyonya Laras menjelaskan kepada Andini.
"Pernikahan siapa sih, Ma?" jangan ngadi-ngadi deh." Andini mengacak rambutnya yang sengaja Ia warnai warna-warni.
"Andini, Mama tahu kamu belum pikun. Kamu bahkan bisa mengingat mengingat puluhan tahun yang lalu, jadi Mama juga yakin kamu pasti mengingat kejadian lima jam yang lalu,"tegas Nyonya Laras dengan tatapan serius.
"Ma.... kok mama jadi serem begitu sih, Andini ngerasa kayak lagi diintrogasi."
"Makanya jangan pura-pura lupa. Pakai ini, dan dandan yang cantik, ingat rambutmu juga harus kembali dicat seperti semula berwarna hitam. Mama tidak mau kamu membuat malu Mama dan Papa di hadapan Tuan Anggara." Nyonya Laras memberikan gaun yang cantik kepada Andini. Padahal selama ini Andini sama sekali tidak pernah menggunakan gaun.
__ADS_1
Paling saja pergi kemana-mana ia menggunakan kemeja dan celana jeans. Kalau tidak, Ia menggunakan kaos oblong dipadukan dengan celana jeans sobek-sobek, stylish Andini yang begitu terlihat urakan membuat Nyonya Laras dan suaminya berniat ingin menjodohkan Andini, kepada putra dari pemilik kampus ternama di kota Painting.
"Ma.... kok, Mama maksa banget sih nyuruh Andini buat nikah sama orang bahkan nggak Andini kenal sama sekali?" Memangnya Mama tega nanti setelah menikah Andini tersiksa dan akhirnya menjadi janda di usia muda?"
"Andini, ini bukan masalah tega atau tidak. setiap orang tua Pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya, tapi apa kamu tidak melihat keadaan Papa dan Opa kamu sekarang? Oke, untung Opa dan papa kamu masih bisa bernafas dan berbicara.
Bagaimana jika esok atau lusa Sang kuasa manggal Opa dan papa dari kita? Apa kamu tidak akan menyesal menolak permintaan Opa dan juga Papa? Nyonya Laras menatap putrinya dengan lembut.
Iya, perjodohan ini tidak hanya diinginkan oleh Nyonya Laras dan juga suaminya, bahkan dengan Opa Andini sendiri. Yang merupakan salah seorang penggagas dan pendiri kampus ternama milik Tuan Anggara.
"Tapi tidak harus mengorbankan masa depan Andini juga Ma, Andini masih ingin melanjutkan pendidikan Andini sampai ke S2. Jadi Andini belum ada niatan untuk menikah." rengek Andini dengan sudut mata yang mulai berembun.
Bagaimana tidak, Andini akan dijodohkan dengan seorang pria yang sama sekali ia tidak mengenalnya.
"Sayang, tidak ada yang mengorbankan masa depanmu. Mama dan Papa sudah mengetahui calon suamimu, bahkan kami telah mengenalnya sejak kecil. Karena dulu Ipa sering mengajak temannya itu datang ke rumah dan membawa putranya, di samping itu kita juga berhutang Budi kepada mereka. Karena mereka yang selalu membantu papa kamu, menjalankan bisnis kecil-kecilan yang dikelola oleh papa kamu." jelas Nyonya Laras sambil menakupkan kedua belah pipi Andini.
Nyonya Laras membuang nafas berat sebelum melanjutkan ucapannya.
"Andini, asal kamu tahu dulu mama sama papa juga menikah karena dijodohkan oleh Opa dan Oma, tapi Andini lihat sendiri kan, sekarang bagaimana hasilnya. Pernikahan yang terjadi karena perjodohan bisa menghasilkan rumah tangga yang sakinah mawadah warohmah. Hingga menghadirkan kamu di dunia ini. Memang awalnya merasa terpaksa. Dan membutuhkan proses dan mama yakin kamu akan menikmati proses itu." Nyonya Laras mengusap lembut pipi Sang Putri.
" Ma, ini bukan zaman Siti Nurbaya lagi. Bukan zaman dulu seperti mama. Ini zaman modern, Apa masih zaman dijodoh-jodohkan seperti ini? Andini bisa mencari orang yang tepat untuk menjadi suami Andini sendiri tapi tidak sekarang. Karena Andini masih ingin melanjutkan pendidikan Andini sampai S2. Apa Mama tahu Andini mati-matian belajar agar mendapatkan beasiswa di kampus ternama, agar Andini bisa kuliah hingga ke luar negeri."ucap Andini tidak terima akan perjodohan yang dilakukan kedua orang tuanya dan juga Opanya.
"sudah Andini kamu Jangan membantah, kamu penuhi di keinginan papa dan opa kamu. Kelak anak yang menuruti orang tuanya akan mendapat pahala dan juga mendapatkan berkah dari Allah subhanahu wa ta'ala. ucap Nyonya Laras kepada putrinya Andini.
"Hoaam.... Andini ngantuk, mau tidur dulu."Gadis itu membuka mulutnya lebar-lebar di hadapan Nyonya Laras.
__ADS_1
"Eh, enak aja mau tidur. cepat ganti baju dandan yang cantik, mama tunggu kita akan segera berangkat."
"Ck... kirain sudah lupa."
"Sudah jangan banyak ngeles, ganti baju sendiri atau Mama yang gantikan baju kamu."
"Iya, iya maksa banget sih."Andini menghentakkan kakinya dan menutup pintu kamar itu dengan kasar, sampai membuat sang Mama yang masih berdiri di depan pintu kamarnya terlonjak kaget.
"Astaga... ini baju apaan?"Andini melempar sebuah dress yang tadi diberikan Nyonya Laras padanya.
"Ada apa? Nyonya Laras segera menerobos pintu kamar putrinya ketika mendengar teriakan Andini yang hampir mengguncangkan seisi rumah.
"Mama mau biarkan Andini masuk angin, dengan cepat mati gitu? bunuh saja aku Ma! Aku sudah capek dengan semua ini!"Andini berlagak seolah orang yang paling tersakiti.
"Fuuuuhhhh.... pergi kau setan! pergi kau dari putriku." Nyonya Laras meniup telinga putrinya cukup keras sampai membuat Andini merasa geli.
"Apaan sih mah? emangnya Andini kesurupan apa? "Andini tidak kesurupan mak Jangan ngadi-ngadi.
"Iya. kesurupan setan drama Korea, karena kamu itu keseringan nonton drama Korea. Sudah, sekarang cepat ganti baju kamu mama tunggu di sini. Biar bantu Mama ngecat rambut kamu." ucap Nyonya Laras sambil meraih cat instan yang ia pegang sebelumnya agar rambut putrinya hitam seketika.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN