
"CK.... Kenapa Bapak suka ngatur begini sih? terserah saya dong mau pakai baju kayak gimana!"
"Saya bilang ganti, ya ganti!"titah Dimas yang seakan tak mau dibantah lagi.
Andini membalikkan badan dan melempar tas selempangnya ke atas kasur.
Gadis itu membuka lemari pakaiannya dan kembali memilih baju yang cocok.
"Pakai yang ini saja!"ucap Dimas secara tiba-tiba Seraya mengambil sebuah kaos dengan lengan panjang dari dalam lemari pakaian istrinya.
Andini langsung menatap baju itu dengan mata membulat.
"Nggak mau, baju itu nggak cocok buat nongkrong sama teman."
"Kalau begitu kamu nggak usah pergi. Diam di rumah dan belajar sama saya."
Seketika Andini langsung merebut baju itu dari tangan Dimas, dan masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti pakaian.
Tak lama Gadis itu keluar dan menggunakan baju yang tadi dipilihkan oleh suaminya.
Andini mengambil tas selempangnya dan bersiap untuk segera pergi.
"Pulang sebelum jam sembilan malam!"ucap Dimas sebelum tangan istrinya itu menyentuh Knop pintu.
Andini membalikan badannya dengan kesal.
"Kenapa Bapak ngatur-ngatur hidup saya sih? Mama saya juga nggak pernah melarang saya mau pulang jam berapa pun,"protes Andini dengan kesal.
Gadis itu memicingkan matanya ke arah lain, tak ingin melihat wajah suaminya yang menyebalkan.
"Itu Mama kamu beda dengan saya. Pulang jam sembilan atau kamu saya kurung di kamar dengan tumpukan buku." ancam Dimas dengan wajah datar.
"Ck .. iya iya Andini segera keluar dan menutup kembali pintu kamar itu dengan keras seolah melampiaskan kekesalannya pada Dimas.
"Dasar serigala jutek nyebelin. Apesnya dia malah jadi suami gue. Salah apa sih aku sama Tuhan? Kok bisa Aku dijodohkan sama orang kayak gitu. Andini keluar dari rumah dan segera masuk ke dalam taksi online yang telah dipesannya.
Gadis itu membuang nafas kasar matanya Menatap layar ponsel yang berada di dalam genggamannya
"Ryan: woi kamu di mana?
"Andini: Di mobil lagi OTW
"Ryan : Buruan ada yang nungguin kamu.
__ADS_1
Andini : siapa?
Ryan tidak menjawab lagi. Membuat Andini semakin kesal dan penasaran. garis itu memasukkan kembali ponsel ke dalam tas.
Tak lama kemudian mobil yang ditumpanginya tiba di sebuah cafe yang menjadi tempat tujuan.
Andini segera masuk ke dalam cafe yang terlihat cukup ramai, ia yakin semua teman-temannya sudah berkumpul di dalam.
Setelah tiba di dalam, pandangannya langsung terarah ke sekumpulan anak muda yang duduk di tempat karaoke.
Tujuan mereka ke sana memang untuk karaoke Bersama, Ryan dan Robert yang mengajak ketiga teman untuk nongkrong bersama.
Setelah beberapa hari lamanya mereka tak bertemu, karena kedua pemuda dengan perawakan yang hampir sama itu pergi luar kota untuk menjemput sepupu mereka yang pindah kuliah di tempat mereka kuliah saat ini.
Andini segera menghampiri teman-temannya tetapi seseorang yang duduk di sofa paling ujung menjadi pusat pandangan matanya.
Pria bertubuh jangkung itu adalah Bima. ternyata pemuda yang memiliki paras cukup tampan tersebut ikut juga.
Entah kenapa Andini jadi bersemangat ketika melihat mahasiswa baru di kampus itu.
"Wih, nyai ratu baru datang sambut Robert dengan penuh antusias sambil menunjuk ke arah Andini yang sedang berjalan ke arah mereka.
Semua pandangan tertuju ke arahnya termasuk Bima yang menatapnya dengan kagum. Bibirnya menyungging sebuah senyuman.
"Ratu molor."balas Robert langsung disambut gelak tawa sahabatnya.
"Mulut kamu ya!"Andini menatap futsal para pemuda dengan rambut sedikit bergelombang itu.
"Sudah sampai, kita tahu Kamu jomblo. daripada kamu datang terus mending kita karaoke."Rian mulai menyalakan mic
"Hai Din! siapa di masa raya duduk di samping Andini.
"Hai balas Gadis itu dengan senyum manis.
"Yaah magnet jomblo kuat banget." celetuk Mariska.
"Benar, pasti sebentar lagi kita dapat pajak jadian."timpal Bimbim
"Wih mantap! aku sih setuju banget kalau Kalian jadian. Daripada sama si Bagas Bagas itu, ucap Robert Seraya menunjuk ke arah Andini dan juga Bima.
"Namanya Bagas."
"Maksud aku yang artis itu siapa?"
__ADS_1
"Tau dah, terserah kamu." udah buruan nyanyi." ucap Mariska.
"Tenang ada vokalis baru kita Robert menunjuk ke arah Bima.
"Nah kebetulan sinyal ada teman duet kamu berdua nyanyi deh menyodorkan dua mic ke arah Andini dan juga Bima.
"Kita nyanyi, kamu pada angkat kaki ya kita Andini Serayu mengambil mic.
"Yae,lah angkat kaki berarti cabut dong!"sahut Rian
"Nah, ini anak pasti mau modus berduaan," timpal Robert
"Apaan sih otak kamu suudzon mulu."Andini memanyunkan bibir ke arah Rian dan Robert
"Buruan nyanyi entar aku sawer pakai permen!"kita Mariska
"Kamu kira aku topeng monyet, apa? balas Andini.
"Iya kamu bukan topeng monyet, tapi barongsai."
"Ck.... mulut kamu ya kayak tokai,"kesel Andini.
Namun, obrolan mereka masih dalam konteks candaan.
"Kamu mau nyanyi bareng aku nggak? tanya Andini kepada Bima yang duduk di sampingnya.
"Boleh, mau nyanyi apa? tapi suaraku standar ya balas Bima dengan mata yang menatap wajah Andini.
"Jangan merendah untuk meroket bro, kamu kan punya grup band di sana." timpal Robert.
"Grupnya sudah bubar."sahut Bima sambil terkekeh.
"Kok bubar? tanya Andini dengan dahi mengerut
"Bima tidak langsung menjawab. "Ceritanya panjang, nanti aku ceritakan ke kamu di Lain waktu." ucap Bima.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN
__ADS_1