
Sementara itu, seorang wanita yang sedang tiduran di atas kasur tertawa sendiri.
Entah apa yang sedang dilakukannya pada sebuah ponsel yang dipegangnya, tetapi sejak tadi ia tak berhenti mengeluarkan tawa kecil.
Drat pintu kamar mandi dibuka terdengar, Rian buru-buru menghentikan tawanya dan menaruh kembali ponsel yang sudah dari tadi dimainkannya. Wanita itu pura-pura diam dengan Tatapan yang tertuju ke arah langit-langit kamar.
Herlan yang baru keluar dari kamar mandi mendekat ke arah istrinya, pria itu ikut naik ke atas kasur dan duduk di samping sang istri.
Rian berusaha menantang Herlan mengambil ponselnya bahkan hidung wanita itu terlihat kembang.
"Kamu kenapa? tanya Herlan setelah memperhatikan raut wajah Rian. Pria itu menatap istrinya dengan heran.
"Enggak, aku nggak kenapa-kenapa." jawab Rian dengan nada yang terdengar seperti menahan tawa.
"Beneran nggak kenapa-kenapa?"tanya Herlan kembali untuk memastikan.
"Iya, Memangnya kenapa sih, Bang?"Rian menatap ke arah suaminya lalu tertawa kecil.
"Itu mukanya kayak orang yang lagi nahan pup." jawab Herlan datar
"Hahaha.. Bang Herlan ada-ada aja deh. Sudah ah, aku mau tidur dulu."Rian menghadapkan tubuhnya ke arah Helen Dan meletakkan tangan kanannya di atas perut sang suami, yang kini telah merebahkan tubuh di sampingnya.
Herlan memegang lembut tangan sang istri yang terlihat sudah memejamkan mata.
Pria itu membuka ponselnya dengan tangan sebelah, namun tiba-tiba saja dahinya mengerut saat melihat apa yang terjadi di dalam ponselnya.
"Apa-apaan nih? I love you istriku Sayang, istriku yang paling cantik, tiada lawan sehat sehat selalu bersama anak kita."dahi Herlan langsung semakin mengerut ketika membaca Caption dari sebuah foto yang diunggah pada akun media sosialnya.
Pada bulan itu, terdapat sebuah foto Rian sedang duduk sambil memegang perutnya yang membuncit.
__ADS_1
Herlan menggelengkan kepalanya saat melihat unggahan tersebut. Padahal Ia merasa sama sekali tidak mengunggah foto sang istri di akun media sosialnya.
"Hahaha...."Rian tak dapat lagi menahan tawanya
Wanita yang sudah dari tadi pura-pura memejamkan mata itu tertawa melengking dengan kedua mata yang kembali terbuka.
"Kamu ngapain mengunggah status di akun aku, bukan sama akun media sosial kamu sendiri? kok malah di akun media sosial Aku? Memangnya akun kamu kenapa?tanya Herlan seraya menoleh ke arah istrinya.
"Ya nggak apa-apa, aku cuman pengen aja gitu, foto aku kamu unggah di akun kamu sendiri,"jawab Rian santai.
Karena selama ini Herlan paling jarang mengunggah foto bahkan bisa dibilang belum pernah.
Pria itu lebih sering mengunggah pekerjaannya. Dari pada foto-foto tidak jelas. jadi akun media sosial yang terbilang misterius.
"Tapi nggak gini juga! Aku kan nggak pernah mengunggah foto di media sosial seperti ini, mana caption nya alay banget lagi."gerutu Herlan
"Oh, aku jadi paham sekarang. Mungkin kebanyakan orang yang mengunggah foto istrinya di media sosial miliknya itu istrinya sendiri yang mengunggah."
Nggak gitu Bang. Cuman aku doang yang mengunggah foto sendiri di akun suami. karena kan, selama ini kamu nggak pernah upload foto kita, dan foto aku di akun media sosial kamu. Aku juga pengen kamu pajang foto kita berdua, foto aku sendiri, di akun kamu." protes Rian dengan kesal.
"Buat apa sih, media sosial itu penuh dengan tipuan. Aku kurang suka, yang penting kan rasa cinta dan sayang aku ke kamu itu nyata.
"Ya udah, kamu hapus aja. Kalau nggak suka." ucap Rian dengan ada kesal.
"Oke aku hapus, ya!
"iya hapus aja! kalau dihapus berarti itu tandanya kamu nggak sayang sama aku, kamu malu punya istri seperti aku. Kamu nggak mau ketahuan sudah punya istri sama teman-teman di media sosial kamu." cerocos Rian yang membuat jempol Herlan tak jadi menekan layer yang bertuliskan hapus.
"Ya udah deh, nggak jadi. Nih, nggak jadi aku hapus. Udah, jangan ngambek." Herlan menunjukkan layar ponselnya ke arah Rian
__ADS_1
"Yakin nggak mau dihapus?"tanya Rian memastikan
"Iya, biar seluruh dunia tahu kalau aku punya istri yang cantik dan bawel."jawab Herlan membuat hidung Rian kembang kempis menahan tawa.
"Uluh makasih bang, so sweet banget sih." Rian menempelkan kepalanya pada dada bidang Herlin dan memeluk tubuh suaminya dengan erat.
Tak lama kemudian terdengar bunyi notifikasi beruntun dari ponsel milik Herlan
Aduh ada yang berkomentar. Herlan segera membuka ponsel kembali.
Richard : uhuy bentar lagi launching Herlan Junior.
"Boim : Congratulation brother!
"Fitri : Cie go public!
"Marry: Eh kirain masih perjaka
Randy : Tokcer, tanya service senjatanya di mana?
Larissa : Harusnya aku yang di sana.
Herlan membaca komentar itu satu persatu. Namun, yang menjadi fokus Rian adalah sebuah akun bernama Larissa, itu pasti akun milik mantannya Herlan. Namun, Rian tersenyum penuh kemenangan. Pasti saat ini mantannya Herlan sedang kepanasan sendiri.
Bersambung....
sambil menunggu karya ini update kembali yuk mampir ke karya baru emak
__ADS_1