Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 294. MERASA ANEH


__ADS_3

Siang berganti malam, seorang wanita sedang bermain sebelum tidur bersama putranya yang semakin hari tumbuh semakin besar dengan perkembangan yang baik.


"Hai anak ganteng...."Mariska mancung perut Roberto sampai membuat bayi mungil itu tertawa.


Kini, Roberto sudah bisa merespon ucapan atau candaan.


Walaupun ia belum bisa berbicara, tetapi Roberto sudah bisa mengeluarkan suara seperti ocehan bayi pada umumnya.


"Halo jagoan papa! kok jam segini belum tidur?"Robert datang secara tiba-tiba dan langsung naik ke atas ranjang.


"Kan masih sore ya, baru juga jam 08.00,"jawab Mariska sambil terus mengajak Roberto bermain.


"Tapi ini udah malam untuk bayi. nggak baik tidur lebih dari jam 08.00. anak papa tidur dulu ya, nak,"Robert main Coba pelan pipi gambar putranya.


"Sayang, Kasih susu Roberto ya biar cepat tidur!"Dita robek yang seketika membuat Mariska menatap heran ke arahnya.


"Kamu kenapa sih? gak biasanya nyuruh Roberto tidur jam segini."


"Ya nggak apa-apa, sayang. kalau dia sudah tidur, Kita kan bisa istirahat."Robert menatap istrinya dengan bibir tersenyum.


"Yakin mau istirahat Kalau Roberto tidur?"Mariska menautkan kedua alisnya, Ya sudah dapat menebak isi pikiran suaminya.


"Iya, mau tidur. Hahaha...."Robert malah terbahak.


Pria itu memeluk tubuh sang istri dan mencium bagian belakang istrinya.


"Apaan sih? Nggak jelas banget!"Mariska menyingkirkan tangan robek yang bergerak nakal, menggerayangi tubuhnya.


Pria itu malah berguman tidak jelas.


"Ayo, sayang. tidurkan Roberto ya!"titah Robert lagi Yang merengek bagaikan anak kecil minta jajan.


"Nggak, orang matanya masih segar. dia tuh masih pengen main."


"Tapi aku juga pengen main, sayang."Robert menangkup gunung kembar sang istri dengan kedua tangannya.


"Apaan sih? sudah, main sana sama robotan Roberto yang kamu beli."Mariska terkekeh.


"Idih! Naudzubillah. ntar kamu videoin terus viral.


"Hahaha... di mana kali ya, main sama robot."kali ini Mariska malah tertawa kencang.

__ADS_1


"Amit-amit lah sayang. ntar aku kena azab. ada istri cantik begini, masak mau di anggurin!"


Robert membelai rambut istrinya dengan lembut.


"Ya sudah, kamu bikin susu Roberto dulu sana!


"Siap bosku!"Robert langsung turun dari ranjang dan membuatkan susu untuk putranya.


"Nih susunya! untung Roberto minum susu formula, jadi susu yang dari sumbernya langsung masih milik aku."contoh Robert Seraya menyerahkan sebotol susu kerah istrinya.


"Idih, pikirannya udah gesrek banget!"Mariska mengambil sebotol susu itu dan segera memberikan kepada putranya.


"Kamu tahu kan sayang, laki-laki tuh kalau lagi pengen ngabrutnya minta ampun."Robert kembali ikut naik ke atas kasur memperhatikan putranya yang sedang menyusu dengan lahap.


Satu botol susu sudah hampir habis, kedua mata Roberto terlihat semakin mengecil dan perlahan terkejam. Bayi mungil itu sudah tertidur.


"Alhamdulillah,"ucap Roberto cerai mengusap wajah dengan kedua telapak tangannya.


"Awas dulu!"Mariska mengangkat tubuh Roberto dan memindahkannya pada kasur bayi, takut terkena guncangan gempa yang dahsyat.


Robert ikut turun dari ranjang. pria itu segera mengangkat tubuh sang istri dan membawanya ke atas kasur.


Pria itu merebahkan tubuh mereurishkan di atas ranjang dengan perlahan. Secepat kilat tubuh keduanya sudah tak terbalut pakaian.


Robert menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka. Dia langsung memberikan serangan pada sang istri untuk mengarungi masa depan bersama disahkan manusia madu.


"Pelan-pelan."protes Mariska saat suaminya bermain terlalu cepat. Dia mencengkram kuasa yang ditidurinya.


"Maaf sayang. Kamu cantik banget, jadinya aku terlalu nafsu."jawab Robert dengan tangannya menyikat sebagian rambut panjang mollusca yang menutupi dada wanita itu.


"Dasar nafsuan!"balas Mariska sambil terkekeh


"Aku cuman sama kamu doang kok Sayang nafsunya. Lagian nggak baik kalau harus nafsu sama orang lain. Katanya tuh gini, kalau seorang laki-laki beristri merasa nafsu saat melihat wanita lain, segeralah hampir istrimu dan Gauli dia."ucap Robert tanpa menghentikan permainannya.


"Bagus kalau kamu sadar. jadi, kalau melihat kamu nggak usah nafsu-nafsu."


"Ya enggak lah, sayang. kan ada kamu pemuas nafsuku."


"Aw!"jerit Mariska saat Robert sama teman percobaan permainannya.


"Kamu kuat banget sih, tumben?"protes Mariska

__ADS_1


"Habis minum jamu kuat tadi,"jawab Robert spontan.


"Astaga.... auto lembut shift 2 ini mah!"


"Hussst... bentar lagi kok, Sayang. "Robert membuka mulut sama istri dengan bibirnya.


"Sedikit lagi, Sayang."ucap Robert kembali dengan wajah menegang.


Saya merasakan sesuatu yang hangat di bawah sana.


"Aduh, Kenapa nggak dibuang sih?"protes Mariska kesal.


"Sayang Kalau dibuang,"balas robek santai.


"Kamu nggak? iya kan?"sergah Mariska dengan kesal.


"Maaf, sayang. lupa."


"Ikh, nyebelin banget sih! Aku kan nggak KB, di mana aku kalau langsung hamil."mata Wanita itu sudah terlihat berkaca-kaca.


"Ya nggak apa-apa kali, sayang. emang masalah?"


"Ya masalah lah, Nanti kalau aku hamil lagi gimana? Roberto masih, kasihan dia."Mariska tak dapat menahan tangisnya.


Robert segera mendekat dan membentuk tubuh telanjang sang istri.


"Kamu kan punya suami yang bertanggung jawab. sudah tenang aja, seandainya kamu hamil lagi, nanti aku carikan baby sitter biar ada yang bantuin kamu."Robert males lembut kepala Mariska.


"Tapi, nanti kamu barulah kayak kemarin. aku nggak mau jadi wanita kucel Yang kerjanya cuman ngurus anak dan rumah. nanti aku cepat tua."Mariska semakin menangis sesungguhkan.


"Kamu tenang saja ya sayang, Aku janji nggak akan mengulangi kesalahan lagi. Aku akan menyayangi dan menjaga kamu dan anak-anak kita.


"Janji?"Mariska menatap serius ke arah suaminya.


"Iya, sayang. Aku janji!"balas robek dengan yakin.


"Okey, aku pegang kata-kata kamu. kalau kamu melanggar, aku gunting senjata kamu!"ancam Mariska yang membuat suaminya langsung bergidik ngeri.


"Serem banget kamu, sayang!"Robert merapatkan tubuhnya dan memeluk sang istri dengan erat.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2