
Gadis itu mengendarkan pandangan yang mencari keberadaan suaminya.
"Itu dia," gumamnya seraya berjalan ke arah kursi paling depan.
layar lebar itu sudah memutar film horor. Andini tak berani menoleh, mendengar suaranya saja ia sudah merinding.
Andini menutup mulutnya agar tidak berteriak, Andini segera menempati kursi di samping suaminya dengan mata yang tak berani melirik ke arah layar lebar di depan.
Suasana yang gelap dan sunyi menambah aura horor di dalam studio.
"Dari mana saja kamu kok lama banget?"tanya Dimas ketika menyadari Andini telah duduk di sampingnya.
"Habis dari toilet."
"Dari toiletnya lama sekali? saya sudah habis popcorn dua cup
"Huh? Andini melebarkan matanya Seraya melihat ke arah dua popcorn yang sudah kosong.
"Untung saya nggak makan kamu.di toilet lama banget."Dimas menoyor jidat istrinya.
"Ih gitu amat sama istrinya. Namanya juga panggilan alam."Andini membenarkan posisi duduknya dan melihat ke arah layar lebar di hadapannya.
"Astagfirullah..."teriaknya kembali ketika melihat wajah seram hantu pada layar lebar itu.
__ADS_1
Andini langsung menyembunyikan wajahnya pada ketiak Dimas yang masih terlihat santai.
"Jangan teriak, berisik!
"Itu tadi serem banget, Pak. Wajahnya penuh belatung."Andini masih menyusupkan wajahnya pada ketiak Dimas, rasanya ia kapok melihat ke arah layar lebar.
"Ngomong aja kamu nyaman sembunyi di ketiak saya."Celetuk Dimas yang membuat Andini langsung tersadar di mana ia menyusupkan wajahnya.
"Ketiak? kok ini wangi banget."gumam Andini. Andini yang masih bisa didengar oleh suaminya.
Suasana yang gelap dan rasa takut membuat Andini tak sadar kalau ia menyembunyikan wajahnya pada bagian tubuh yang sangat tidak ia sukai.
Namun, Entah kenapa ia malah merasa nyaman dengan posisinya saat ini.
"Ketiak Saya memang wangi, pakai deodoran dari Jepang."
"Iya, iyalah deodoran nya terbuat dari bunga sakura yang bermekaran di sana, kamu rasakan sendiri bukan, kalau deodoran saya wangi. Begitu juga dengan bunga sakura yang lagi bermekaran di Kota Hiroshima dan Nagasaki."ucap Dimas sambil terkekeh.
Andini menegakkan kepala kembali kepalanya tetapi masih belum berani melihat ke arah layar lebar.
"Pak ini seram banget. Saya nggak mau lihat."Andini kembali mengarahkan wajahnya ke ketiak dimas.
"Kamu tahu nggak kisah bangku kosong di dalam studio?"tanya Dimas dengan santai.
__ADS_1
"Maksud Bapak apa sih, bangku kosong bagaimana? Andini mulai merasakan hawa tidak bersahabat ada rasa takut di dalam dirinya.
"Ada bangku kosong di dalam studio bioskop, yang diisi oleh sosok menyeramkan,"jelas Dimas sedikit berbisik. Seketika Andini langsung menoleh ke arah bangku di sebelahnya.
Sialnya bangku itu kosong tak ada penghuninya. Maklum hari ini tidak banyak yang menonton film horor, oleh karena itu di dalam studio banyak bangku kosong.
"Makhluk halus itu kadang tidak terlihat, tapi bisa memegang meraba dan memeluk."ucap Dimas kembali yang membuat bulu kuduk Andini langsung berdiri tegak.
"Astaga...! Andini berteriak sambil menyambar tubuh Dimas dan memeluknya erat, ketika suara tawa hantu kembali terdengar yang ada di layar lebar.
"Pak, saya takut banget."Andini semakin mempererat dekapannya.
Dimas menahan tawa ketika melihat tingkah istrinya.
Ternyata wanita jago balapan, wanita barbar itu juga bisa dibohongi, dan ia juga merasa ketakutan jika dihadapkan dengan dunia horor.
Tapi ada sedikit rasa nyaman di hati Dimas, saat Andini memeluknya di tengah ketakutannya saat menonton film horor di bioskop.
Sementara Andini menatap suaminya yang mengembangkan senyumnya menatap tingkah istrinya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN