Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 91. MODE ON


__ADS_3

Andini benar-benar dibuat melayang oleh setiap sentuhan yang suaminya berikan.


Dimas memperlakukannya dengan lembut dan hati-hati, ia tak ingin sang istri terluka sedikitpun.


"Mas,"Panggil Andini dengan suara terengah-engah karena suaminya semakin mempercepat ritme permainan yang sudah berjalan beberapa menit.


"Iya sayang. Sebentar lagi akan mencapai puncak."Dimas semakin mempercepat pelayaran itu hingga tiba pada pucuk kenikmatan.


Pria itu menyemburkan lahar panas ke dalam rahim sang istri, berharap akan tumbuh benih sebagai buah pernikahan mereka.


Dimas mencabut perisainya dan membersihkan mahkota sang istri dengan hati-hati.


Setelah itu, ia menjatuhkan tubuh di samping Andini dan merebahkan kepala sang istri di atas lengan berotot miliknya.


Dimas mengelap keringat pada dahi Andini dan mengecupnya dengan lembut.


"Terimakasih sayang,"ucapnya sambil menyekap beberapa helai rambut yang menutupi wajah merona istrinya.


Andini hanya tersenyum Seraya menempelkan wajah pada dada bidang suaminya yang masih polos.


"Apa tadi terasa sakit? apa permainanku terlalu kasar?"tanya Dimas yang membuat Andini langsung menengadahkan wajah ke arahnya.


"Awalnya sakit tapi....."Andini tersenyum getir.


"Aku paham. Mari kita ulangi lagi."Dimas kembali menindih tubuh sang.


"Mas!"pekik Andini ketika kembali mendapatkan serangan.


Pria itu benar-benar seperti gagak haus yang melihat telaga, ia menumpahkan gelora yang selama ini ditahannya.


Semakin malam, permainan itu semakin memanas.


Andini berdecak kagum kepada suaminya yang bahkan sangat terlihat kuat.


Entah obat apa yang diminumnya, yang jelas malam ini Dimas lihat begitu perkasa.


Ia beberapa kali memberikan serangan sampai sang istri terkulai lemas di bawah kungkungannya.


"Sayang kamu capek?"tanya Dimas ketika merasakan tubuh istrinya mulai lesu dengan salat mata sayu.


"Aku capek Mas,"lirih Andini dengan suara yang terdengar pasrah.


"Baiklah kita sudahi saja permainan ini."Dimas kembali mempercepat ritmenya.


Namun, hingga beberapa saat dirinya masih tetap on.


"Mas Kenapa kamu kuat sekali? apa semua laki-laki seperti ini?"tanya Andini sambil menggigit kukunya sendiri.

__ADS_1


Sudah dari tadi suaminya tidak terlihat lelah sedikitpun.


"Entahlah, kenapa Aku merasa seperti memiliki kekuatan berkali lipat."


"Aku capek Mas."lirih Andini kembali.


Andini Sudah beberapa kali mencapai *******, tetapi suaminya masih tetap on.


"Kenapa jadi seperti ini? apa ini efek dari jamu yang diberikan Mama?"


Seketika Andini membulatkan matanya ketika mendengar itu.


"Apa? jamu? kamu minum jamu pemberian Mama Mas?"


"Iya, sebelum kita berangkat ke hotel, Mama memberikanku jamu lagi, tapi ini berbeda dengan jamu yang waktu itu diberikan Mama. bungkusannya juga beda. Katanya ini jamu obat lelah, makanya aku minum dua bungkus, karena hari ini Aku merasa sangat lelah,"jelas Dimas tanpa memperhatikan permainannya.


dua bungkus? Astaga.... ini namanya overdosis."Andini berteriak pasrah.


"Gimana dong? ini nggak bisa berhenti loh."wajah Dimas terlihat bingung.


Di satu sisi, ia kasihan kepada sang istri, di sisi lain tubuhnya malas semakin menegang.


"Aku tahu caranya Mas. Aku pernah membaca sebuah artikel.


Di sisa tenaganya, Andini merebahkan tubuh Dimas dan mengambil posisi suaminya.


Wanita itu bermain dengan lincah sampai terdengar erangan dari suami yang beriringan dengan menyemburkan kembali lahar panas itu.


"Terimakasih sayang. Maaf kalau aku terlalu berlebihan. Mas tidak tahu kalau efek jamu itu akan seperti ini."Dimas melap pipi istrinya yang dipenuhi keringat.


"Tidak apa-apa Mas. Ini adalah pengalaman pertama kita, dan Mama berhasil mengerjai anak dan menantunya."Andini terkekeh ketika membayangkan mode on suaminya.


"Hahaha... kasihan istriku."Dimas merangkul tubuh Andini dan mengecup pucuk kepala istrinya.


"Kita mandi yuk!


"Mandi? ini jam berapa Mas?


"Jam sepuluh."Dimas melihat ke arah jam dinding yang terpasang di kamar itu.


"Memangnya tidak apa-apa mandi jam segini?


"Tidak apa-apa, asal jangan terlalu sering. badan kita lengket harus mandi dulu biar bisa tidur dengan nyenyak."


"Ya udah,"Andini menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Tunggu sebentar!"Dimas bangkit terlebih dahulu dan langsung mengangkat tubuh istrinya dengan ringan.

__ADS_1


"Mas aku bisa jalan sendiri."


"Jangan banyak gerak dulu, kamu baru kemasukan,"Dimas membawa tubuh istrinya masuk ke dalam kamar mandi.


"Kemasukan apa Mas?"tanya Andini bingung


"Kemasukan ular piton."


"Hahaha..."keduanya tertawa bersamaan di dalam kamar mandi yang berukuran cukup besar itu.


Dimas mendudukkan tubuh istrinya di atas kloset dan menyalakan air shower.


"Dingin Mas."Andini menggerakkan kedua bahunya ketika air shower itu membasahi tubuhnya.


"Mau keringat lagi?"tanya Dimas seraya mengangkat alisnya sebelah.


"Nggak mau. Nanti nggak selesai lagi."Andini mengerucutkan bibirnya.


"Hahaha.... jangan trauma."


Dimas mencolek dagu sang istri.


"Oh iya Mas, masalah gugatan cerai itu gimana? Apa kamu sudah mencabutnya ke pengadilan agama?"tanya Andini ketika pikirannya tertuju kepada hal itu.


"Apa kamu yakin surat gugatan itu dari pengadilan agama?"Dimas tersenyum tipis.


"Maksud kamu apa Mas?"Andini bertanya dengan wajah heran.


"Kenapa kamu tidak berpikir kalau surat gugatan cerai itu adalah bikinanku sendiri?"


"Hah? jadi.... surat itu palsu? Andini membulatkan matanya.


"Hahaha hahaha..... Kamu kena prank."Dimas kembali tertawa lepas.


"Mas ih, nggak lucu! percuma dong air mata aku tumpah saat."Andini memukul dada suaminya dengan kesal.


"Kalau tidak begitu, mas tidak tahu perasaanmu bagaimana."


"Dasar nyebelin! tahunya gitu aku biarin aja kamu pergi."Andini mencebik kesal dengan bibir mengerucut.


"Beneran?


"Ngak lah! ha ha ha ....keduanya tertawa membayangkan bagaimana kisah cinta mereka.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK.


__ADS_2