
"Kakak bukannya melamun, tadi tuh kamu nelpon Kakak dan menyuruh buru-buru terus, jadinya Kakak nggak fokus."
"Aku kan nyuruh kakak buru-buru karena Papa pingsan tadi."
"Astaga... ponsel Kakak di mana?"Dimas merasa aku celana dan juga kemejanya.
"Erin tidak tahu."Erin menggerakkan kedua bahunya.
"Pasti ketinggalan di mobil."Dimas segera bangkit dan meninggalkan Erin yang menatapnya dengan kesal.
Pria itu segera membuka pintu mobil dan benar saja ponsel atau tergeletak di bawah jok mobil.
Dimas segera mengambilnya, tetapi matanya langsung membulat ketika melihat banyak panggilan tak terjawab, serta beberapa pesan dari istrinya.
"Andini : Mas, udah sampai di rumah belum?
"Andini : Mas, kok nggak angkat telepon aku.
"Andini : Mas, kamu di mana sih?
"Andini : Mas, aku kuatir.
"Andini : Serigala!
Andini mengirim banyak pesan, dari emoticon love sampai emoticon batu.
Dimas terkekeh ketika membaca banyak pesan dari istrinya.
Pria itu langsung melakukan panggilan dan tanpa menunggu lama, panggilan telepon tersebut langsung tersambung.
"Halo Mas, Kamu ke mana aja? Kok nggak ngangkat telepon aku? kamu sudah lupa ya kalau punya istri? kamu nggak tahu apa Aku di sini khawatir sama kamu? aku nggak bisa makan, nggak bisa minum, setetes air pun nggak bisa masuk ke tenggorokan aku."carocos Andini yang membuat telinga Dimas berdengung.
Pria itu langsung mengubah sambungan telepon menjadi sambungan video call.
"Sayang, kamu ngomongnya cepat banget. hati-hati loh nanti lidah kamu kegigit,"ucap Dimas saat wajah sang istri muncul pada layar ponselnya.
"Loh... loh... itu dahi kamu Kenapa, Mas? kok ada plester nya? kamu terluka Mas? tanya Andini. kembali secara beruntun ketika melihat plester yang menempel pada dahi suaminya.
"Ini, aku tadi cuman kepentok."
__ADS_1
Dimas masuk kembali ke dalam rumah dan berjalan ke arah kamarnya.
"kepentok apa? kok sampai luka seperti itu ."Andini memperhatikan dahi suaminya secara intens.
"Kepentok cintamu,"balas Dimas dengan senyum yang mengembang.
Erin yang tak sengaja mendengar ucapan kakaknya, berekspresi seperti orang yang ingin muntah.
Dimas yang melihat itu langsung memberikan tatapan tajamnya.
"Aku kepentok cintamu,"ledek Erin dengan bibir yang bergerak ke kanan dan ke kiri.
"Diam! atau Kakak potong uang jajanmu!"
"Nggak takut. manusia, kalau udah bucin, tuh bikin mual."
Dimas menarik ujung rambut sang adik dan kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar.
"Ada apa mas?
"Nggak, itu tadi si Erin usil."
"Kamu lucu sih, Mas kalau lagi kesal."Andini terkekeh sambil memperhatikan wajah suaminya pada layar ponsel.
"Kamu mau ngapain, Mas? Kok buka baju?"
"Mau mandi. Kamu mau ikut nggak? pria itu tersenyum devil.
"Ogah, ngapain lihatin orang mandi."
"Ya ikut mandi lah, jangan lihatin doang."
"Nggak mau, Aku sudah mandi, dan sudah wangi."
"Mana? nggak ke cium sampai sini."
"Nih!"Andini memanyunkan bibirnya.
cup!
__ADS_1
wanita itu memberikan ciuman lewat sambungan video.
"Hahaha.... bisa gila aku lama-lama kayak gini."Dimas tertawa renyah.
"Aku kangen kamu, Mas. kayaknya malam ini nggak akan bisa tidur."
"Peluk aja bonekanya dan rasakan Mas ada di sana."
"Nggak mau, aku kan sukanya dipeluk sama kamu."
"Ya sudah. Sekarang, pejamkan matamu. Aku ikut tidur nih."Dimas menjatuhkan tubuhnya di atas kasur.
"Loh, katanya mau mandi. Kok malah tiduran?
"Kan mau meluk kamu dulu, biar tidur."
"Huaaaa ...Mas, aku kangen." Mata gadis itu berkaca-kaca.
"Sabar, sebentar lagi kita pulang ke rumah.'
Keduanya terus saling mengobrol lewat sambungan video, sampai malam semakin larut dan Andini tertidur dengan ponselnya yang masih menyala.
Setelah menyadari istrinya tertidur, Dimas memberikan kecupan singkat pada wajah Andini yang terlihat memenuhi layar ponselnya.
Setelah itu, Ia mematikan sambungan video dan berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Semalaman Andini tidak bisa tidur nyenyak, bahkan wanita itu beberapa kali terbangun dan meraba kasur di sampingnya yang hanya diisi oleh boneka.
Hingga pagi kembali menyapa, ia bangkit dengan malas, matanya terlihat sembab karena kurang tidur.
Hari ini ia tidak diperbolehkan pergi ke kampus, begitupun dengan Dimas.
Keduanya pisah rumah dan mempersiapkan segala sesuatu untuk acara besok.
Hari ini Andini tidak bersemangat, tubuhnya terlihat lesu, Bahkan ia hanya makan dua suap.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK.