
Selamat pagi semuanya! suara seseorang menghentikan gerakan bibir Andini yang siap mengeluarkan ocehan untuk menguliti sahabat-sahabatnya yang tampak, melontarkan beberapa pertanyaan kepadanya. Karena dirinya wajah yang muram.
"Oh my God Pak Dimas! ucap Mariska yang langsung membalikan badannya menghadap ke arah depan kelas.
"Pak Dimas, makin tampan saja."timpal Maya dan segera kembali ke mejanya
"Dasar pada genit!"cibir Andini dengan kesal
Dimas yang tak suka basa-basi di kelas langsung memulai kegiatan mengajar dan memulai materi.
Walaupun ada beberapa mahasiswi yang menggodanya dengan gurauan, tetapi Dimas yang berwajah beku ketika mengajar sudah dapat dilelehkan.
Sesekali pria itu melihat ke arah seorang gadis yang duduk di bangku paling pojok depan. Wajahnya terlihat masam dengan mata sayu seolah menahan kantuk.
Dimas tersenyum tipis ketika melihat ekspresi istrinya ketika belajar, Entah kenapa jika melihat Andini sedang cemberut dan kesal, ia malah merasa menjadi pemenang.
Andini menoleh ke arah Dimas dan tak sengaja pandangan keduanya bertemu, Gadis itu segera memicingkan mata ketika netra abu-abu suaminya itu seolah menusuk ke dalam ulu hatinya.
"Baiklah, ini buku tugas kalian yang kemarin dikumpulkan."ucap Dimas setelah menyelesaikan materi.
"Huffff... mata Aku mengantuk banget."Andini merebahkan kepalanya di atas meja.
"Andini Pratama yang mana orangnya?"suara itu membuat Andini segera menegangkan kembali tubuhnya dan melihat ke arah sumber suara.
"Andini Pratama tolong maju ke depan! titah Dimas setelah selesai membagikan buku tugas mahasiswanya.
"Ada apa Pak? "tanya Andini dengan wajah lesu.
"Pasti kamu nggak ngerjain tugas kan?"ucap Mariska yang membuat Gadis itu langsung membulatkan matanya.
"Saya mau memberitahukan kepada kalian semua, jangan malas belajar apalagi ketika ada tugas. Jangan sampai kalian mengumpulkan buku catatan kosong seperti ini!"Dimas menunjukkan buku Andini yang kosong tanpa segaris tulisan pun.
Gadis Itu menepuk jidatnya dengan wajah memerah. Bagaimana tidak, memang Andini salah mengumpulkan tugasnya, karena pikirannya tak karuan setelah perjodohan itu, membuat dirinya lupa kalau buku yang ia kumpulkan itu merupakan catatan biasa saja bukan untuk tugas.
"Maaf Pak, itu saya salah mengumpulkan buku."sangkal Andini yang masih duduk di bangkunya.
"Apapun alasannya ini tetap perbuatan tidak baik. kamu ikut saya ke ruangan!
"Pak, saya beneran Salah mengumpulkan buku." Andini kembali.
__ADS_1
"Huuu....."hampir seluruh mahasiswa di ruangan itu menyoraki Andini yang semakin mencebik kesal.
"Makanya jangan galau mulu!"cibir Almira yang membuat Gadis itu semakin kesal.
"Din, yang sabar ya. Semoga kamu diberikan ketabahan dan kekuatan,"Celetuk Bimbim dan juga Mariska sambil terkekeh.
Andini hanya menatap mereka dengan tatapan tajam. Ia menghentakkan kakinya dan keluar dari kelas mengikuti langkah lebar Dimas menuju ruangannya.
"Dasar nyebelin, jutek, nggak bisa apa tidak mempermalukan istrinya sendiri!"cibir Andini sambil mengarahkan tinjuan ke punggung Dimas.
"Kalau berani, Jangan cuman di belakang,"ucap Dimas tanpa menoleh sedikitpun karena Andini.
"Astaga! aku lupa kalau mata dia ada banyak."Andini menutup mulut dengan kelima jarinya.
"Cepat masuk! titah Dimas setelah membuka pintu ruangannya.
Andini mengikuti langkah pria itu dan menutup kembali pintu ruangan dengan hati-hati.
"Duduk! titah Dimas kembali.
Andini menurut saja dan duduk di kursi yang berada di hadapan suaminya.
"Tapi pak, ini sudah jam istirahat masa saya ngerjain tugas?
"Ngerjain tugas atau nilai E ? tanya Dimas yang kini telah duduk dengan tegap di kursinya.
"Ih, nggak jadi dosen nggak jadi suami sama-sama kejam."Andini mengambil buku catatannya dengan kasar.
"Hanya orang lemah yang menganggap orang lain kejam."balas Dimas yang membuat Andini langsung menatap ke arahnya dengan mata membulat.
"Terus maksud Bapak saya ini lemah gitu? Gadis itu menunjuk dirinya sendiri.
"Saya tidak menunjuk mu, ya ."Dimas menyandarkan punggungnya dan duduk dengan santai.
"Dih kalau orang nyebelin mah, nyebelin aja,"
"Sudah buruan kerjakan tugasnya atau kamu nggak kebagian jam istirahat."ucap Dimas meminta kepada istrinya sekaligus mahasiswanya, Untuk segera menyelesaikan tugasnya.
"Ck... nggak bisa gitu Kasih keringanan sedikit saja."gerutu Andini sambil membuka bukunya.
__ADS_1
"Kamu ini sudah semester tujuh, sebentar lagi skripsi. Harus lebih giat belajar agar kamu cepat wisuda, dan meraih gelar sarjana. Lalu kita akan segera melakukan resepsi pernikahan.
"Enak aja resepsi pernikahan, memangnya siapa yang ingin melaksanakan resepsi?
"Sudah jangan ngoceh saja cepat kerjakan, salah lebih dari satu revisi lagi."
Andini langsung mengangkat wajahnya dan menatap ke arah Dimas yang berwajah datar.
"Kenapa begitu? Saya yakin tidak semua orang di kelas bisa mengerjakan soal ini tanpa syarat lebih dari satu."cerocos Andini yang membuat Dimas ingin membekap bibir tipis itu.
"Kamu beda lagi, karena kamu tidak mengerjakan tugas kemarin. Jadi peraturannya berbeda."jelas Dimas yang membuat Andi menggenggam pulpennya dengan erat, seolah membayangkan kalau pulpen itu adalah jari Dimas yang ingin Ia patahkan.
"Sudah saya katakan, bukan tidak mengerjakan tugas tapi saya salah mengumpulkan buku. Jika Bapak tidak percaya Bapak bisa cek buku saya yang tertinggal di rumah."
"Sudah cepat kerjakan, titah Dimas kembali yang membuat Andini membuang nafas kasar dan berusaha menenangkan diri.
Gadis itu kembali menatap buku catatannya yang masih terlihat kosong. Rasanya ingin menepuk dengan Tatapan yang masih fokus ke arah buku catatannya.
Kenapa?
"Iya kali aja Bapak mau ngadem gitu di kantin.
"Tidak!"balas Dimas singkat
"Yaelah singkat banget!"
"Oh iya, nanti malam kita langsung pindah aja." celetuk Dimas yang membuat Andini menghentikan gerakan jarinya yang sedang menulis.
"Kok cepat banget sih? Memangnya mau ngapain pakai pindahan?"Andini menatap suaminya.
"Mau buat anak."
"What!! pekik Gadis itu dengan mata membulat.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN