Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 274. BABY DASA, DANIS DAN DANIA


__ADS_3

Tampak keluarga Andini dan sahabat-sahabatnya bahagia mendengar kalau operasi sesar Andini berhasil dan ketiga anaknya selamat Begitu juga dengan Andini. Nyonya Laras dan Tuan Miko Pratama terhenyak mendengar kalau putrinya melahirkan bayi kembar tiga.


"Mas, Allah langsung memberikan cucu tiga untuk kita. Mama sangat bahagia sekali. sekali melahirkan Dimas dan Andini dikaruniai anak 3 dan kita memiliki cucu 3 juga, Yang sebentar lagi akan bertambah lagi jika Rian melahirkan."ucap Nyonya Laras dengan kehebohannya mendengar kalau putrinya melahirkan bayi kembar tiga yaitu dua laki-laki dan satu perempuan.


"Selamat ya Pak Dimas, Pak Dimas memang benar-benar hebat. Sekali jadi langsung tiga lengkap pula tuh laki-laki dan perempuan, sempurna."Celetuk Robert yang dibalas ketawa dari orang-orang yang ada di sana.


Sedangkan Bima dan Eren yang sudah menunggu kabar itu langsung tersenyum lega. setelah dokter memberitahu kalau operasi sesar Andini berhasil dan ketiga anaknya juga selamat.


Dimas masuk ke ruangan operasi, setelah Andini dibersihkan Begitu juga dengan ketiga bayinya. sebelum Andini dan ketiga bayinya dipindahkan ke ruang rawat inap Dimas lebih dahulu mengazani ketiga bayi yang sangat ia nanti-nantikan.


Dimas menatap ketiga anaknya, Lalu setelah mengajari ketiga anaknya. Dimas menghampiri Andini kembali yang baru selesai dibersihkan. Tampa Andini langsung memeluk istrinya dan menghujani istrinya kecupan demi kejutan.


"Kamu memang sangat luar biasa sayang, Terima kasih sudah hadir di hidup Mas dan telah menghadirkan ketiga buah hati kita yang membuat hidup kita semakin berwarna."ucap Dimas kembali memberikan kecupan di kening Andini.


"Sama-sama Mas, tidak perlu berterima kasih itu sudah menjadi kodrat seorang wanita."sahut Andini


"Tetap saja, kamu wanita yang sangat luar biasa. kamu benar-benar hebat sayang."ucap Dimas sambil menggenggam jemari tangan istrinya.


***


"Oaaaa....oaaa...oaaa...."tangisan ketiga bayi bersahutan di ruangan itu. Dimas segera melepas pelukan dan melihat ke arah ketiga bayi yang baru selesai dibersihkan oleh suster dan dokter.


Dimas dan Andini tersenyum, mendengar suara ketika bayinya saling bersahutan menangis. "wah sayang ke rumah besar kita akan rame banget dan kamu tidak akan kesepian lagi dengan kehadiran ketiga buah hati kita."ucap Dimas dengan kegirangan.


"Iya Mas, pasti Andini akan betah di rumah dan tidak uring-uringan lagi karena kesepian. rasa sakit yang aku rasakan tadi sebelum lahiran, rasanya hilang begitu saja ketika sudah melihat bayi kembar kita."ucap Andini sambil mengembangkan senyumnya.


***

__ADS_1


Beberapa hari kemudian, Andini dan ketiga bayinya sudah diperbolehkan pulang ke rumah. Karena kondisi Andini sudah semakin membaik, Begitu juga dengan ketiga anak kembarnya yang diberi nama. Dasa, Danis dan Dania.


Sementara di rumah pribadi Dimas dan Andini tampak Nyonya Laras dan beberapa anggota keluarga begitu juga sahabat-sahabat Andini mempersiapkan penyambutan anggota baru keluarga besar Pratama dan juga Anggara. mereka sangat antusias menyambut Dimas Junior dan Andini Junior. yang sudah lama mereka nanti-nantikan


"Tuan Anggara menjemput Andini dan cucunya yang ditemani langsung oleh Erin dan juga Bima.


"Nak, semuanya sudah beres?"tanya Tuan Anggara kepada Dimas.


"Sudah Pa, semuanya sudah beres. sekarang sudah bisa pulang kok! iya kan sayang?"ucap Dimas kepada Andini yang jarum infus yang ada di punggung tangannya baru dilepas oleh suster.


"Iya Pa, Andini dan ketiga dedek bayi sudah diperbolehkan pulang."sahut Andini.


Tiga orang suster datang membawa baby Danes, Dasa dan juga Dania.


Karena ketiga bayi dan Andini sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit oleh dokter yang merawat Andini dan bayinya, sehingga ketiga suster itu membawa Danis Dasa dan juga Dania.


"Wah, cucu Opa tampan dan cantik sekali."ucap Tuan Anggara sambil meraih tubuh mungil baby Danes dari gendongan suster. Tuan Anggara menggendong ketiga cucunya secara bergantian.


"Mas, kita pulang aja yuk. Andini sudah bosan di rumah sakit ini."keluh Andini sambil beranjak dari tempat tidurnya.


"Hati-hati sayang! ujar Dimas sambil meraih tubuh istrinya.


"Mas, Andini sudah kuat kok sudah bisa jalan sendiri."sahut Andini berharap agar Dimas membiarkannya jalan sendiri.


Tetapi Dimas tidak memperdulikan ocehan Andini. iya langsung menggendong tubuh mungil Andini keluar dari rumah sakit menuju mobil mewah miliknya. yang ia inginkan istrinya tidak merasa kelelahan dan cepat pulih kembali pasca melakukan persalinan.


Tuan Anggara hanya geleng-geleng kepala melihat tingkat Dimas dan Andini yang rada-rada lebay. lain halnya dengan ketiga suster itu mereka hanya tersenyum melihat tingkah sang majikan.

__ADS_1


"Semoga kalian bahagia selamanya."gue mah salah satu suster sambil mengikuti langkah di mas keluar dari rumah sakit sambil membawa bayi kembar Andini dan Dimas.


Sementara Tuan Anggara, membawa barang-barang yang digunakan oleh Andini selama berada di rumah sakit.


"Ha ha Tuan jadi tukang bawa barang."tawa salah satu suster itu memperhatikan orang tua sang majikan membawa barang-barang Andini keluar dari rumah sakit.


Padahal Tuan Anggara pengusaha kaya raya dan yang memiliki beberapa anak cabang perusahaan. Tetapi Tuan anggaran tidak merasa malu dengan apa yang dilakukannya. karena tuan Anggara benar-benar bahagia, dengan gelar yang diraih sekarang menjadi seorang Opa.


Hal itu membuat orang-orang yang melihat Tuan Anggara merasa heran. Bahkan tak sedikit dari mereka yang melihat ton Anggara membawa barang-barang Andini berbisik-bisik. "Hah, seorang pengusaha kaya raya melakukan itu? apa aku tidak salah lihat."gumam salah satu saudara pasien yang dirawat di rumah sakit itu.


Tetapi Tuan Anggara tidak peduli apa penilaian orang tentangnya. iya terus saja melangkah mengikuti Putra dan menantunya dari belakang sumber tersenyum kepada orang-orang yang ia lewati.


Setelah tiba di mobil milik Dimas, Tuan Anggara memasukkan barang bawaannya ke bagasi mobil milik Dimas. Kemudian, setelah Tuan anggaran dan ketiga suster yang menggendong ketika bayi Andini dan Dimas berada di dalam mobil. Sang sopir pribadi melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju rumah pribadi yang beberapa bulan belakangan ini sudah ditempati oleh Dimas dan juga Andini.


Lima belas menit kemudian mereka pun tiba di rumah pribadi Dimas. Di sana sudah ada Rian dan juga Herlan. Sedangkan Bima dan juga Erin juga sudah tiba di sana. Berbeda dengan Mariska dan juga Robert. kali ini mereka tidak bisa bergabung, karena Mariska juga disibukkan dengan bayinya yang mana Mariska juga di baru melahirkan tidak lama sebelum Andini melahirkan.


Nyonya Laras langsung memeluk Andini dan meraih tubuhmu ya salah satu bayi kembar Andini. sementara Dimas yang baru turun dari mobil hanya tersenyum melihat tingkah Nyonya Laras dan Tuan Miko Pratama menyambut cucu-cucunya.


"Hai Sayang bagaimana kabarmu? tanya Tuan Miko Pratama kepada Andini sambil langsung memeluk tubuh Putri kesayangannya dan memberikan selamat kepada putrinya.


"Alhamdulillah Andini Baik Pa."Andini rindu sama papa."ucapkan dini berterus terang kalau dirinya benar-benar merindukan Tuan Miko Pratama dan nyonya Laras. Apalagi setelah ia merasakan bagaimana sakitnya mulai dari mengandung sampai melahirkan. dia merasa bersalah dengan tingkahnya yang selama ini, yang terkadang membangkang kepada kedua orangtuanya. Ternyata perjuangan orang tua itu terutama kepada seorang ibu, tidak mudah mulai dari hamil hingga melahirkan kita ke dunia ini. Hal itulah yang disesalkan oleh Andini.


"Papa juga merindukanmu nak."sahur Miko sambil mengembangkan senyumnya.


Nyonya Laras yang tidak mau ketinggalan dari Tuan Miko Pratama langsung kembali memeluk putrinya. Setelah menggendong satu persatu cucunya lalu kembali memberikannya kepada suster agar membawanya masuk ke dalam rumah dan memperingkan cucunya di tempat yang sudah dipersiapkan oleh timah sebelumnya.


"Selamat ya sayang mama bahagia banget mendapat cucu tiga sekaligus. Mama tidak menyangka kamu memang Putri Mama yang sangat hebat dan luar biasa." ucap Nyonya Laras berkali-kali memeluk putrinya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2