Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 285. MERASA BANGGA


__ADS_3

Sementara itu, di sebuah ruangan pada gedung pencakar langit, sedang berlangsung meeting dari beberapa pemilik perusahaan.


Ricky dan Nisa sebagai tuan rumah penyelenggara meeting tersebut, telah mempersiapkan semuanya dengan matang.


Namun, Entah kenapa di saat meeting berlangsung, bisa merasa benar-benar ngantuk. Bahkan, matanya seakan tak bisa terbuka lebar.


Wanita itu merebahkan kepalanya di atas meja dengan kedua tangan yang dijadikan sebagai bantal.


Entah kenapa, kali ini dirinya benar-benar ngantuk, Tidak seperti biasanya wanita yang menjabat sebagai pimpinan perusahaan itu mengantuk saat meeting.


"Bagaimana, Bu? apa ada penawaran yang lebih menarik lagi untuk kami?" tanya seorang pria yang berpakaian rapi setelah berdiskusi dengan teman bisnisnya mengenai penawaran yang bisa presentasikan sebelum dirinya terserang ngantuk.


Seketika semua mata tertuju karena Nisa yang benar-benar sudah memejamkan mata, sepertinya wanita itu tidur pulas walau dalam keadaan duduk.


Ricky yang duduk di samping wanita itu membulatkan mata saat melihat istrinya pada tidur.


Padahal, tadi Ricky masih mendengar istrinya berbicara. Dia terlalu fokus pada layar laptop di hadapannya, sampai tak menghiraukan desa yang ternyata sudah tertidur Saat meeting masih berlangsung.


"Bu, kok malah tidur? tanya seorang pria berpakaian rapi itu kembali.

__ADS_1


"Pak, bagaimana ini? apa meeting nya kita tutup saja? tapi saya tidak punya waktu lain lagi untuk meeting kembali dengan perusahaan Bapak. Jadi, jika tidak ada penawaran atau planning lebih matang, Saya rasa perusahaan kami akan batal bekerja sama dengan perusahaan Bapak dan Ibu,"tutur pria itu kembali yang membuat Ricky cukup tercengang.


Jika perusahaan itu tidak jadi bekerja sama dengannya, makan Nisa akan kecewa.


Karena dengan kerjasama dengan perusahaan tadi, memiliki peluang besar untuk lebih maju lagi.


Namun di sisi lain, Ricky merasa tidak tega saat melihat wajah lelah istrinya yang sedang tertidur lelap.


Rasanya Ia enggan untuk membangunkan wanita itu.


"Baiklah Pak. Sebelumnya kami sudah membicarakan ini berdua dan kami sudah membuat planning bersama. Jadi saya akan meneruskan presentasi istri saya." balas Ricky dengan tubuh terasa bergetar.


Sebenarnya, dia agak ragu untuk melakukan itu.


"Silakan Pak!"ucap pria dari pihak perusahaan lainnya.


Ricky menarik nafas sepanjang-panjangnya, Iya berusaha meyakinkan diri dan bertekad sebulat-bulatnya.


Ricky merasa, ilmu yang diberikan Nisa dan dipelajarinya selama ini sudah cukup untuk ia keluarkan dan dia kembangkan.

__ADS_1


Pria itu mempresentasikan dan memberikan penawaran sebaik mungkin, sesuai apa yang telah Ia bicarakan berdua dengan Nisa jauh sebelum meeting ini berlangsung.


Hingga pada akhirnya, pihak perusahaan tersebut menerima untuk bekerja sama dengannya.


Ricky benar-benar merasa berhasil, bahkan setelah orang-orang yang berada di ruang meeting itu keluar, Iya sampai bersujud syukur.


Dia merasa benar-benar bangga, walaupun tidak ada yang memujinya, tetapi ia tetap akan memuji dirinya sendiri.


"Aku hebat, Ricky dilawan!"ucapnya bangga dengan tangan yang menepuk dadanya sendiri.


Setelah itu, dia baru menyadari kalau di ruangan meeting ada CCTV yang bisa menangkap apa yang ia lakukan barusan.


"Astaga, kenapa aku lupa ada CCTV. kalau bisa lihat adegan tadi, bisa ilfil dia. mana aku pakai kingkong segala." gumamnya sambil menepuk jidat sendiri.


Setelah itu, Iya mengalihkan pandangannya kak Nisa yang masih memejamkan kedua matanya.


Sepertinya wanita itu benar-benar tertidur pulas.


"Kasihan istriku." Ricky kembali mendekat ke arah Nisa.

__ADS_1


Pria itu sedikit membungkuk dan mengangkat tubuh istrinya dengan perlahan.


BERSAMBUNG..


__ADS_2