Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 234. BEGAL


__ADS_3

"Habis, nyebelin banget, Pa. Masa dia bilang aku cepat tua nanti."Erin kembali mengerucutkan bibirnya.


"Bukan begitu konsepnya."sangkal Bima.


"Berisik amat kalian! Bima, mending suapi istri kamu Apel ini, biar dia berhenti ngoceh!"Dimas melempar sebuah apel ke arah Bima yang langsung ditangkap oleh pria itu.


"Terima kasih Pak,"ucap Bima setelah menerima buah apel tadi.


"Tuh, kan kebiasaan. Pak, Pak, Memangnya Kak Dimas itu bapak kamu apa?"sangkal Erin kembali.


"Maaf, lupa."Bima mengupas apel itu dengan cepat, sehingga saat Erin membuka mulut dan akan kembali berbicara ia langsung memasukkan belahan apel tadi yang sudah ia potong kecil pada mulut istrinya dan membuat wanita itu tak jadi berbicara.


"Sayang, kamu mau apel Apa buah pir?"tanya Dimas sambil memegang plastik berisi buah-buahan yang tadi dibawa Erin.


"Mas, malam-malam mau makan buah sih, Mas?"Andini melihat ke arah suaminya dengan tatapan penolakan.


"Ya, nggak apa-apa lah. Biar sehat, kamu harus banyak makan buah."


"CK... besok aja lah "tolak Andini.


"Katanya mau nurut sama Mas. makan apel saja ya, Biar mas kupas. Apelnya pasti manis kok. Iya kan Erin?"tanya Dimas kepada adiknya yang sedang mengunyah buah apel tadi.


"Iya, apelnya manis Kak. Yang masam itu mukanya si Bima."Erin melirik ke arah suaminya sambil terkekeh.


"Nggak sopan banget. Sama suami manggil kayak gitu."Bima memasang wajah kesal.


"Terus, Mau dipanggil apa? Mau dipanggil ayang beb."Eren tertawa dengan mulut yang terbuka lebar.


Bima kembali memasukkan potongan apel tadi ke dalam mulut istrinya.


"Bim,ihk ! untung aku nggak keselek."protes Eren setelah tawanya terhenti.


"Tuh, Kan nggak sopan!"Bima kembali mendekatkan potongan apel tadi ke arah mulut istrinya.


"Hehe ... maaf, sayang. Bercanda."Erin mengangkat kedua jari membentuk sebuah huruf V.


Andini dan Dimas ikut mengembangkan senyuman ketika melihat Eren dan Bima terlihat akur.


Sementara di tempat lain, Herlan keluar dari mobilnya dan langsung menuju pintu rumah. Herlan baru pulang dari kantor, karena malam ini lembur sampai jam 08.00 malam.


Herlan segera masuk ke dalam rumah yang tentunya tidak dikunci. Pria itu berjalan dengan langkah lebar, ia ingin segera menyampaikan sebuah berita pada kedua orang tuanya.


"Assalamualaikum,"ucap Herlan sambil berjalan ke arah ruang keluarga.


Di tempat itu terdapat kedua orang tua Herlan beserta Rian. mereka sedang berkumpul bersama sambil nonton televisi.


"Waalaikumsalam,"kedua orang tua Herlan dan Rian.


Rian segera bangkit dan mendekat ke arah suaminya."lembur ya, Bang? tanya wanita itu seraya mencium punggung tangan suaminya.


"Iya, Kenapa kamu nggak bisa dihubungi? Mama Papa juga semua nggak bisa dihubungi."ucap Herlan dengan raut kesal.


"Jaringan wi-fi-nya mati, besok baru dibenerin. Kenapa? Kok muka kamu kucel begitu?"tanya Nyonya Laras dengan mata yang memperhatikan wajah putranya.


"Andini masuk rumah sakit."jawab Herlan dengan nada sendu.


"Hah? yang bener? kapan? kok Dimas nggak ngasih tau Mama. Kamu juga, kenapa baru ngasih tahu sekarang?"cerocos Nyonya Laras dengan kesal.

__ADS_1


"Lah, gimana mau ngasih tahu, semua orang di rumah ini nggak bisa dihubungi."


"Kapan masuk rumah sakitnya? sakit apa lagi? Duh, Mama khawatir banget."Nyonya Laras bangkit dan ketar-putar sendiri, wanita itu bergerak cepat maju mundur.


"Ma, tenang dulu! jangan banyak bergerak nanti encok kambuh."Tuan Miko menarik tangan istrinya agar duduk kembali di atas sofa.


"Pa, Mama Lagi panik banget ini. Kenapa kita baru tahu sekarang."Nyonya Laras membebaskan dasternya tak karuan.


"Andini masuk rumah sakit tadi sore, katanya perutnya sakit."


"Apa? jangan-jangan mau melahirkan. Eh, tapi kan belum 9 bulan."cerocos Nyonya Laras memotong ucapan putranya.


"Ya, sudah. mending kita ke rumah sakit sekarang, mumpung belum terlalu malam!"ajak Herlan.


"Nah, bener ini. Ayo kita berangkat!"Tuan Miko bangkit sambil menarik dengan istrinya agar kembali berdiri.


"Papa ikh, tadi juga udah bener Mama berdiri, kan sekarang harus berdiri..."


"Hussst... kita berangkat sekarang!"pria paruh baya itu menempel telunjuk pada bibir istrinya yang membuat kedua bibir wanita itu langsung terdiam.


"Ya,udah ayo!


"Kamu nggak mau mandi atau ganti baju dulu Bang?"tanya Rian sebelum suaminya membalikkan badan.


"Takut kelamaan, Nanti aja mandinya subuh."


"Idih jorok, entar bau ketek."Rian menutup hidungnya.


"Enggak lah, walaupun gak mandi Aku tetap wangi."tutur Herlan dengan penuh percaya diri.


"Wangi apaan? orang baunya udah tercium sampai sini."


"Kali?


"Hanyut dong " sahut Rian terkekeh.


"Iya hatiku hanyut karena cintamu."


"Uluh, Misua Sok Gomblo


"Misua? apaan itu?


"He he.... pikir aja sendiri."


Herlan mendekat ke arah istrinya. Coba deh cium nih wangi!"mendekatkan ketiaknya kearah Rian.


"Ngak! Bang Herlan jorok ih. mana tuh kemeja basah bagian ketek lagi."Rian menjauhkan tubuhnya dari Herlan.


"Kalau kamu nggak mau nyium, Ya udah biar aku aja yang Cium kamu."Herlan mendekat dan melabuhkan sebuah ciuman pada pipi istrinya.


"Bang Herlan, malu sama Papa ih!"Rian mendorong wajah suaminya.


"Biarin, Papa juga sering cuma Mama."balas Herlan sambil terkekeh.


"Ciumnya juga di tempat tersembunyi, nggak kayak gini."balas Tuan Miko Pratama yang membuat putranya terkekeh.


"Ini kenapa lagi, males bahas cium-ciuman, ayo cepetan berangkat!"ajak Laras dengan Tak sabar.

__ADS_1


"Ya, sudah. kita semua naik mobil Harlan saja."pria itu berjalan terlebih dahulu sambil menggandeng tangan istrinya.


****


Sementara itu, Ricky segera menjalankan mobilnya setelah Nisa menelepon dan meminta dijemput olehnya.


Hari ini, Ricky tidak ikut ke kantor, karena ia diminta oleh Tuan Arnold untuk menemani dirinya ke suatu tempat.


Ricky menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia tidak ingin istrinya lama menunggu.


Terlebih lagi, Nisa sudah lembur sampai jam segini, pasti istrinya merasa lelah dan ingin segera istirahat.


Saat sebentar lagi akan tiba di depan kantor perusahaan milik Nisa, sebuah mobil menghalangi jalannya.


Ricky menghentikan laju roda empatnya, pria itu membunyikan klakson beberapa kali agar mobil yang terparkir menghalangi jalannya itu segera minggir.


Namun, matanya dibuat membulat sempurna ketika melihat empat orang bertubuh kekar mendekat ke arah mobilnya.


Tok!


Tok!


"Keluar! dua orang diantaranya menggedor kaca mobil Ricky cukup keras. Seketika lutut pria itu bergetar, Ricky merasa takut, tetapi ia harus tetap berani.


"Jangan-jangan mereka begal. masa iya ada begal di tempat begini." gumamnya dengan keringat dingin yang mulai menetes dari pelipis dan dahinya.


"Keluar!!! atau aku pecahin kaca mobil ini?!!" teriak pria bertubuh kekar itu kembali.


"Waduh, bahaya kalau kaca mobil ini pecah. walaupun mobil ini punya aku, tapi kan belinya paket uang Nisa." Aku nggak boleh lemah!" Ricky melipat lengan bajunya dan membuka pintu mobil itu dengan berani.


Namun, baru saja kakinya menginjak aspal, lutut pria itu sudah bergetar hebat. Bahkan hampir tak bisa berdiri tegak.


"Nah, gitu dong. kita nggak akan ambil mobil kamu, tapi kita akan ambil nyawa kamu. Hahaha...."ucap seorang pria bertubuh kekar yang diiringi dari ketiga teman-temannya.


Ricky menarik nafas panjang dan berusaha menenangkan diri. pria itu mengumpulkan tenaga dalamnya dan bersiap tempur.


"Maju!!" seorang pria menarik kerah baju Ricky.


BUGH!


Ricky memberikan serangan terlebih dahulu dengan memukul keras perut pria bertubuh kekar itu.


"Aw!"Ricky meringis ketika merasakan tangannya seperti terbentur keras saat meninju perut pria itu.


Dia yang meninju, Tetapi dia juga yang merasakan sakit.


"Anjir, Kamu manusia apa aja sih?"gerutu Ricky sambil melihat ke arah tangannya yang memerah.


"Aku manusia, tapi sebagian tubuh Aku adalah baja."jawab pria itu dengan wajah sangat.


"Enggak aku enggak percaya,"bales Ricky dengan Songong."


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2