
Robert keluar dari kamar dan menutup kembali pintu kayu itu rapat-rapat. meninggalkan sang istri yang menatapnya dengan heran.
"Dia benar ngambek apa?"gumam Mariska sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Ah bodo amat! mending aku tidur." wanita itu berubah posisinya menjadi miring dan kembali memejamkan mata.
Namun, hatinya seolah gundah gulana sampai ia tidak bisa lelap.
Tangannya meraba lahan di sampingnya yang masih kosong. Robert belum kembali ke kamar.
Entah kemana perginya pria itu.
Mariska membuka matanya, dan menatap ke arah pintu kamar yang masih tertutup rapat.
"Robert kamu di mana? aku nggak bisa tidur kalau nggak dipeluk."gumamnya sendiri lalu ia merubah posisinya menjadi duduk dengan Tatapan yang tak beralih dari pintu kayu berwarna coklat itu.
Berharap sang suami membuka pintu dan kembali ke kamar. Namun, setelah beberapa saat menunggu, pintu itu masih belum terbuka juga.
Sayup-sayup ia mendengar seperti suara mengobrol dengan sesekali suara tawa terdengar menggema.
Mariska hafal betul suara tawa nyaring seolah menjadi ciri khas itu adalah tawa suaminya. "Dengan siapa Robert berbicara sampai tertawa sekencang itu.
Daripada penasaran terus-terusan, Mariska memilih untuk keluar dan memastikan secara langsung.
Wanita itu membuka pintu kamar dan matanya langsung disuguhkan dengan pemandangan yang membuat darahnya mendidih.
Mariska menatap nyalang ke arah Robert yang sedang ngobrol dengan seorang wanita di ruang tamu.
"Hahaha....., memang kamu ya, Robert. Dari dulu tidak pernah berubah masih konyol kayak dulu. Wanita itu kembali tertawa renyah.
"Kamu yang banyak berubah, lebih kelihatan dewasa dan terlihat semakin cantik." balas Robert sambil terkekeh.
__ADS_1
"Aku memang sudah dewasa, tinggal nyari jodoh aja, Biar kelihatan lebih dewasa." wanita berambut ikal itu kembali tertawanya renyah.
"Tenang, kamu pasti cepat laku."
"Nanti aku kasih diskon, plus cashback deh."
"Hahaha.... auto laris manis, Nora."
Tangan Mariska mengepal sempurna. dadanya terlihat naik turun dengan mata yang menatapnya Nyalang .
"Dari mana asal wanita berambut ikal itu, Kenapa tiba-tiba ada di dalam rumah dan mengobrol dengan suaminya?"
"Robert, aku pamit ya. Jangan lupa Bika Ambon nya dimakan." pamit wanita itu Seraya bangkit.
"Hati-hati Nora. kalau ada lobang, loncat aja." Seloroh Robert Seraya melambaikan tangannya mengiringi langkah Nora yang keluar dari rumah itu.
Robert kembali menutup pintu rumahnya. Namun, saat Dia membalikkan badan, matanya langsung membulat ketika melihat Mariska berdiri tepat di hadapannya, dengan Tatapan yang seolah siap memangsanya.
"Sayang, kirain sudah tidur."cicit Robert dengan Sangiran andalannya.
"Oh itu, namanya Nora Sayang. Dia teman aku, dan dia ke sini mau ngasih oleh-oleh. Karena Dia baru kembali dari Medan." jelas Robert Seraya menunjukkan kotak yang berisi Bika ambon khas kota Medan.
"Kenapa dia datang malam-malam? udah kayak orang ngapel aja. Mana kamu ladeni pakai tertawa segala. Jangan-jangan kamu ngaku single ya, sama dia? nyebelin banget sih kamu Robert!" Mariska menghentakkan kakinya dan kembali berjalan ke arah kamar.
"Sayang, tunggu dulu. Nora ke sini, mau ngasih oleh-oleh ke Mama. Tapi Mama udah tidur." Robert berusaha mengejar langkah istrinya.
"Tega kamu Robert!" istri lagi hamil begini, malah ladenin cewek lain." Mariska masuk ke dalam kamar, dan menutup pintu itu dengan kasar dan bertepatan dengan Robert yang akan masuk.
Sehingga pintu itu dapat mengenai kepala Robert.
"Au.... Mariska sakit!" pekik Robert saat kepalanya terbentur sangat keras.
__ADS_1
"Astaga Robert, kamu kejedot?" Mariska membalikkan badan. Matanya langsung membulat ketika melihat Robert sudah terkapar di atas lantai.
"Robert kamu pingsan?" Mariska segera mendekat ke arah suaminya dengan wajah tegang.
"Robert, jangan pingsan dong. Masa cuman kejedot aja langsung pingsan?" Mariska duduk di atas lantai, dan mengguncang tubuh suaminya yang sedang memejamkan mata dengan rapat.
"Robert, jidat kamu benjol. Ada palu nggak, ya? gumam Mariska sendiri.
Seketika Robert langsung membuka matanya lebar.
"Palu buat apa,Sayang? tanya Robert dengan wajah tegang.
"Buat mukul jidat kamu. biar benjolnya jadi rata lagi."
"Aaaaa ...!!!! Robert segera bangkit dan mengangkat tubuh istrinya ke dalam kamar.
"Hahaha..... Aku tahu kamu cuman pura-pura pingsan. Karena sudah sering modus."
"Tapi ini tetap sakit, pokoknya aku minta bayaran."Robert merebahkan tubuh istrinya dengan hati-hati ke atas kasur.
"Ya sudah. asal kamu jangan ngambek kayak tadi lagi. Aku nggak bisa tidur sendirian."
"Makanya, kalau suami minta jatah itu diturutin. Suami Kalau ditolak itu, langsung pusing
"Itu mah lebai,"Mariska mencabut Satu helai rambut suaminya.
"Sakit, sayang! Robert langsung menyerang tubuh istrinya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU EMAK "Aku Ibu Mu, Nak"