
"Kamu ini apaan sih Ricky, mana mungkin aku nggak mau tidur sama kamu, kamu itu Kan suamiku sendiri. Sudah, jangan canggung, ayo tidur!"Nisa menarik tangan Ricky dan naik terlebih dahulu ke atas ranjang yang berukuran king size itu, yang dirias sedemikian rupa layaknya kamar pengantin.
Ricky yang merasa gugup sampai tersandung kakinya sendiri.
BUGH!
Ricky terjatuh tepat di atas tubuh Nisa. keduanya terdiam sejenak dengan mata yang saling memandang dari jarak dekat, bahkan hidung mancung keduanya hampir beradu.
"Ma..Maaf. Aku nggak sengaja."Ricky akan bangkit, tetapi kedua tangan bisa menahan tubuhnya. Perasaan Ricky sudah tak karuan, terlebih lagi aroma tubuh Nisa yang begitu wangi, seolah membuatnya semakin menegang.
"Kenapa? kamu tidak mau melakukannya bersamaku?"tanya Nisa dengan nada bicara yang terdengar sensual di telinga Ricky.
"Melakukan apa?"tanya Ricky dengan polosnya, Entah kenapa saat ini otaknya jadi sulit berpikir.
"Melakukan hal yang selayaknya dilakukan oleh sepasang suami istri."jelas Nisa yang membuat tubuh Ricky saya akan membeku.
"Maksudnya Ricky menyatukan jari telunjuknya yang kanan dan yang kiri gitu.....? tanya Ricky kembali untuk memastikan.
Nisa hanya mengangguk dengan senyuman mengembang.
"Mbak mau? Maksudku, kamu mau?
"Kenapa tidak? Kamu adalah suamiku dan kamu berhak atas tubuhku." Nisa membusungkan dadanya yang membuat Ricky semakin memanas dan tak karuan.
Susah payah Ricky menelan salivanya saat kedua gunung kembar sang istri berada tepat di depan wajahnya.
"Kamu tidak akan menyesal?"tanya Ricky dengan suara serak.
"Kenapa aku harus menyesal, kalau aku melakukannya dengan suami yang aku cintai."jawab Nisa yang membuat tubuh Ricky hampir melemas.
"Jadi, kamu beneran cinta sama aku? bukankah kamu bilang sebelumnya kita menikah, agar kamu tidak ditunangkan dengan mantan kekasihmu itu? tanya Ricky kembali dengan ragu. Dia takut salah mendengar.
"Sayang, Kamu pikir aku wanita bodoh yang mau menikah dengan laki-laki yang tidak aku cintai."tutur Nisa yang membuat hati Ricky semakin bergejolak.
"Terima kasih, aku juga sangat mencintaimu."Ricky memberanikan diri, mendekatkan wajahnya dan mencium kening sang istri dengan lembut.
"Lakukanlah, Aku mencintai dan menyayangimu apa adanya." Nisa tersenyum dengan tangan yang bergerak nakal pada dada suaminya.
"Aku juga. Kalau begitu, mari kita bermain. Yes ss, akhirnya aku akan jebol gawang!"teriak Ricky kegirangan.
Nisa tertawa ketika melihat reaksi suaminya.
Setelah itu, Ricky kembali mendekatkan wajahnya, setelah mengetahui perasaan Nisa kepadanya ia menjadi lebih berani untuk menyentuh sang istri.
Pria itu memberikan ciuman bertubi-tubi kepada wajah sang istri, sampai bibir berhenti pada sebuah benda kenyal. Pria itu menyesap dan memberikan l*m*tan pada bibir manis sang istri.
__ADS_1
Suasana berbeda mulai dirasakan sepasang pengantin baru itu. Ricky dan Nisa baru pertama kali merasakan sesuatu membuat tubuh keduanya terasa mengapung ke udara.
Ricky memakai insting ke laki-lakinya untuk mencumbu sang istri. Hingga Nisa benar-benar merasa terbuai.
Ricky memberikan beberapa tanda kepemilikannya pada kulit mulus tanpa celah itu. Sebelum dia melanjutkan permainannya.
Sungguh Ini benar-benar pengalaman terindah yang baru dirasakannya. pria itu terus saja mencumbu tubuh istri yang sampai membuatnya benar-benar terangsang.
Setelah itu, Ricky mulai memasukkan adik kecilnya kepada tempat persemaian yang selama ini dinantinya.
Nisa merasakan sesuatu yang berbeda, Dia merasakan sakit bercampur nikmat sampai matanya indah mengeluarkan buliran bening.
Ricky yang melihat itu segera menghentikan pergerakannya, Ia mengusap lembut sudut mata sang istri.
"Maaf kalau ini terasa sakit, mungkin, senjata aku terlalu tajam, Tapi Aku berani bersumpah kalau aku tidak pernah mengasahnya."tutur Ricky dengan wajah serius yang membuat Nisa malah tertawa.
"Aku mengerti ini."balas wanita itu dengan senyum mengembang.
"Terus, setelah ini bagaimana?" tanya Ricky yang terlihat bingung.
"Kita tidur aja,"jawab Nisa sambil terkekeh.
"Nggak mau, tanggung sayang."Ricky kembali mendorong adik kecilnya sampai menerobos benteng keras yang menjadi pembatas sebuah mahkota.
Benteng pertahanan itu telah runtuh, sebuah mahkota Putri telah didapatkan oleh orang yang tepat
Keduanya menyatu dalam ikatan suci dan siap berdayung hingga menemukan tepian untuk mendarat dan mengarungi kebahagiaan.
Ricky sampai mengeluarkan air mata, begitu indah kejutan Sang pencipta yang telah disiapkan untuknya. Ini adalah anugerah terbesar baginya. Dia tidak pernah menduga, kalau jodohnya wanita seperti Nisa yang memiliki segudang harta.
Bahkan dia tidak pernah terpikir kalau dia akan menikah secepat ini sebulan setelah dirinya wisuda. Bahkan dia juga belum memiliki pekerjaan tetap. Dia masih membantu Robert dan Mariska di cafe kampung kecil. Tapi Allah sudah mempertemukannya dengan jodohnya. Jodoh yang tepat untuk Ricky, disaat ke semua teman-temannya mengolok-olok dirinya yang karena tak kunjung laku-laku.
***
Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Hingga sinar mentari perlahan masuk melalui celah-celah gorden kamar pengantin baru itu.
Seorang pria membuka matanya dengan perlahan saat sinar sang mentari menerobos masuk lewat jla gorden di kamar mewah itu.
"Astaga, aku dimana? gumam pria itu sambil mengerjapkan mata beberapa kali, demi memperjelas penglihatannya.
"Ini apalagi yang mengganjal?"Ricky menoleh ke arah samping, seorang wanita cantik sedang tidur lelap dengan nafas teratur.
"Mbak Nisa, Aduh aku ngapain sih? ini aku nggak salah masuk raga kan?"gumamnya sendiri dengan wajah bingung.
Ricky menyikap selimut yang menutupi tubuhnya. Mata pria itu membulat ketika melihat beberapa jejak kemarahan pada Dada Nisa.
__ADS_1
Terlebih lagi, wanita itu menempel sempurna pada tubuhnya karena bisa tidur sambil memeluk tubuh Ricky.
"Anjir! ini aku habis....!!! Ricky berbicara dengan suara yang cukup keras, sehingga membuat wanita yang tidur di sampingnya membuka mata dengan perlahan.
"Ada apa, sayang? tanya Nisa dengan suara terdengar serak, khas bangun tidur.
"Mbak kita......
"Hussst.... Aku benci panggilan itu!"Nisa menempel ke telunjuk pada bibir Ricky. wanita itu menggeser tubuhnya dan merebahkan kepala pada dada Ricky yang tak berbalut sehelai benang pun.
"Astaga, maaf. aku lupa, Ternyata kita sudah menikah."ungkap Ricky dengan wajah menyesal.
"Sudah kuduga, ternyata, selain tukang pingsan kamu juga pelupa ya!"Nisa terkekeh dengan tangan yang semakin memperat dekapannya.
"Maaf, sayang. aku tadi beneran lupa. Aku kira, semalam cuman mimpi basah, eh ternyata malah basah beneran."tutur Ricky yang membuat Indonesia tertawa kecil di dalam dekapannya.
"Lucu banget sih, suamiku."Nisa menengadahkan kepala dan menatap terhadap wajah suaminya yang terlihat tegang.
"Kenapa tegang begitu? tanya Nisa dengan senyum tipis.
"Eh, apanya yang tegang? Ricky gelagapan sendiri.
"Muka kamu. memangnya kamu pikir apanya yang tegang?"bisa kembali terkekeh.
"Emmm... yang di bawah!"
"Yang di bawah? kaki maksudnya?"tanya Nisa kembali dengan bibir yang tak berhenti ingin mengembangkan senyuman.
"Di atas kaki,"balas Ricky.
"Paha? ini sama ngangkat alisnya sebelah dengan mata yang masih menatap wajah sang suami.
"Di atas paha."Ricky mengembangkan senyuman, pria itu sudah mulai terlihat rileks.
"Ini!"
"Aargggh!!!"Ricky mengerang saat adik kecilnya sudah menegang dipegang oleh wanita itu.
"Sayang, kamu harus bertanggung jawab."ucap Ricky dengan suara yang terdengar sensual.
"Hahaha... nggak mau!" Nisa tertawa renyah dan segera bangkit dari tidurnya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN