Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 5. DIMAS ANGGARA


__ADS_3

"Ada apa, Pak?


"Kenapa menatapku seperti itu?


"Mau mengejek juga sekarang, atau mengolok-olok aku, juga? silakan Pak aku sudah tidak peduli. Sepertinya Bapak bicarakan dulu deh dengan kedua orang tua Bapak, dengan saya juga membicarakan kepada kedua orang tua saya agar perjodohan kita tidak dilanjutkan lagi. Jujur aku tidak bisa menerima perjodohan ini."


"Kenapa kamu masih di sini?"Dimas justru bertanya balik, tanpa menanggapi ocehan Andini.


Andini mengusap tengkuknya sendiri.


"Kok suasananya horor begini, ya."gumamnya saat melihat tatapan horor dari Dimas.


"Di sini memang horor, banyak setan yang sedang mencari calon istri."


"Termasuk Bapak juga ya...."Andini segera menepuk bibirnya sendiri."


"Jika sudah tidak ada kepentingan lagi, sebaiknya kamu keluar. Masih hafal kan di mana pintu keluarnya?"


"Emmmm sebentar, Pak. saya mau bicara sesuatu."


Dimas hanya mengangkat alisnya sebelah, lalu kembali Menatap layar ponselnya.


"Pak saya mau bicara tentang perjodohan kita."di masanya menggerakkan bahunya sebagai respon.


Andini menarik nafas perlahan, kesabarannya sedang diuji.


"Baiklah langsung saja. Pak Dimas yang terhormat, Saya tidak mau dijodohkan dengan bapak, jadi saya minta agar Bapak menolak dan membatalkan perjodohan ini!"ucapnya ini dengan lantang.


Dimas mengangkat wajahnya dan menatap tajam ke arah Andini.


Seketika lutut Gadis itu terasa bergetar ketika melihat tatapan maut dari pria di hadapannya.


"Apa kamu bisa melakukannya!"tanya Dimas dengan sorot mata sebelah menusuk ke ulu hati Andini.


"Tidak, karena saya tidak bisa melakukannya, makanya saya meminta Bapak dari pihak kedua untuk."


"Apa alasan kamu tidak bisa membatalkan perjodohan ini?"


"Karena orang tua saya memaksa."

__ADS_1


"Oke, Kamu sudah tahu alasannya, kenapa perjodohan ini terjadi, sekarang silakan keluar dari ruangan saya!"


Andini mematung sejenak, hanya matanya saja yang berkedip beberapa kali.


Bukan kalimat itu yang dia harapkan.


"Jadi Bapak tidak bisa membatalkan perjodohan ini?"tanya Andini dengan putus asa. Ia memang benar-benar frustasi


"Jika kamu bisa membatalkannya, batalkan saja sendiri!"seketika lutut Andini terasa lemas


"Kejaaaaam banget sih!"


"Apes banget hidupku."ucap Andini yang masih dapat didengar Dimas Anggara.


Berbagai macam cara yang terlintas dalam benaknya telah Andini lakukan untuk membatalkan perjodohannya dengan Dimas.


Bahkan Andini berniat melarikan diri dari rumah, namun belum juga dia menghidupkan motor ninja miliknya Nyonya Laras sudah memergokinya.


Amarah Nyonya Laras memuncak, saat mengetahui putrinya berniat ingin melarikan diri dari rumah. Sampai pagi ini Andini masih bersemayam di balik selimut tebal.


Padahal hari ini adalah hari pernikahannya dengan Dimas, pria yang sama sekali tak diinginkannya. Pria yang paling sangat ia benci seumur hidupnya.


Semalam, ia sempat ingin kabur dari rumah. Namun, orang tuanya sudah bisa membaca akal mentahnya, sehingga membayar sepuluh bapak-bapak tetangga untuk meronda dan berjaga semalaman mengelilingi rumah. Karena kejadian sebelumnya membuat Nyonya Laras semakin waspada. Ia tidak ingin mempermalukan keluarga mereka jika Andini melarikan diri.


Bahkan Nyonya Laras menyita kunci kamarnya dan juga kunci motor ninja milik Andini, takut jika tiba-tiba putrinya itu kabur di saat jam Dua belas malam saat orang-orang pada terlelap tidur.


suara ketukan pintu


"Andini Kamu sudah bangun? Mama masuk."setelah mengucapkan kalimat itu Nyonya Laras langsung masuk ke dalam kamar putrinya.


"Astagfirullah calon pengantin jam segini masih tidur."wanita paruh baya itu segera mendekat ke arah ranjang putrinya dan menyingkap selimut tebal yang menutupi hampir seluruh tubuh gadis itu.


"Andini bangun."teriak Nyonya Laras sambil mengguncang tubuh putrinya dengan suara yang keras.


"Andini bangun."ucap Nyonya Laras sekali lagi dengan nada yang semakin meninggi.


Masih belum ada jawaban, Andini hanya menggerakkan bibirnya ke kanan dan ke kiri entah apa yang Gadis itu impikan.


Nyonya Laras menarik nafas panjang berusaha mengumpulkan kekuatan supernya.

__ADS_1


"Andini bangunnnnnnn!!!!"


Seketika burung yang tidur di pohon mangga di belakang rumah ikut terbangun.


Nyonya Laras mengeluarkan semua suaranya sambil mengguncang bahwa Andini cukup kencang


"Gempa aaaaa!!! Gadis itu segera bangkit dan berlari ke arah jendela dengan mata yang masih sedikit terpejam.


"Heh gempa apaan?"Nyonya Laras berkacak pinggang dengan mata yang menatap tajam ke arah Andini. Membuat Andini terbanyak lalu Gadis itu membuka kedua kelopak matanya dengan dua jarinya, agar matanya terbuka sempurna. Karena rasa kantuk yang menimpa Dirinya belum pulih begitu saja. Ia masih benar-benar mengantuk. Bagaimana tidak, ia baru tertidur pukul lima subuh pagi. tadi malam itu, Andini sama sekali tidak bisa terpejam mengingat hari pernikahannya hari ini membuat dirinya benar-benar tak bisa memejamkan matanya. ia merasa masa depannya akan suram dan hancur lebur, Jika ia sudah menikah dengan sang dosen killer dosen yang sangat ia benci selama ini.


Wanita berprestasi ini memang terkenal sejagat universitas dengan tomboy dan juga prestasinya. Apalagi Andini sering sekali mengharumkan nama kampus, sehingga Tuan Anggara juga senang sekali ingin menjodohkan putranya dengan seorang wanita yang memiliki kecerdasan otak di atas rata-rata.


Ini memang keinginan terbesar Tuan Anggara, semenjak ia mendirikan kampus ini, Ia memang bertekad untuk menciptakan anak-anak bangsa yang berkompeten seperti Andini. Tuan Anggara tidak peduli dengan penampilan Andini yang terlihat tomboy, sering sekali Tuan Anggara melihat penampilan Andini di kampus, jika sesekali Tuan Anggara sehingga ke kampus untuk memantau perkembangannya. Terkadang Tuan Anggara mengembangkan senyumnya melihat wanita itu apa adanya walaupun di depan orang petinggi-petinggi kampus. Hal itu yang disukai oleh Tuan Anggara, di samping Tuan Anggara sudah sepakat dengan opanya Andini.


"Astagfirullah Mama, Andini kira tadi itu suara serigala."


"Eh kalau ngomong hati-hati ya jaga mulut itu mau mama sumpel mulutmu? Nyonya Laras berjalan ke arah putrinya dengan langkah lebar.


"Ampun Mah..."Andini segera naik ke atas kasur ketika langkah Nyonya Laras hampir tiba.


"Eh turun jorok! cepat mandi dan bersiaplah sebentar lagi tukang rias akan datang ke sini.


"Tukang rias?'Andini menggaruk kepalanya dengan rambut berantakan.


"Iya jangan drama dan jangan pura-pura lupa hari ini adalah hari pernikahanmu dengan nak Dimas.


"What ?


"Ma lebih baik Mama bunuh saja Andini daripada Andini menikah dengan pria itu. Andini sama sekali tidak mencintai dia Ma, bahkan kami pun saling membenci. Apa Mama tahu bagaimana sikapnya saat berada di kampus?


" Aduh Ma apa tidak ada lagi pria yang lain yang akan dijodohkan kepada Andini, please ma pahami Andini.


apa Mama ingin membuat hidup Andini penderita, menikah dengan seorang pria yang sama sekali tidak mencintai dan menghargai Andini? Andini masih berusaha untuk membujuk Nyonya Laras agar membatalkan pernikahan itu. Tapi lagi-lagi usaha Andini gagal.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA EMAK YANG LAIN


__ADS_2