Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 196. JATI DIRI DIMAS


__ADS_3

Ketika Andini sudah tiba di aula kampus. tampak Robert, Ricky, Bima, Rian dan juga Mariska antusias mengikuti acara wisuda yang sedang berlangsung.


Mariska dan Rian begitu takjub melihat kecantikan Andini yang make up-nya natural, dipadukan dengan gaun kebaya berwarna silver melekat di tubuh Andini. Membuat aura kecantikan Andini semakin terpancar dan mempesona.


"Ya Allah, indah banget ciptaan mu." gumam Mariska sembari menatap Andini dengan tatapan mendalam.


"Kamu kenapa menatapku seperti itu Mariska?"


"Sumpah! kamu cantik banget hari ini,perfect." Puji Mariska kepada sahabatnya Andini.


"Kamu juga terlihat anggun memakai gaun itu." Puji Andini kepada Mariska yang mengenakan gaun kebaya berwarna merah melekat di tubuh Mariska. Ketiga ibu hamil yang masih berusia muda itu memang benar-benar tampil cantik kali ini. Bedanya perut mereka sudah mulai membuncit, diantara ketiganya perut Mariska yang lebih besar diikuti dengan perut Rianti baru kemudian Andini.


"Kamu tidak perlu mengejek gitu. Andini, sejujurnya aku tidak percaya diri memakai gaun seperti ini. Secara kamu tahu sendiri kan aku bagaimana."


"Is, sepertinya ada yang berbeda di penampilan bumil ini semua. Semuanya benar-benar cantik." Puji Ricky.


"Makanya bro, kamu cepat cari istri. Mau sampai kapan kamu jomblo."


lagi lagi Ricky menggaruk kepalanya yang tak gatal. Dia merasa kesal jika sudah disangkut pautkan dengan kejombloannya.


Ketiga ibu hamil muda itu pun hanya nyengir kuda melihat tingkah Ricky yang seolah-olah dirinya yang terus menjadi bahan olok-olokan di antara mereka.


Ketika acara sedang berlangsung, kata-kata sambutan dari dekan dan juga pemilik kampus atau yayasan dipanggil oleh MC yang membawakan acara wisuda itu.


Ketika giliran si pemilik kampus yang memberikan kata-kata sambutan. Nama Dimas Anggara dipanggil untuk mengucapkan sepatah dua kata dalam acara wisuda itu. Seketika Andini melongo, bukan hanya Andini saja Yang melongok. Tapi semua mahasiswa mahasiswi termasuk teman-teman dekat Andini.


Andini menatap suaminya dengan tatapan penuh tanya. Seolah-olah dia menuntut penjelasan dari suaminya. Dimas memegang tangan Andini kemudian tersenyum. Lalu dengan wibawanya Dimas pun tampil ke depan untuk memberikan kata-kata sambutan.

__ADS_1


Siapa yang tidak mengenal sosok Dimas, Semua mahasiswa pasti mengenalnya. Dosen yang terkenal killer sejagat universitas. Ia tak segan-segan memberikan hukuman kepada mahasiswa mahasiswa yang tidak patuh dengan peraturan kampus.


"Selamat pagi semuanya."sapa Dimas.


"Yang saya hormati Bapak Anggara,


"Yang saya hormati Dekan,


"Yang saya hormati para dosen dan juga jajaran, dan yang saya hormati seluruh staf kampus universitas ini. Dan yang paling saya sayangi dan cintai para mahasiswa mahasiswa di universitas kita tercinta.


"Saya Dimas bin Anggara mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk mengucapkan sepatah dua kata dalam acara wisudawan wisudawati hari ini. Semua mahasiswa-mahasiswi tidak berani membuka bicara. Ketika Dimas yang berbicara di depan.


Bahkan ketika pulpen jatuh sekalipun pasti akan terdengar. Karena keheningan acara wisuda, saat Dimas memberikan sepatah dua kata.


Dimas mengucapkan terima kasih kepada seluruh mahasiswa mahasiswa dan juga para dosen, dekan dan juga jajarannya. Dan yang terakhir kalinya ia juga mengungkapkan jati dirinya sebagai pemilik kampus dan istrinya Andini. Ia meminta agar Andini sang istri tampil ke podium untuk memperkenalkan diri sebagai Nyonya Dimas Anggara.


Banyak dari mahasiswa mahasiswa yang tak percaya kalau Dimas sudah menikah dengan Andini. Karena yang mengetahui pernikahan Andini dengan Dimas hanyalah teman-temannya dan juga para dosen dan jajarannya.


Semua mahasiswa-mahasiswa pun tercengang. Nama Andini dipanggil ke podium sebagai nyonya Dimas Anggara.


Jangankan mahasiswa yang tercengang, Andini saja tidak kalah tercengangnya saat Dimas menyatakan dirinya adalah pemilik kampus. Mungkin Andini akan lebih tercengang lagi, jika dia mengetahui kalau suaminya adalah seorang pengusaha kaya raya, yang identitasnya selama ini ia tutupi atas permintaan kedua orang tua Andini.


"Ini serius? tanya salah satu mahasiswa yang sudah lama mencintai Dimas.


"Ya, iyalah mana mungkin pak dosen killer berbohong." sahut teman yang sebelahnya.


"Tak pernah ada kabar, ya."

__ADS_1


"Makanya update dikit dong." sahut Marika nyemplung begitu saja menyahut obrolan mahasiswa yang duduk tidak jauh dari Mariska


Rian pun tidak kalah terkejut dengan apa yang diumumkan oleh Pak Dimas, yang mengatakan bahwasanya dirinya adalah pemilik kampus. Mereka benar-benar tidak mengetahuinya.


Andini merasa dibohongi oleh suaminya. Hatinya begitu sakit. Ketika mendengar suaminya adalah pemilik kampus, apalagi ketika melihat suaminya sudah tampil di podium. Membuat hati Andini benar-benar merasa dibodohi oleh sang suami. Air mata Andini menetes di wajah cantiknya. Namun, Nyonya Laras langsung menghampiri putrinya


"Jangan menangis, nanti semua akan Mama jelaskan."ucap Nyonya Laras kepada Andini.


"Jadi Mama sudah tahu ini semua dari awal?


Nyonya Laras menganggukkan kepalanya. membuat Andini benar-benar merasa orang yang paling bodoh sedunia.


Sekali lagi Dimas memanggil Andini ke podium. Nyonya Laras meminta kepada putrinya untuk naik ke atas podium, berdiri di samping suaminya. Andini pun bangkit berdiri berjalan perlahan menuju podium dimana suaminya berada.


"Ini Aku nggak mimpi kan, Robert tanya Mariska kepada suaminya


"Nih, sakit nggak? kalau sakit berarti kamu nggak mimpi." sahut Robert sambil langsung mencubit pipi istrinya.


***


Acara wisuda wisudawan pun telah usai dan berjalan dengan lancar tanpa kekurangan satu apapun. Apalagi ketika nama Andini yang dipanggil sebagai pemilik nilai tertinggi di kampus. Hati nyonya Laras benar-benar bangga dan bahagia mendengarnya.


Begitu juga dengan Tuan Miko Pratama. Mereka benar-benar bersyukur memiliki Dimas sebagai menantu mereka. Begitu juga dengan Tuan anggaran yang bersyukur memiliki menantu seperti Andini.


"Selamat ya Nak, atas wisudamu. Apalagi kamu salah satu mahasiswi mendapat nilai tertinggi. Mama bangga kepadamu." ucap Nyonya Laras kepada Andini sambil langsung memeluk putrinya. Semua anggota keluarga pun memberi selamat kepada Andini dan juga Rianti.


Ketika semua anggota keluarga merasa bahagia. Berbeda dengan Andini, dia hanya diam saja tanpa ekspresi sama sekali. Wajahnya datar. Bahkan ia tidak mengeluarkan sepatah kata pun.

__ADS_1


Tiba-tiba Mariska, Robert, Ricky, dan Bima menghampiri Andini untuk mengucapkan Selamat atas wisuda dan berakhir nilai tertinggi di kampus mereka.


"Hai, Din. Selamat ya kamu memang sahabatku yang paling the best." ucap Mariska sembari memeluk Andini. Andini berusaha mengembangkan senyumnya di hadapan teman-temannya. Bahkan teman-temannya pun melontarkan berbagai pertanyaan mengenai Dimas si pemilik kampus. Tapi Andini memilih untuk bungkam, karena apa? dia pun tidak mengetahui hal yang sebenarnya."


__ADS_2