Terjerat Cinta Dosen Killer

Terjerat Cinta Dosen Killer
BAB 287. PERUBAHAN SIKAP ERIN


__ADS_3

"Bismillah,perasaan tubuh kamu semakin berat,"gumam Ricky Seraya membawa tubuh Nisa keluar dari ruangan itu.


Ia membawa istrinya berjalan ke ruangan mereka yang terletak tak jauh dari sana. Ricky harus mengeluarkan tenaga dalamnya saat menggendong tubuh Nisa yang terasa semakin berat.


Namun, saat kakinya telah tiba di depan pintu ruangan mereka, kedua mata Nisa terbuka lebar.


"Astaga, kamu mau bawa aku ke mana? Pekik Nisa dengan mata membulat sempurna.


"Ke ruangan kita."jawab Ricky santai.


"Hah? meeting nya gimana?"Nisa terlonjak dan akan loncat dari pangkuan Ricky jika pria itu tidak menahannya.


"Meeting Nya sudah selesai."Ricky memutar kena pintu dengan sikutnya sampai membuat pintu ruangan itu terbuka lebar.


Dia segera membawa tubuh Nisa yang masih berada di dalam gendongannya masuk ke dalam.


"Beneran, meeting nya udah selesai? terus hasilnya gimana? jangan sampai mereka membatalkan kerjasama. Astaga, Kenapa aku pakai ketiduran segala."cerocos Nisa dengan wajah yang terlihat kacau.


"Kamu tenang saja, mereka telah menerima tawaran kerjasama dengan kita,"jawab Ricky sambil merebahkan tubuh istrinya kata sofa Di ruangan itu


"Benaran?"Nisa kembali duduk dengan tegak, padahal Ricky sudah menidurkannya.


"Iya, kita sekarang sudah bekerja sama dengan mereka.


Sebentar... Sherly, masuk!"teriak Ricky memanggil salah satu karyawan yang ia suruh membawa berkas-berkas hasil meeting, serta laptop miliknya dan juga milik Nisa.


Tak lama kemudian, seorang wanita masuk dengan kedua tangan yang dipenuhi oleh barang bawaan.


"Ini, Pak!"wanita itu menyerahkan berkas-berkas tadi ke hadapan Ricky dan Nisa.


"Nah, Ini bukti kalau mereka telah bekerja sama dengan perusahaan kita."Ricky menunjukkan sebuah kertas yang terdapat tanda tangan dari kedua belah pihak.

__ADS_1


"Wah, hebat kamu sayang!"Nisa menatap suaminya dengan wajah berbinar.


"Siapa dulu, Ricky gitu loh. Sherly, sekarang kamu boleh keluar. Adegan 21 plus akan segera terjadi, Jangan nodai mata perawanmu!"titah Ricky dengan tegas.


"Baik Pak. Tapi, maaf sebelumnya, mata saya sudah tidak perawan dan saya juga bukan seorang perawan, karena saya sudah memiliki seorang anak."jelas wanita itu yang membuat Nisa memecahkan tawanya.


"Anjir, kukira cupu ternyata suhu!"celetuk Ricky.


Setelah itu karyawan yang bernama Sherly segera keluar dari ruangan sang bos dan menutup kembali pintu itu dengan rapat.


"Bagaimana Sayang, kamu sudah percaya kan kalau aku ini hebat?"Ricky menatap darah Nisa dengan penuh percaya diri.


"Percaya! sekarang, kamu sudah bisa menggantikan posisiku. Jadi sekarang Aku siap hamil!"Nisa langsung menerkam tubuh Ricky dan merebahkan tubuh suaminya di atas sofa.


Wanita yang hanya mengenakan rok span itu naik ke atas tubuh Ricky tanpa ragu.


"Sayang, Kamu mau ngapain?"tanya Ricky yang terkejut dengan perlakuan istrinya.


"ML tanpa pengaman!"jawab Nisa membuat Ricky seketika membulatkan matanya.


Sementara di tempat lain, tepatnya di sebuah rumah sakit di mana Erin lahiran. Ada sedikit perdebatan di sana karena Erin tak kunjung mau menyusui putrinya.


 Nining merasa kesal, sang menantu tidak peduli dengan suara tangis cucunya. membuat Mpok Nining merasa geram, parahnya lagi Tuan Anggara tidak membantu Mpok Nining membujuk Erin agar bersedia menyusui putrinya. Membuat pok Nining semakin kesal.


Salah satu suster datang menghampiri mereka. "sini, saya kasih susu formula saja. bayinya sudah sangat lapar."ucap suster itu sambil meraih tubuh bayi merah itu dan kembali membawanya ke ruang bayi.


Dimas yang mendengarkan dari Andini setelah Mpok Nining memberitahu kepada Andini kalau Erin tidak bersedia menyusui putrinya, Andini meminta Dimas untuk segera menghantarkannya ke rumah sakit.


Tampak Setelah tiba di rumah sakit, Andini melihat sikap Erin sangat berubah. Berbeda dari biasanya. "Erin, Kenapa kamu tidak bersedia menyusui putrimu? bukankah itu darah daging kamu hasil buah hati kalian berdua?"tanya Andini berusaha mendekati Erin.


"ASI nya tidak ada kak!

__ADS_1


"Bukan tidak ada, tapi belum dipacu untuk keluar. Biasanya semakin sering kita berikan, ASI-nya semakin subur. Sama seperti kakak, yang menyusui ketiga bayi kembar Kakak sekaligus.


"Tapi sakit banget, Kak! pokoknya aku tidak mau."Erin bersikeras tidak mau menyusui putrinya, Bahkan dia tidak peduli sama sekali seolah-olah bukan darah dagingnya sendiri.


"Erin kamu! intonasi suara Dimas sudah semakin meninggi karena geram melihat adiknya yang tak peduli kepada keponakannya.


"Sudah Mas, mungkin Erin belum siap. Jangan dimarahi. Andini menjadi teringat Apa Yang Telah dipelajarinya dan dibacanya di sebuah artikel. Dia mengamati sikap Erin yang tiba-tiba berubah pasca melahirkan.


"Astaga, Kamu kenapa sih Erin?"tanya Bima khawatir.


"Erin mengalami baby blues syndrome."


"Maksudnya apa sayang?


Baby blue syndrome itu biasanya dialami oleh wanita pasca melahirkan, yang belum siap menerima dirinya menjadi seorang ibu. perubahan yang terjadi karena menyesuaikan pola kehidupan anak. Misalnya, jam tidur Ibu yang berubah karena anak seringkali terbangun di malam hari. perubahan fisik seperti kaki membengkak, perut membesar hingga bertambahnya berat badan."tutur Andini.


Baby blues syndrome itu merupakan suatu bentuk kesedihan atau kemurungan yang dialami ibu setelah melahirkan. Baby blue syndrome biasanya muncul sementara waktu yaitu sekitar dua hari sampai tiga minggu sejak kelahiran bayi. baby blues syndrome juga dipahami sebagai suatu sindrom gangguan ringan yang sering muncul dalam minggu pertama setelah persalinan, dan kelanjutannya dalam rentang waktu dua minggu setelah bersalin."tutur Andini panjang lebar.


Hal itu membuat Mpok Nining menjadi paham akan sikap Erin saat ini.


Ketika seorang ibu mengalami Baby blue syndrome, ia akan merasa cemas tanpa sebab, mudah tersinggung, tiba-tiba nangis tanpa sebab, menjadi tidak sabar, tidak percaya diri terhadap kemampuannya menjadi seorang ibu, menjadi sensitif dan merasa khawatir dengan keadaan bayinya.


Gejala yang harus dihindari, terkait baby blues syndrome adalah ibu mengalami kesulitan tidur, berkurangnya nafsu makan, tidak memperhatikan keadaan anak, dan takut untuk menyentuh anaknya."kembali Andini menjelaskan.


Dimas, Bima hanya menganggukkan kepalanya. pertanda mereka paham apa yang diterangkan oleh Andini. Andini kembali mendekati Erin, mencoba membuka mata Erin dengan memberikan contoh-contoh yang ia lakukan, agar Erin dapat mencontoh dirinya merawat putrinya sendiri.


Andini juga memberitahu, walaupun Dimas sudah memfasilitasinya untuk membantu Andini merawat ketiga bayinya, tapi Andini tetap merawat ketiga bayinya dengan tangannya sendiri bahkan menyusuinya satu persatu bergantian.


Erin menatap Andini dengan Tatapan yang sulit diartikan. Sepertinya penuturan Andini masuk di hatinya, seketika dirinya meneteskan air mata. Lalu meminta Bima agar membawa putrinya langsung kepadanya.


Wajah Bima berbinar, dia langsung berlari menghampiri suster yang membawa putrinya tadi. Tak berselang lama, Bima dan suster itu masuk kembali ke ruang rawat inap Erin, dan membawa Putri mereka.

__ADS_1


Erin tersenyum, kemudian Dia meneteskan air mata meminta maaf kepada putrinya. lalu perlahan ia pun memberikan ASI nya terhadap putrinya walaupun awalnya dia merasa kesakitan.


Bersambung....


__ADS_2